Profil Dadang Hartanto, Eks Kapolda Maluku dan Profesor Administrasi yang Kini Pimpin Polda Metro

40862-irjen-pol-dadang-hartanto

Irjen Pol Dadang Hartanto Ditugaskan Memimpin Polda Metro Jaya

Pondokkebaikan.com – Irjen Pol Dadang Hartanto resmi mendapat amanah baru sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya. Penugasan ini menempatkan perwira kelahiran Surabaya, 24 November 1971, tersebut di salah satu wilayah kepolisian dengan cakupan pelayanan publik yang sangat luas.

Dadang menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri, yang dalam rotasi terbaru dipercaya menempati jabatan Inspektur Pengawasan Umum atau Irwasum Polri. Perubahan jabatan itu tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP/2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Penetapan Dadang sebagai Kapolda Metro Jaya termasuk dalam mutasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri. Rotasi tersebut menjadi bagian dari pengisian kebutuhan organisasi sekaligus kesinambungan pembinaan karier di lingkungan kepolisian.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon, dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Rekam Jejak di Kewilayahan hingga Mabes Polri

Penugasan di Jakarta bukanlah pengalaman pertama Dadang dalam memegang peran kepemimpinan penting. Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 itu menjalani perjalanan karier yang mencakup bidang reserse, kepolisian kewilayahan, penugasan di Markas Besar Polri, serta pendidikan kepolisian.

Pada fase awal kariernya, ia pernah bertugas sebagai Kapolsek Senen pada 2005. Jabatan tersebut menjadi salah satu pengalaman lapangan yang membentuk perjalanan profesionalnya sebelum menerima tanggung jawab lebih besar di tingkat kepolisian resor.

Dadang kemudian dipercaya memimpin Polres Subang pada 2009. Dua tahun berikutnya, pada 2011, ia menjabat Kapolres Cianjur. Kedua penugasan itu menambah pengalaman kepemimpinannya di wilayah dengan karakter masyarakat dan tantangan pelayanan kepolisian yang berbeda.

Tahun 2012 menjadi periode penting dalam lintasan tugasnya. Pada tahun itu, Dadang menjabat Wakapolrestabes Bandung dan juga dipercaya sebagai Sekretaris Pribadi Kapolri. Pengalaman tersebut mempertemukan tugas operasional di wilayah perkotaan dengan fungsi pendukung pimpinan di tingkat nasional.

Pengalaman Penanganan Kebijakan dan Operasional

Setelah menjalani sejumlah tugas kewilayahan, Dadang melanjutkan kiprahnya di lingkungan Mabes Polri. Pada 2016, ia pernah mengemban amanah sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan Polri. Pada tahun yang sama, ia juga bertugas sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

Riwayat tersebut menunjukkan bahwa jalur kariernya tidak hanya berkembang melalui jabatan komando di daerah. Ia juga memiliki pengalaman pada aspek perencanaan, pendampingan pimpinan, serta pengkajian kebijakan dalam penanganan pidana ekonomi khusus.

Pada 2017, Dadang kembali memimpin satuan kewilayahan saat ditunjuk menjadi Kapolrestabes Medan. Dua tahun sesudahnya, ia ditarik ke tingkat pusat sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Bareskrim Polri.

Jabatan di Bareskrim tersebut memberi ruang pengalaman pada sisi administrasi dan perencanaan dalam lingkungan penyidikan tingkat pusat. Kombinasi antara tugas lapangan dan peran manajerial menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawanya ke jabatan Kapolda Metro Jaya.

Kembali Bertugas di Sumatera Utara dan Dunia Pendidikan

Pada 2020, Dadang kembali menerima penugasan di Sumatera Utara sebagai Wakapolda Sumut. Sebelumnya, ia telah mengenal dinamika wilayah itu melalui tugasnya sebagai Kapolrestabes Medan.

Pengalaman sebagai wakil kepala kepolisian daerah melengkapi perjalanannya dalam struktur kepemimpinan Polri. Posisi tersebut menuntut koordinasi antarsatuan, pengawasan pelaksanaan tugas, serta dukungan terhadap kebijakan pimpinan kepolisian daerah.

Kariernya kemudian berlanjut ke bidang pendidikan. Sejak 2023, Dadang menjalankan tugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri. Peran ini berkaitan dengan lingkungan pembelajaran dan pengembangan sumber daya manusia kepolisian.

Latar belakang sebagai perwira yang pernah menjalani tugas pendidikan juga menjadi salah satu unsur dalam perjalanan Dadang sebelum dipercaya memimpin Polda Metro Jaya. Pengalaman tersebut berjalan berdampingan dengan riwayat tugasnya di bidang reserse, kewilayahan, dan pengelolaan organisasi.

Arti Penugasan Baru di Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya merupakan kepolisian daerah yang melayani wilayah metropolitan dengan aktivitas masyarakat yang padat. Karena itu, pergantian kepemimpinan di institusi ini menjadi bagian penting dari kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dengan pengalaman yang tersebar di sejumlah daerah, Mabes Polri, Bareskrim, hingga Lemdiklat Polri, Dadang memasuki jabatan barunya dengan rekam penugasan yang beragam. Riwayat tersebut mencerminkan perjalanan karier selama lebih dari tiga dekade sejak lulus Akpol pada 1994.

Mutasi ini sekaligus menandai tahap baru bagi Dadang Hartanto setelah sebelumnya menjalankan berbagai tanggung jawab di kepolisian kewilayahan dan pusat. Kini, sebagai Kapolda Metro Jaya, ia meneruskan kepemimpinan yang sebelumnya dijalankan Komjen Pol Asep Edi Suheri.

Frequently Asked Questions

What is Profil Dadang Hartanto Eks Kapolda Maluku?

Profil Dadang Hartanto Eks Kapolda Maluku is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Profil Dadang Hartanto Eks Kapolda Maluku matter?

Profil Dadang Hartanto Eks Kapolda Maluku matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *