Besok, Aksi Mahasiswa UI-IPB di Jakarta
Pondokkebaikan.com – Besok Front Mahasiswa UI hingga IPB beserta koalisi kampus lain akan turun ke jalan pada Selasa, 18 Agustus 2026, dalam demonstrasi yang diberi tajuk ‘Merebut Kemerdekaan’. Titik kumpul massa ditetapkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, sementara rombongan berangkat dari area kampus Universitas Indonesia di Depok. Aksi ini merupakan kelanjutan langsung dari gelombang protes Juni 2026 yang menuntut perubahan kebijakan ekonomi dan tata kelola negara.
Koalisi yang memimpin gerakan kali ini terdiri atas Front Mahasiswa Nasional (FMN) UI, Badan Eksekutif Mahasiswa UI, Perhimpunan Mahasiswa Nasional Jakarta, Institut Pertanian Bogor, dan sejumlah organisasi pelajar demokratis lainnya. Seluruh pihak menyatukan agenda pada dua poros utama: kondisi ekonomi rakyat dan perlindungan ruang demokrasi sipil.
Rute, Logistik, dan Alasan Pemilihan Lokasi
Axel Wirasakti, Ketua FMN UI, mengumumkan jadwal dan arah gerak demonstrasi pada Senin, 17 Agustus 2026. Massa akan bergerak secara terorganisir dari Depok menuju pusat ibu kota.
“FMN UI bersama dengan gerakan Demokratis mahasiswa seperti BEM UI, PNJ, IPB akan menyelenggarakan aksi demonstrasi kembali esok, 18 Agustus 2026,” ujar Axel Wirasakti. “Aksi kami akan berangkat dari kampus UI Depok, menuju titik Aksi di Bundaran HI.”
Pemilihan Bundaran HI bukan kebetulan. Kawasan tersebut bersebelahan dengan Istana Negara, Kementerian Koordinator, dan kantor-kantor kementerian yang menentukan arah kebijakan publik. Secara geografis maupun simbolis, pesan demonstrasi langsung diarahkan ke pengambil keputusan tertinggi.
Tuntutan Ekonomi: MBG, KDMP, dan Daya Beli
Inti agenda ekonomi berpusat pada penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih. FMN UI menilai kedua skema itu belum menjawab kebutuhan riil masyarakat dan mengalokasikan anggaran secara tidak proporsional. Sebagai alternatif, mahasiswa mendesak penyediaan pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi—komitmen yang telah mereka usung sejak aksi Juni 2026.
“Kami masih dalam komitmen yang sama, mendesak tuntutan utama rakyat untuk dimenangkan. Kami tetap menuntut untuk dihentikannya program MBG dan KDMP, mahasiswa butuh pendidikan gratis sampai jenjang kuliah,” tegas Axel.
Di luar isu program pemerintah, lonjakan harga bahan kebutuhan pokok dan BBM menjadi sorotan utama. Axel menekankan bahwa inflasi pangan dan energi bukan sekadar angka statistik, melainkan beban harian yang dirasakan langsung oleh keluarga pekerja, pedagang kecil, dan masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.
“Kami juga mendesak untuk segera turunkan harga bahan pokok dan BBM yang menjadi masalah harian rakyat Indonesia,” katanya.
Konteks makro memperkuat urgensi tuntutan tersebut. Sejak pertengahan 2026, tekanan terhadap daya beli rumah tangga meningkat seiring pelemahan nilai tukar dan kenaikan biaya logistik. Tanpa intervensi kebijakan yang tegas, jurang antara pendapatan dan biaya hidup diprediksi terus melebar, memperdalam kerentanan sosial di tingkat akar rumput.
Tuntutan Demokrasi: Represi, Militerisme, dan Yon TP
Dimensi kedua dari aksi ‘Merebut Kemerdekaan’ menyentuh ruang demokrasi sipil. Koalisi mahasiswa secara eksplisit menuntut penghentian segala bentuk tindakan represif terhadap aktivis, jurnalis, dan warga yang bersuara kritis. Mereka juga menolak penetrasi logika militerisme ke dalam institusi sipil—birokrasi, pendidikan, dan ruang publik.
“Ditambah soal demokratisasi, kami menuntut untuk dihentikannya represifitas, hentikan militerisme ranah sipil, serta bubarkan Yon TP,” imbuh Axel.
Pembubaran Yon TP (Yon Teritorial Prajurit) merujuk pada satuan militer yang dinilai memiliki peran berlebihan dalam urusan yang seharusnya menjadi kewenangan sipil. Tuntutan ini sejalan dengan prinsip negara hukum yang menempatkan TNI pada posisi profesional tanpa intervensi ke dalam kebijakan domestik.
FMN UI turut menyuarakan kritik terhadap retorika Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai pidato kenegaraannya. Mahasiswa menilai sejumlah pernyataan kepala negara tidak sejalan dengan realitas kehidupan masyarakat dan justru memperlebar jarak antara wacana kebijakan dan kebutuhan rakyat.
FAQ: Hal yang Perlu Diketahui
Kapan dan di mana aksi ini berlangsung? Demonstrasi dijadwalkan Selasa, 18 Agustus 2026. Titik kumpul massa berada di Bundaran HI, Jakarta, dengan keberangkatan awal dari area kampus UI Depok.
Siapa yang mengorganisasi aksi? Koalisi dipimpin FMN UI bersama BEM UI, PNJ, IPB, dan sejumlah organisasi mahasiswa demokratis lainnya. Axel Wirasakti selaku Ketua FMN UI menjadi juru bicara utama.
Apa saja tuntutan utama? Penghentian program MBG dan KDMP, penyediaan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi, penurunan harga bahan pokok dan BBM, penghentian represi terhadap warga kritis, penolakan militerisme di ranah sipil, serta pembubaran Yon TP.
Apakah aksi ini terkait dengan protes Juni 2026? Ya. Aksi ‘Merebut Kemerdekaan’ merupakan kelanjutan langsung dari gelombang demonstrasi mahasiswa Juni 2026 yang menuntut perubahan kebijakan ekonomi dan tata kelola negara.



