7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

57232-warga-desa-waekokak-pascagempa-ntt

Pemulihan Nagekeo Masih Membutuhkan Dukungan Psikologis

Pondokkebaikan.com – Tujuh pekan setelah gempa mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, proses bangkit bagi warga belum selesai. Di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, kebutuhan pemulihan tidak hanya berkaitan dengan bahan pangan atau perlengkapan rumah tangga, tetapi juga rasa aman yang terganggu akibat getaran susulan.

Gempa berkekuatan 7,7 M pada 15 Agustus 2026 meninggalkan dampak yang luas pada kehidupan warga. Hingga pertengahan September, pemerintah daerah mencatat sekitar 14.000 hingga 15.000 gempa susulan. Sebanyak 185 getaran di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Situasi tersebut membuat sebagian warga tetap waspada dan cemas, terutama ketika kembali merasakan getaran.

Dalam kondisi itu, Komunitas Sobat Sehat menjalankan program Bantu Sehat: Pulihkan Asa Nagekeo bersama Pemerintah Desa Waekokak dan puskesmas setempat. Kegiatan pada Jumat, 2 Oktober 2026, memadukan penyaluran bantuan kebutuhan sehari-hari dengan layanan pendampingan psikososial bagi warga yang terdampak.

Bantuan Dasar untuk Kebutuhan Sehari-hari

Dukungan logistik yang disalurkan mencakup bahan pangan, air mineral, alas tidur, perlengkapan kebersihan, kebutuhan kesehatan, serta alat tulis bagi anak-anak. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya membantu keluarga memenuhi kebutuhan yang masih mendesak selama masa pemulihan berlangsung.

Kegiatan tersebut turut didukung oleh Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia atau ILUNI FKM UI serta Priority. Kolaborasi dengan pemerintah desa dan fasilitas kesehatan primer dilakukan agar bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan sekaligus terhubung dengan pendampingan lanjutan.

Bagi keluarga yang terdampak bencana, pemenuhan kebutuhan dasar dapat membantu menciptakan ruang untuk kembali menata kehidupan. Namun, kehilangan rasa tenang dan kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa berikutnya juga membutuhkan perhatian yang sama seriusnya.

Mengembalikan Rasa Aman Setelah Bencana

Program pendampingan di Waekokak menyasar orang dewasa dan anak-anak. Warga dewasa memperoleh penjelasan mengenai respons psikologis yang dapat muncul setelah bencana, termasuk kecemasan dan ketakutan. Mereka juga diajak mengikuti latihan sederhana untuk membantu mengelola perasaan tersebut.

Sri Gusni Febriasari, S.K.M., M.Psi.T., pendiri Komunitas Sobat Sehat sekaligus Sekretaris Jenderal ILUNI FKM UI, menekankan bahwa pembangunan kembali tidak boleh hanya berpusat pada kondisi fisik.

“Rumah bisa dibangun kembali, tetapi rasa aman juga harus dipulihkan, terutama bagi anak-anak yang akan membawa pengalaman ini hingga dewasa,” tutur Gusni.

Pendekatan psikososial menjadi penting karena pengalaman bencana dapat memengaruhi cara warga menjalani hari-hari setelah kejadian. Ketika gempa susulan masih terasa, kekhawatiran dapat muncul kembali meski aktivitas keseharian perlahan mulai berjalan. Dukungan yang dekat dengan kehidupan warga membantu mereka mengenali dan menghadapi reaksi tersebut.

Ruang Aman bagi Anak-anak

Anak-anak mendapat kegiatan yang dirancang sebagai ruang bermain aman. Menggambar, mendengarkan dongeng, dan bermain digunakan untuk memberi kesempatan kepada mereka menyampaikan pengalaman serta emosi dengan cara yang sesuai dengan usia mereka.

Aktivitas kreatif dapat menjadi jembatan ketika seorang anak belum mampu menjelaskan ketakutan atau kesedihannya secara langsung. Melalui gambar dan permainan, pendamping dapat melihat hal-hal yang mungkin sedang dirasakan anak, sementara anak memperoleh suasana yang lebih aman untuk mengekspresikan diri.

Psikolog Siti Kholidiyatus Sa’diyah, M.Psi., menyampaikan bahwa anak kerap memendam ketakutan tanpa banyak bicara.

“Anak-anak sering kali menyimpan rasa takutnya dalam diam. Lewat gambar dan permainan, mereka bisa mengungkapkan apa yang sulit diucapkan,” ujar Siti Kholidiyatus Sa’diyah, M.Psi., Psikolog.

Peran keluarga juga menjadi bagian penting dari pemulihan. Orang tua dianjurkan untuk memberi ruang bagi anak untuk berbicara, mendengarkan tanpa mengabaikan perasaannya, mempertahankan rutinitas yang memungkinkan, serta menghadirkan rasa aman melalui kebersamaan. Kehadiran orang tua dapat membantu anak memahami bahwa ia tidak menghadapi situasi sulit tersebut sendirian.

Pendampingan Berkelanjutan melalui Layanan Kesehatan

Pendampingan di Desa Waekokak dirancang agar tidak berakhir ketika kegiatan lapangan selesai. Tim Sobat Sehat berkoordinasi dengan pemerintah desa dan puskesmas untuk mengarahkan warga atau anak yang memerlukan penanganan lebih lanjut ke layanan kesehatan pemerintah.

Koordinasi ini penting untuk menjaga kesinambungan bantuan psikososial dan kesehatan. Puskesmas, sebagai layanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat, memiliki peran dalam mendampingi warga setelah keadaan darurat berlalu. Melalui jalur rujukan, kebutuhan yang memerlukan perhatian lanjutan dapat ditangani secara lebih terarah.

Pemulihan pascagempa di Nagekeo menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan memiliki beberapa lapisan. Logistik membantu keluarga menjalani kebutuhan harian, sedangkan pendampingan psikososial membantu mereka membangun kembali ketenangan dan kepercayaan diri. Kedua hal tersebut diperlukan agar warga dapat melanjutkan kehidupan dengan dukungan yang lebih utuh.

Di tengah frekuensi gempa susulan yang tinggi, kebutuhan akan rasa aman tetap menjadi perhatian utama bagi warga Waekokak. Dukungan bersama dari komunitas, pemerintah desa, tenaga kesehatan, keluarga, dan mitra terkait diharapkan dapat memperkuat proses pemulihan, khususnya bagi anak-anak dan warga yang masih mengalami kecemasan setelah bencana.

Frequently Asked Questions

What is 7 Pekan Pascagempa Nagekeo Warga Masih?

7 Pekan Pascagempa Nagekeo Warga Masih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 7 Pekan Pascagempa Nagekeo Warga Masih matter?

7 Pekan Pascagempa Nagekeo Warga Masih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *