Sekolah Rakyat Permanen Segera Dibangun di Poltekpar NHI Bandung, Kolaborasi Kemensos dan Kemenpar

Share: X Facebook
khrisna-edit-1784811045-858663f2a5

Sekolah Rakyat Permanen Segera Dibangun di Poltekpar: Kerja Sama Strategis Kemensos dan Kemenpar untuk Sekolah Rakyat Permanen di Bandung Pondokkebaikan.com

Kerja Sama Strategis Kemensos dan Kemenpar untuk Sekolah Rakyat Permanen di Bandung

Pondokkebaikan.com – Kedua kementerian pemerintah Indonesia, yaitu Kementerian Sosial dan Kementerian Pariwisata, telah resmi menandatangani Nota Kesepahaman yang bertujuan memperkuat pengembangan program Sekolah Rakyat. Penandatanganan ini berlangsung di Kampus Dayeuhkolot Politeknik Pariwisata NHI Bandung pada hari Kamis, tanggal 23 Juli 2026. Kesepakatan ini menjadi fondasi penting bagi sinergi kedua instansi dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.

Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah komitmen Kemenpar untuk menyediakan lahan seluas lima hektare guna pembangunan Sekolah Rakyat. Selain itu, dua hektare tambahan dialokasikan untuk fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan bersama oleh siswa Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan hal ini dalam sambutannya.

“Kami di Kementerian Pariwisata, di Politeknik Pariwisata NHI Bandung ini akan memberikan tanah lima hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat dan dua hektare untuk pembangunan fasilitas olahraga yang bisa digunakan bersama dengan anak-anak NHI Bandung,” kata Widiyanti.

Perencanaan Infrastruktur dan Akses Pendidikan Lanjutan

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Ipul menjelaskan bahwa pembangunan gedung permanen ini merupakan bagian dari tahap tiga atau empat dari rencana keseluruhan. Jika seluruh persyaratan teknis telah terpenuhi, Kementerian Pekerjaan Umum akan melaksanakan pembangunan sesuai standar yang telah ditetapkan. Gedung tersebut dirancang untuk menampung sekitar dua ribu siswa yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Sebagai sekolah berasrama, para siswa akan mendapatkan pendampingan selama dua puluh empat jam penuh. Dukungan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi juga akan tersedia, termasuk penggunaan Learning Management System atau LMS untuk mendukung proses belajar mengajar. Gus Ipul menambahkan bahwa tujuan utama sekolah rakyat adalah menghadirkan lingkungan pembelajaran berkualitas serta mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045.

“Tanah yang disiapkan oleh Kementerian Pariwisata ini akan menjadi bagian dari salah satu gedung permanen yang akan dibangun pada tahap tiga atau tahap empat. Jika semua persyaratannya sudah dicukupi, insyaallah Kemen PU akan membangun sesuai standar yang telah ditetapkan,” jelas Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico serta Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb.

Program Beasiswa dan Target Penerimaan

Kemenpar juga berkomitmen untuk berkolaborasi dalam penguatan kualitas pendidikan melalui penyediaan kurikulum pariwisata bagi siswa Sekolah Rakyat. Skema beasiswa akan dibuka bagi para lulusan yang ingin melanjutkan studi ke Politeknik Pariwisata. Widiyanti menyebutkan bahwa alokasi dua puluh persen kursi beasiswa disediakan khusus untuk lulusan sekolah rakyat.

“Sekolah Rakyat ini kami berikan alokasi 20% bisa masuk ke politeknik pariwisata dengan beasiswa,” kata Widiyanti.

Program ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui mekanisme penjangkauan berbasis DTSEN tanpa memerlukan pendaftaran formal. Prioritas diberikan kepada anak-anak yang putus sekolah, berisiko putus sekolah, tidak bersekolah, atau belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali. Sejak beroperasi pada Juli 2025 lalu, program ini telah mencatat berbagai prestasi yang diraih oleh para siswanya.

“Sudah berjalan satu tahun sejak Juli 2025 yang lalu dan kita bangga ada prestasi-prestasi yang sudah dicapai oleh siswa-siswa sekolah rakyat,” kata Gus Ipul.

Penampilan Menakjubkan Siswa Berprestasi

Dalam acara penandatanganan MoU tersebut, penampilan siswa Sekolah Rakyat berhasil menyita perhatian para tamu undangan. Para siswa menampilkan kemampuan berpidato dalam empat bahasa asing yang berbeda. Dede Sarinah dari SRMA 14 Bandung Barat berpidato dalam bahasa Inggris, sementara Voni Rahmaini dari SRMA 11 Bandung menggunakan bahasa Arab. Siti Nuraisyah Putri juga dari SRMA 11 Bandung tampil dengan bahasa Mandarin, dan Alimin dari SRMA 14 Bandung Barat menggunakan bahasa Jepang.

Penampilan lainnya adalah paduan suara siswa yang membawakan lagu berbahasa Sunda berjudul Bandung, dilanjutkan dengan lagu bertema ayah dan ibu. Suasana semakin khidmat saat Vania Ashry dari SRMA 11 Bandung membacakan puisi tentang harapan yang tumbuh kembali melalui Sekolah Rakyat, membuat para tamu undangan terharu.

Frequently Asked Questions

Apa itu Sekolah Rakyat Permanen Segera Dibangun di Poltekpar?

Sekolah Rakyat Permanen Segera Dibangun di Poltekpar adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.

Mengapa Sekolah Rakyat Permanen Segera Dibangun di Poltekpar penting?

Sekolah Rakyat Permanen Segera Dibangun di Poltekpar penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Bagaimana cara memakai panduan Sekolah Rakyat Permanen Segera Dibangun di Poltekpar ini?

Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *