Gagal Tembus Barikade Polisi, Massa Pendemo Berikan 3 Tuntutan Ini

Share: X Facebook
khrisna-edit-1784326799-e9d854940e

Massa Pendemo Gagal Tembus Barikade Polisi, Ajukan Tiga Tuntutan Penting

Gagal Tembus Barikade Polisi Massa Pendemo – Jakarta, Jumat (17/7/2026) – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat mengalami kendala signifikan ketika massa pendemo gagal tembus barikade polisi di kawasan Jalan Merdeka Selatan. Unjuk rasa bertema Mosi Tidak Percaya ini berlangsung dari siang hingga malam hari, menarik perhatian banyak pihak yang mengikuti perkembangan situasi di Ibu Kota.

Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat telah berkumpul untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah. Meskipun akhirnya aksi terhenti di lokasi akibat pemasangan barikade oleh kepolisian, para pendemo tetap memberikan tiga tuntutan utama sebelum membubarkan diri secara tertib pada malam hari.

Tiga Tuntutan Utama yang Disampaikan

Annur, yang dikenal sebagai Jenderal Lapangan dalam aksi tersebut, menjelaskan bahwa ada tiga poin penting yang dibawa oleh para pendemo. Pertama, pemulihan supremasi sipil yang selama ini dianggap mulai terkikis. Kedua, pembongkaran sistem negara yang dinilai sudah bobrok dan tidak lagi berfungsi optimal. Ketiga, pemerataan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

“Walaupun kita belum mendapat jawaban dari pemerintah,” ujar Annur kepada para wartawan yang meliput aksi tersebut.

Annur juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk terus bersolidaritas dan mengawal jalannya pemerintahan. Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat penting dalam memastikan bahwa suara rakyat tidak tenggelam di tengah hiruk-pikuk politik nasional.

Hambatan di Perjalanan Menuju Patung Kuda

Sedianya, seluruh rangkaian aksi direncanakan akan berlangsung di kawasan Patung Kuda. Namun, pihak kepolisian memasang barikade besi di sepanjang Jalan Merdeka Selatan yang menyebabkan massa aksi tertahan dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Koorlap UNJ, Ahmad Faizi, menceritakan bahwa polisi melarang mereka dengan alasan yang menurutnya kurang masuk akal.

Ahmad Faizi menambahkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah menuruti perintah polisi untuk tidak melakukan aksi di Bundaran HI. Namun, ketika mereka mencoba menuju Patung Kuda, barikade kembali menjadi penghalang. “Sangat disayangkan sebenarnya,” kata Ahmad Faizi dengan nada kecewa.

Pihak kepolisian melarang dengan alasan demi kenyamanan masyarakat, meskipun sebenarnya sudah ada kesepakatan sebelumnya.

Situasi Memanas Saat Massa Coba Terobos Barikade

Beberapa momen tegang terjadi ketika massa pendemo mencoba terobos barikade polisi untuk mencapai Patung Kuda. Namun, setelah melalui proses negosiasi, para pendemo memutuskan untuk tetap berada di lokasi dan menyampaikan tuntutan mereka di sana.

Diketahui sebelumnya, beberapa elemen masyarakat sipil dan mahasiswa juga melakukan unjuk rasa di sekitar Patung Kuda pada hari yang sama. Mereka menyampaikan Mosi Tidak Percaya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Pendemo Bubar Tertib, Lalu Lintas Normal Kembali

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi hingga pukul 18.01, demonstran mulai meninggalkan titik aksi dengan tertib. Situasi lalu lintas di Jalan Merdeka Selatan juga telah kembali normal setelah para pendemo membubarkan diri. Para peserta aksi membawa poster @AliansiUNJmelawan yang berisi ajakan untuk mosi tidak percaya terhadap rezim saat ini.

Ahmad Faizi juga menjelaskan bahwa aliansi Majelis Perjuangan Rakyat akan melakukan konsolidasi lanjutan untuk mempersiapkan aksi-aksi berikutnya. Ia berharap pemerintah dapat merespons tuntutan yang telah disampaikan dengan serius dan memberikan jawaban yang memuaskan bagi seluruh rakyat Indonesia.

(Reporter: Alif Bintang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *