Pramono Izinkan ASN DKI Begadang Nonton Final Piala Dunia, Asal Kerja Jangan Kurang

Share: X Facebook
khrisna-edit-1784327249-b7571172bd

Pramono Anung Buka Peluang ASN DKI Jakarta Nonton Final Piala Dunia 2026, Syaratnya Jelas

Pramono Izinkan ASN DKI Begadang Nonton – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi memberikan persetujuan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tetap berada di kantor atau beristirahat sambil menonton pertandingan final Piala Dunia 2026. Pertandingan yang mempertemukan tim nasional Spanyol dengan Argentina ini dijadwalkan berlangsung pada Senin pagi, tepatnya tanggal 20 Juli 2026, dengan kickoff pukul 02.00 waktu Indonesia Barat.

Kondisi Utama: Kinerja Tidak Boleh Turun

Izin yang diberikan oleh sang gubernur bukanlah tanpa batas. Terdapat satu ketentuan pokok yang harus dipatuhi oleh setiap ASN yang ingin memanfaatkan kesempatan ini. Syarat tersebut adalah menjaga kualitas pekerjaan dan memastikan bahwa produktivitas tidak mengalami penurunan selama masa menonton berlangsung. Pramono menekankan bahwa antusiasme terhadap sepak bola memang sangat tinggi saat ini, namun tanggung jawab profesional tetap menjadi prioritas utama.

“Bola ini lagi betul-betul atensi publiknya luar biasa,” ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta pada hari Jumat, 17 Juli 2026.

Lebih lanjut, gubernur menjelaskan bahwa tidak ada larangan bagi ASN Jakarta untuk menonton. Yang terpenting adalah pekerjaan sehari-hari tidak terabaikan. Jika ada pegawai yang memilih untuk begadang demi menyaksikan laga tersebut, hal itu diperbolehkan asalkan hasil kerja mereka tetap optimal. Pernyataan ini disampaikan dengan nada terbuka dan memahami kondisi emosional masyarakat yang sedang antusias terhadap turnamen terbesar dunia ini.

Alasan Antusiasme Tinggi Terhadap Final 2026

Pramono menilai bahwa rasa semangat yang dirasakan banyak orang terhadap final kali ini sangat wajar. Argentina, salah satu peserta final, membawa narasi perjalanan yang menarik sejak awal turnamen. Salah satu momen yang paling diingat publik adalah pertandingan babak semifinal melawan Inggris. Dalam tujuh menit terakhir pertandingan tersebut, Argentina berhasil membalikkan keadaan dengan gemilang.

“Semua orang melihat pertandingan kemarin terakhir ketika Argentina melawan Inggris, 7 menit terakhir itu menurut saya luar biasa. Kalau dulu ada Tangan Tuhan, sekarang ada Kaki Messi yang dua kali assist yang terjadi gol menurut saya luar biasa,” tuturnya.

Momen tersebut menjadi sorotan karena Lionel Messi, legenda sepak bola dunia, kembali menunjukkan kehebatannya di panggung internasional. Dengan dua assist krusial dalam waktu singkat, Messi membantu Argentina melaju ke babak final. Hal ini semakin memperkuat posisi Argentina sebagai salah satu favorit juara di turnamen yang diselenggarakan secara bersama-sama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini.

Narasi Epik Messi dan Lamine Yamal

Selain performa Argentina, Pramono juga menyoroti kisah personal yang akan terjadi di lapangan hijau nanti. Pertemuan antara Lionel Messi dengan Lamine Yamal, bintang muda asal Spanyol, diprediksi menjadi momen bersejarah. Yamal, yang masih sangat muda, telah menjadi salah satu pemain paling menonjol di timnas Spanyol. Interaksi antara dua generasi pemain terbaik dunia ini akan menambah nilai dramatis pada pertandingan puncak tersebut.

“Ini juga ada sejarah bahwa di Spanyol itu ada Yamal. Jadi, cerita tentang final bola kali ini sangat epik sekali,” ucapnya.

Kedua pemain ini mewakili era berbeda namun sama-sama menjadi ikon sepak bola modern. Messi yang sudah lama mendominasi dunia sepak bola akan berhadapan dengan Yamal yang sedang naik daun. Dinamika ini membuat final 2026 tidak hanya sekadar pertandingan biasa, melainkan juga sebuah perayaan atas evolusi permainan sepak bola global.

Pramono Juga Akan Hadir di JIS

Tidak hanya memberikan izin kepada ASN, Pramono sendiri berencana untuk hadir dalam acara nonton bareng yang akan diselenggarakan di Jakarta International Stadium (JIS). Acara tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat Jakarta untuk bersama-sama mendukung tim favorit mereka. Dengan frekuensi penyelenggaraan Piala Dunia yang hanya setiap empat tahun sekali, kesempatan untuk menonton secara langsung atau bersama-sama menjadi sangat berharga.

“Jadi menurut saya, ya monggo-monggo saja, ini kan 4 tahun sekali lah,” pungkasnya.

Keputusan Pramono ini mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang fleksibel namun tetap berprinsip. Dengan memberikan ruang bagi ASN untuk menikmati momen bersejarah tanpa mengorbankan tugas, pemerintah provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa kesejahteraan dan kebahagiaan pegawai juga menjadi bagian dari visi pembangunan manusia Jakarta. Masyarakat pun diharapkan dapat merasakan dampak positif dari kebijakan ini melalui peningkatan moral dan semangat kerja setelah turnamen berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *