Santri di Pemalang Didorong Perkuat Literasi Keuangan dan Hindari Praktik Ilegal
Pondokkebaikan.com – Para santri di Pemalang, Jawa Tengah, mendapat pengingat penting untuk membangun kebiasaan mengelola uang secara sehat sejak dini. Dalam kegiatan Peningkatan Literasi Keuangan Syariah di Pondok Pesantren Salafiyah pada Kamis (1/10/2026), Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menekankan perlunya kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal dan judi online.
Pesan tersebut hadir di tengah kebutuhan masyarakat untuk mengambil keputusan finansial dengan lebih hati-hati. Kemudahan akses layanan digital dapat memberi manfaat apabila digunakan secara tepat, tetapi juga dapat membawa risiko ketika seseorang tergoda tawaran pinjaman tidak resmi atau aktivitas perjudian di internet.
Literasi finansial sebagai bekal kehidupan
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris menyampaikan bahwa kemampuan memahami keuangan kini menjadi kebutuhan mendasar bagi semua kalangan, termasuk santri. Ketidakpastian ekonomi membuat setiap orang perlu memiliki pertimbangan yang matang sebelum menggunakan uang atau mengambil keputusan terkait utang.
“Di era ekonomi yang penuh ketidakpastian saat ini, melek finansial bukan lagi pilihan, tetapi menjadi keharusan,” ujar Haris.
Ia menilai pemahaman tentang pengelolaan keuangan dapat membantu santri menentukan pilihan secara lebih bijaksana. Bekal itu mencakup kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, menjaga kebiasaan menabung, serta memahami konsekuensi dari keputusan keuangan.
Dalam konteks kehidupan pesantren, literasi keuangan tidak berhenti pada keterampilan menghitung pemasukan dan pengeluaran. Pendidikan ini juga diarahkan untuk membentuk cara pandang yang bertanggung jawab terhadap harta. Uang dan kepemilikan perlu digunakan sebagai sarana untuk menghadirkan manfaat, bukan semata-mata sebagai tujuan hidup.
“Harta bukan tujuan hidup, tetapi amanah untuk menghadirkan kemaslahatan,” kata Haris.
Waspada pinjol ilegal dan judi online
Kemenko PM mengingatkan bahwa pinjaman online ilegal maupun judi online dapat menimbulkan persoalan serius bagi kondisi keuangan seseorang. Pinjaman yang diambil tanpa pemahaman yang cukup dapat menambah beban, terutama bila berasal dari layanan yang tidak resmi. Sementara itu, judi online berisiko mengganggu pengelolaan uang dan menghambat upaya membangun kemandirian ekonomi.
Bagi santri dan masyarakat luas, kewaspadaan dapat dimulai dengan tidak mudah tergiur janji uang cepat atau tawaran pinjaman yang terlihat terlalu mudah. Keputusan finansial idealnya diambil setelah mempertimbangkan kebutuhan, kemampuan membayar, serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi pribadi dan keluarga.
Haris menempatkan pesantren sebagai lingkungan yang memiliki potensi besar dalam penguatan ekonomi masyarakat. Santri dapat tumbuh menjadi penggerak kemandirian, baik untuk diri sendiri maupun bagi lingkungan sekitarnya, apabila memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sehat dalam mengelola harta.
Penguatan pemahaman keuangan di pesantren juga diharapkan mendukung peran lembaga pendidikan keagamaan dalam pemberdayaan masyarakat. Pondok Pesantren Salafiyah di Pemalang diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan yang mandiri, dengan santri yang membawa bekal praktis untuk kehidupan sehari-hari.
Menabung dan merencanakan kebutuhan sejak dini
Kegiatan tersebut turut menyoroti pentingnya membangun kebiasaan menabung tanpa harus menunggu memiliki pendapatan sendiri. Direktur Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan, K.M. Nuruddin, mengajak para santri untuk mulai menyisihkan uang secara konsisten sesuai kemampuan.
Kebiasaan ini dapat menjadi langkah awal untuk mengenali nilai uang dan melatih kedisiplinan. Menabung tidak harus dilakukan dalam jumlah besar. Yang lebih penting adalah membangun pola pikir bahwa sebagian rezeki perlu disiapkan untuk kebutuhan yang akan datang.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Tegal, Kurnia Tri Puspita, juga mengingatkan arti penting menyisihkan sebagian rezeki bagi tabungan. Perencanaan keuangan membantu seseorang mempersiapkan kebutuhan masa depan dengan lebih terarah, sekaligus mengurangi kecenderungan mengambil keputusan secara tergesa-gesa saat menghadapi kebutuhan mendadak.
Bagi para santri, pesan mengenai tabungan dan perencanaan keuangan dapat diterapkan melalui langkah sederhana. Mereka dapat membiasakan mencatat pengeluaran, menentukan prioritas kebutuhan, menghindari pembelian yang tidak mendesak, dan menyimpan sebagian uang yang diterima. Praktik kecil yang dilakukan berulang dapat membentuk tanggung jawab finansial dalam jangka panjang.
Literasi keuangan syariah yang diperkuat dalam kegiatan di Pemalang ini membawa pesan bahwa kemandirian ekonomi perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari. Dengan pengelolaan uang yang bijak, semangat menabung, serta penolakan terhadap praktik keuangan ilegal, santri diharapkan memiliki landasan yang lebih kuat untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak?
Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak matter?
Kemenko PM Ingatkan Santri Jangan Terjebak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.



