Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah: Disemprot Istana hingga Dianggap Tak Paham Hukum

Share: X Facebook
khrisna-edit-1784687071-7de09720ea

Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah: Hotman Paris Hadapi Kritik Setelah Membela Febrie Adriansyah Pondokkebaikan.com – Pengacara ternama

Hotman Paris Hadapi Kritik Setelah Membela Febrie Adriansyah

Pondokkebaikan.com – Pengacara ternama Indonesia, Hotman Paris Hutapea, kembali menjadi pusat perhatian publik. Kali ini, ia mengambil posisi membela mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Pembelaan ini muncul terkait dugaan pelanggaran hukum yang melibatkan Febrie, khususnya kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan PT Asabri.

Keputusan Hotman untuk mendampingi Febrie tidak serta merta diterima dengan baik. Pernyataan yang dilontarkannya mengenai perlunya izin dari Presiden dalam penetapan Febrie sebagai tersangka memicu gelombang kritik. Pihak Istana Kepresidenan, Partai Gerindra, hingga para praktisi hukum memberikan tanggapan tegas terhadap posisi yang diambil oleh pengacara berusia 66 tahun tersebut.

Profil dan Perjalanan Karir Hotman Paris

Hotman Paris Hutapea lahir pada tanggal 20 Oktober 1959 di Desa Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Perjalanan pendidikannya dimulai dari Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan di Bandung, tempat ia meraih gelar sarjana pada tahun 1981. Tidak berhenti di sana, ia melanjutkan studi ke jenjang magister di University of Technology Sydney, Australia, yang diselesaikan pada tahun 1990. Gelar doktor pun ia raih dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran pada tahun 2011.

Nama Hotman semakin melekat di kancah hukum Indonesia setelah menangani berbagai kasus berskala besar. Gaya penampilannya yang unik dan berbeda dari pengacara pada umumnya turut membantu popularitasnya di mata masyarakat luas. Kini, ia kembali menjadi sorotan media setelah menerima pendampingan perkara Febrie Adriansyah.

Peran Febrie Adriansyah dan Dugaan Pelanggaran

Febrie Adriansyah dikenal sebagai tokoh penting di Gedung Bundar. Ia mengundurkan diri dari jabatannya setelah menjalani serangkaian penggeledahan yang dilakukan oleh Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya. Setelah resmi mundur dari kursi Jampidsus, Febrie ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian atas dugaan korupsi dan TPPU dalam kasus Asabri.

Menariknya, saat proses penyidikan kasus tersebut berlangsung oleh pihak kejaksaan, Febrie masih menjabat sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung. Selama masa jabatannya sebagai Direktur Penyidikan, Febrie berhasil membongkar sejumlah kasus besar. Di antaranya adalah dugaan korupsi yang melibatkan Jiwasraya, Asabri, Garuda Indonesia, serta pengadaan BTS di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Klaim Hotman dan Reaksi Istana

Dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada hari Jumat, 17 Juli 2026, Hotman Paris mengungkapkan alasannya mendampingi Febrie. Ia merasa terdapat kejanggalan dalam perkara tersebut. Bahkan, Hotman menegaskan bahwa ia tidak mengharapkan imbalan finansial atas pendampingan ini.

“Itulah saya mau saya terpanggil ya karena saya merasa ada yang benar,” ujar Hotman Paris.

Klaim Hotman bahwa penetapan tersangka terhadap Febrie oleh Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya tidak mendapat izin dari Presiden Prabowo Subianto menjadi bahan perdebatan. Pihak Istana Kepresidenan merespons pernyataan tersebut dengan sikap tegas. Selain itu, keputusan Hotman untuk membela Febrie juga berdampak pada penurunan jumlah pengikut di akun media sosialnya secara signifikan.

Konflik dengan Media dan Permintaan Maaf

Konferensi pers malam hari tersebut tidak berjalan mulus. Hotman Paris sempat tersulut emosi saat menghadapi pertanyaan dari awak media. Dalam momen tersebut, ia melontarkan pertanyaan retoris, “lu punya otak enggak?” kepada salah seorang wartawan. Ungkapan ini langsung menuai kritik dari berbagai organisasi pers, termasuk Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Setelah menerima berbagai tanggapan, Hotman akhirnya meminta maaf. Ia menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Senin, 20 Juli 2026.

“Peryataan maaf dari saya Hotman Paris sehubungan dengan adanya imbauan dari PWI dan juga rekan-rekan wartawan lainya dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya,” jelas Hotman.

Hotman kemudian memberikan klarifikasi mengenai insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa pernyataannya tidak dikutip secara utuh oleh media. Menurut Hotman, wartawan pertama menanyakan apakah instansi terkait memiliki acara tersembunyi. Ia menjawab bahwa ia tidak tahu karena tidak memiliki kapasitas untuk menjawab. Namun, sebelum jawabannya selesai, wartawan kedua bertanya apakah instansi tersebut melakukan kekeliruan. Kondisi inilah yang membuat Hotman emosi dan melontarkan pertanyaan tersebut.

“Fakta kejadianya adalah wartawan pertama bertanya apakah instansi terkait punya acara tersembunyi, ‘saya jawab saya tidak tahu’, saya gak punya kapasitas menjawab itu, belum selesai saya jawab wartawan kedua bertanya apakah instasi tersebut melakukan kekeliuran, akhirnya saya emosi saya jawab kamu punya otak gak si,” kata dia.

Hotman mengakui bahwa pada saat itu dirinya memang sedang dalam kondisi emosional. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada niat buruk di balik pernyataannya. Ia meminta maaf kepada wartawan yang bersangkutan serta seluruh organisasi wartawan di Indonesia.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto masih mempertimbangkan siapa yang akan menggantikan posisi Febrie Adriansyah sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus. Situasi ini menambah kompleksitas dinamika hukum yang sedang berlangsung di Indonesia.

Frequently Asked Questions

Apa itu Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah?

Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.

Mengapa Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah penting?

Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Bagaimana cara memakai panduan Kontroversi Hotman Paris Bela Febrie Adriansyah ini?

Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *