Tak Banyak yang Tahu, Pramono Anung Ternyata Punya Peran Khusus di Antara Megawati dan SBY

Tak Banyak yang Tahu: Peran Pramono di Antara Megawati dan SBY

Pondokkebaikan.com – Tak Banyak yang Tahu Pramono Anung pernah menjadi perantara pesan langsung antara Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono. Fakta itu terungkap bukan di ruang sidang atau forum politik, melainkan di panggung pembukaan pameran seni rupa SBY Art Community yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Gubernur DKI Jakarta tersebut memanfaatkan momen apresiasi karya visual untuk menyingkap sisi diplomatik personal yang selama ini tertutup dari sorotan publik.

“Pasti tidak banyak orang yang tahu,” ucapnya di hadapan hadirin, merujuk pada fungsi penghubung yang ia jalankan secara diam-diam di antara dua tokoh besar politik nasional.

Persahabatan Lintas Partai Sejak 1999

Kedekatan Pramono dengan SBY berakar jauh sebelum peta koalisi dan oposisi berubah drastis pasca-reformasi. Ia menegaskan bahwa dialog personal keduanya telah terjalin sejak tahun 1999. Konteksnya penting: PDI Perjuangan, partai yang menaungi Pramono, menghabiskan satu dekade penuh di luar pemerintahan. Selama periode itu, interaksi lintas kubu antara kader partai oposisi dan figur penguasa kerap diwarnai ketegangan. Pramono memilih jalur berbeda—mempertahankan komunikasi personal tanpa membiarkan posisi institusional memutus benang dialog.

“Saya menjadi saksi sejarah panjang sebenarnya,” lanjutnya dalam pidato sambutan yang membuka rangkaian acara seni tersebut. Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa kehadirannya bukan sekadar tamu kehormatan, melainkan pengamat langsung atas transformasi politik nasional selama lebih dari dua dekade.

Tiga Lukisan dan Dimensi Estetik Hubungan

Di luar ranah politik, Pramono menggarisbawahi dimensi lain dari relasinya dengan SBY: seni lukis. Sebelum memutuskan maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, ia pernah berkunjung ke kediaman SBY dan terlibat percakapan panjang tentang tatanan seni. Pertemuan itu, menurutnya, sama sekali tidak menyentuh isu pilkada.

“Di situlah pertama kali saya melihat secara langsung lukisan-lukisan beliau yang luar biasa. Jadi kami tidak bicara mengenai Pilgub pada waktu itu, tapi lebih bicara mengenai tatanan yang lebih luas dan bicara mengenai seni.”

Kedekatan estetik itu berbuah konkret. Pramono kini memiliki tiga lukisan karya SBY: satu diperoleh melalui permintaan langsung, satu ditunjukkan pada sang mantan presiden saat proses seleksi di Ashta sehingga SBY akhirnya mengetahui keberadaannya, dan satu lagi dibeli dari pihak lain. Bagi Pramono, kepemilikan karya-karya tersebut bukan sekadar koleksi, melainkan bentuk penghormatan personal.

“Alhamdulillah, saya sekarang punya tiga lukisan beliau. Yang satu diketahui beliau karena saya minta langsung kepada beliau. Yang satu, saya antara beliau tahu atau nggak, cuma akhirnya beliau tahu karena saya tunjukkan pada saat bidding di Ashta pada waktu itu. Dan yang satu adalah saya beli dari orang lain. Jadi saya mengagumi ini.”

Sosok Multitalenta dan Pesan Penutup

Dalam pidatonya, Pramono melukiskan SBY sebagai figur “par excellence” dalam kemampuan lintas disiplin: jenderal bintang empat yang pernah memimpin operasi militer, ketua umum partai yang menaiki kursi kepresidenan, sekaligus seniman aktif di berbagai medium—bermain gitar, menulis dan membacakan puisi, melukis, hingga berolahraga bola voli.

“Sebagai tentara, Jenderal bintang empat. Sebagai Ketua Umum partai, menjadi Presiden. Sebagai seniman, senimannya terlalu banyak.”

Menutup pidato, Pramono mengalihkan narasi ke arah normatif. Ia mengajak politisi muda dan senior meneladani gaya berpolitik SBY, khususnya kemampuan menyampaikan kritik substansial tanpa memicu reaksi emosional dari pihak yang dikritik.

“Beliau menjadi role model yang tidak gampang. Mengkritik atau menyampaikan pesan, terakhir kemarin saya juga mengikuti pesan terakhir yang beliau buat, sangat substansi tetapi tidak membuat orang marah.”

FAQ

Di mana dan kapan pernyataan Pramono tentang perannya sebagai perantara Megawati–SBY disampaikan? Pernyataan itu diucapkan dalam pidato pembukaan pameran SBY Art Community di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Agustus 2026.

Sejak kapan hubungan personal Pramono Anung dan SBY terjalin? Menurut Pramono sendiri, dialog personal keduanya telah berlangsung sejak tahun 1999, jauh sebelum dinamika koalisi dan oposisi berubah secara drastis.

Berapa lukisan karya SBY yang dimiliki Pramono Anung? Tiga lukisan. Satu diperoleh melalui permintaan langsung kepada SBY, satu ditunjukkan saat proses seleksi di Ashta, dan satu dibeli dari pihak lain.

Apa pesan utama yang disampaikan Pramono kepada politisi di akhir pidato? Ia mengajak politisi meneladani kemampuan SBY menyampaikan kritik yang substansial tanpa membuat pihak yang dikritik marah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *