New Policy: Sudin Pusip Jakbar luncurkan Program “CINTA” awal Mei 2026
Sudin Pusip Jakbar Luncurkan Program “CINTA” Awal Mei 2026
New Policy – Jakarta, Rabu – Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Sudin Pusip) Jakarta Barat (Jakbar) akan menggelar program baru bernama “CINTA” di awal bulan Mei 2026. Program ini dirancang untuk mendukung pengembangan kognitif bayi dan anak balita melalui metode bercerita yang disesuaikan dengan usia mereka. Menurut Kepala Sudin Pusip Jakbar, Ahmad Jazuri, kegiatan peluncuran akan dilakukan di Kantor Pusip, dengan harapan program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat.
Program “CINTA” sebagai Upaya Perkembangan Otak Bayi
Dalam program “CINTA” atau Cerita untuk Janin dan Balita, ibu hamil serta ibu yang memiliki anak di bawah lima tahun akan diajarkan teknik bercerita yang efektif. “Kita berencana meluncurkan program ini pada 8 Mei 2026, dan kegiatannya akan diadakan di Kantor Pusip,” jelas Ahmad Jazuri saat diwawancara oleh ANTARA di Jakarta. Ia menegaskan bahwa metode ini dirancang khusus untuk memperkuat hubungan antara ibu dan anak, sekaligus memfasilitasi pertumbuhan otak bayi sejak dalam kandungan.
“Itu cara bercerita kita latih, kita ajarkan,” ujar Ahmad. Dengan melibatkan teknik storytelling, ibu akan memahami bagaimana menggali potensi anaknya melalui narasi yang tepat. Metode ini bertujuan untuk memicu aktivitas saraf otak bayi, yang pada akhirnya bisa membantu mencegah kondisi stunting atau masalah keterlambatan perkembangan fisik dan mental.
Menurut Jazuri, cerita yang diberikan kepada janin atau balita tidak sembarangan. “Cerita juga bukan semuanya cerita, itu ada kategori dan metode spesifiknya,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa narasi dibuat dengan memperhatikan ragam intonasinya, sekaligus mengadaptasi cara penyampaian agar sesuai dengan tahap perkembangan anak. “Ini bukan cerita untuk anak SD atau SMP, tapi untuk kelompok usia yang lebih dini,” lanjut Jazuri.
Peran Kesehatan dan PKK dalam Program “CINTA”
Program ini dilakukan dengan kolaborasi antara Sudin Pusip Jakbar, Suku Dinas Kesehatan, serta kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat. “Ibu-ibu PKK ini kan yang paling dekat dengan masyarakat, makanya kita ajak kolaborasi,” tutur Jazuri. Ia menjelaskan bahwa PKK berperan sebagai penghubung utama untuk menjangkau ibu hamil dan balita di berbagai lingkungan. Dengan adanya kerja sama ini, program “CINTA” diharapkan dapat menyebar ke lebih banyak wilayah sebelum secara resmi diluncurkan.
Menurut Jazuri, program ini tidak hanya berbasis pada teori, tetapi sudah diperkuat oleh penelitian dan pengalaman langsung. “Kita sudah menerapkan program ini di dua sampai tiga RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) dalam sebulan terakhir, dan hasilnya cukup menggembirakan,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa teknik bercerita yang diajarkan telah diuji coba di lokasi-lokasi tertentu, sebelum diperkenalkan secara luas.
Manfaat Program “CINTA” bagi Masyarakat
Program “CINTA” dirancang untuk memberikan manfaat yang nyata, baik bagi ibu maupun anak. Dalam sambungannya, Jazuri menekankan bahwa bercerita secara rutin kepada janin atau balita dapat membangun kebiasaan baik dalam komunikasi antar keluarga. “Ini cara untuk memastikan anak merasa nyaman dan terbiasa dengan proses belajar sejak dini,” kata dia. Selain itu, teknik storytelling yang diajarkan juga diharapkan bisa meningkatkan keterlibatan anak dalam berbagai aktivitas pendidikan sehari-hari.
Manfaat program ini mencakup pengembangan kognitif anak, serta peningkatan kualitas asuhan ibu selama masa kehamilan dan masa pertumbuhan balita. “Kita picu syaraf-syarat di otaknya sejak dalam kandungan, melalui interaksi verbal yang konsisten,” jelas Jazuri. Ia menambahkan bahwa proses ini bisa membantu mencegah stunting, yang merupakan kondisi keterlambatan pertumbuhan yang sering terjadi pada anak di bawah lima tahun.
Perkembangan Program “CINTA” di Tingkat Lokal
Sebelum peluncuran resmi pada 8 Mei 2026, program “CINTA” telah diuji coba di beberapa ruang publik ramah anak di Jakarta Barat. “Sudah jalan di dua sampai tiga RPTRA dalam sebulan, launching-nya awal bulan depan,” pungkas Jazuri. Ia mengungkapkan bahwa hasil dari uji coba ini memberikan bukti bahwa program ini bisa menjadi solusi efektif untuk meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak.
Dalam pengembangan program ini, Sudin Pusip Jakbar bekerja sama dengan komunitas storytelling serta ahli psikologi dari berbagai universitas. “Ini program yang sudah profesional karena melibatkan pengetahuan dari bidang perpustakaan, kesehatan, dan psikologi,” katanya. Kolaborasi ini diharapkan bisa memberikan pendekatan yang lebih holistik, baik dalam pemahaman narasi maupun dampak psikologisnya terhadap anak.
Strategi dan Tujuan Peluncuran Resmi
Adapun peluncuran resmi program “CINTA” pada 8 Mei 2026 akan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Jazuri menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar masyarakat bisa melihat langsung bagaimana teknik storytelling diaplikasikan dalam konteks kehidupan sehari-hari. “Kita ingin menunjukkan bahwa bercerita adalah alat yang bisa digunakan untuk memperkuat hubungan antara orang tua dan anak,” katanya.
Program ini juga diharapkan bisa menjadi wadah untuk melatih keterampilan komunikasi ibu hamil dan ibu balita. “Ini bukan hanya sekadar bercerita, tapi juga cara mengajarkan anak untuk mendengarkan dan berinteraksi,” tutur Jazuri. Ia menekankan bahwa teknik bercerita yang diajarkan dirancang agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhan anak di berbagai tahap pertumbuhan. “Kita memberikan panduan spesifik agar cerita tidak hanya menghibur, tapi juga memberikan nilai edukasi,” tambahnya.
Perkembangan Selanjutnya dan Harapan Masa Depan
Jazuri menyebutkan bahwa program “CINTA” akan terus dikembangkan, baik dalam metode penyampaian maupun tingkat partisipasi masyarakat. “Kita ingin program ini bisa berkelanjutan dan diakui oleh berbagai pihak,” kata dia. Ia berharap dengan adanya program ini, kebiasaan bercerita di lingkungan keluarga akan semakin ditegaskan, sehingga anak-anak bisa mendapatkan stimulasi awal yang baik.
Menurut Jazuri, peluncuran resmi pada 8 Mei 2026 menjadi titik awal untuk memperluas cakupan program ini. “Kita akan menyelenggarakan pelatihan dan sesi interaktif agar masyarakat lebih paham cara bercerita yang benar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ini tergantung pada dukungan masyarakat dan konsistensi penerapan metode storytelling dalam kehidupan sehari-hari.
Program “CINTA” juga diharapkan menjadi model bagi daerah lain. “Kita sudah menyusun panduan yang bisa diadaptasi sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah,” jelas Jazuri. Dengan demikian, Sudin Pusip Jakbar berupaya memberikan solusi yang dapat diimplementasikan secara luas untuk mendorong kesejahteraan keluarga dan pertumbuhan anak yang optimal. Dalam jangka panjang, program ini juga dianggap sebagai langkah awal untuk membangun budaya baca dan cerita di tengah masyarakat.