Kematian Perwira Kopassus di Surakarta, TB Hasanuddin Minta Diusut Tuntas dan Transparan

47675-anggota-komisi-i-dpr-ri-tb-hasanuddin

Kematian Perwira Kopassus di Surakarta Diminta Diusut Transparan

Pondokkebaikan.com – Kematian Perwira Kopassus di Surakarta menjadi perhatian anggota Komisi I DPR RI, Mayor Jenderal TNI (Purn) TB Hasanuddin. Ia meminta insiden yang menimpa Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid itu diselidiki secara tuntas, profesional, objektif, dan terbuka agar penyebab kematian korban dapat dipastikan berdasarkan fakta.

Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid meninggal dalam insiden di gudang senjata Surakarta pada 24 Oktober 2026. Berdasarkan klarifikasi Kopassus, peristiwa tersebut terjadi akibat kecelakaan teknis berupa ledakan pistol saat korban beraktivitas di instalasi persenjataan.

Jenazah almarhum telah dipulangkan ke Sorong pada 25 Oktober 2026. Insiden tersebut juga disebut terekam kamera CCTV, yang dapat menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan untuk menyusun kronologi secara utuh.

TB Hasanuddin Minta Fakta Diungkap Secara Terang

TB Hasanuddin menyampaikan duka cita atas wafatnya perwira muda Korps Baret Merah tersebut. Menurutnya, keluarga yang ditinggalkan harus memperoleh kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa duka.

“Saya turut berduka cita atas meninggalnya Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid. Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius, dan saya berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar TB Hasanuddin dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Ia menilai pengungkapan fakta yang jelas sangat diperlukan untuk memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban. Penyelidikan yang berjalan terbuka juga dinilai penting untuk mencegah munculnya spekulasi dan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan di tengah masyarakat.

Dalam penanganan kematian perwira Kopassus di Surakarta, Hasanuddin menekankan bahwa seluruh rangkaian pemeriksaan harus dilakukan tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku. Bila ditemukan unsur kelalaian kedinasan ataupun tindak pidana, pihak yang bertanggung jawab perlu diproses sesuai hukum militer dan aturan perundang-undangan.

Hasanuddin juga meminta seluruh pihak menahan diri serta tidak mendahului hasil penyelidikan resmi. Ia menilai informasi yang beredar perlu disikapi secara hati-hati agar tidak menambah beban keluarga korban maupun menimbulkan keresahan publik.

Klarifikasi Resmi dari Markas Kopassus

Markas Satuan Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat telah memberikan penjelasan mengenai kabar duka tersebut. Kepala Penerangan Kopassus Kolonel Indra Mardianto menyatakan informasi yang menyebut Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid meninggal akibat ditembak rekan sesama prajurit TNI adalah keliru dan tidak berdasar.

Menurut Kolonel Indra, insiden fatal itu berasal dari kecelakaan teknis saat almarhum beraktivitas di fasilitas persenjataan. Keterangan resmi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat terkait kematian perwira Kopassus di Surakarta.

Kejelasan informasi dari institusi TNI dinilai penting, terutama ketika kabar mengenai sebuah peristiwa telah menyebar luas di media sosial. Penyampaian keterangan yang akurat dan proaktif dapat membantu mengurangi kabar simpang siur sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap proses pemeriksaan yang dilakukan.

Bagi TB Hasanuddin, inti penanganan perkara ini adalah memastikan seluruh fakta terungkap secara terang benderang. Selain menghormati hak-hak keluarga korban, proses tersebut diperlukan untuk memastikan setiap dugaan pelanggaran ditangani secara adil dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

FAQ Kematian Perwira Kopassus di Surakarta

Siapa perwira Kopassus yang meninggal?

Perwira yang meninggal adalah Letda Inf Jihad Ahmad Al-Rasyid, seorang perwira muda Kopassus.

Kapan dan di mana insiden terjadi?

Insiden terjadi pada 24 Oktober 2026 di gudang senjata atau instalasi persenjataan di Surakarta.

Apa penjelasan resmi Kopassus mengenai penyebab kematian?

Kopassus menyatakan korban meninggal akibat kecelakaan teknis berupa ledakan pistol, bukan karena ditembak oleh rekan sesama prajurit.

Apa yang diminta TB Hasanuddin?

TB Hasanuddin meminta penyelidikan dilakukan secara tuntas, profesional, objektif, dan transparan untuk memastikan kronologi serta penyebab kematian yang sebenarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *