Temui Siswa Baru Sekolah Rakyat DKI, Gus Ipul Beri Motivasi agar Tak Berkecil Hati

Share: X Facebook
khrisna-edit-1784435888-ef7390e7d9

Gus Ipul Temui Siswa Baru Sekolah Rakyat DKI, Beri Motivasi

Temui Siswa Baru Sekolah Rakyat DKI Gus – Pertemuan yang penuh makna terjadi pada malam hari Sabtu, tanggal 18 Juli 2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Ipul, hadir secara langsung untuk berdialog dengan para siswa baru Sekolah Rakyat DKI Jakarta. Kehadiran beliau ini tepat pada akhir pekan pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS. Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menyampaikan pesan-pesan inspiratif yang diharapkan dapat membantu para siswa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru mereka. Pertemuan ini menjadi momen berharga bagi para siswa untuk mendapatkan semangat dari tokoh yang dihormati.

Pesan Adaptasi dan Kepercayaan Diri

Dalam sambutannya, Gus Ipul mengakui bahwa masa-masa awal memang seringkali menimbulkan rasa kangen kepada orang tua. Ia menjelaskan bahwa perasaan tidak nyaman saat mengikuti jadwal yang padat merupakan hal yang wajar. Namun, ia meyakinkan para siswa bahwa perasaan tersebut akan segera berlalu. Dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan, para siswa diyakini akan mampu mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan baik. Gus Ipul juga mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat bukan lagi tempat baru, karena telah ada kakak-kakak kelas yang lebih dulu menempuh pendidikan di sana.

“Memang hari pertama, kedua, ketiga, kadang-kadang masih ingat orang tua, masih belum bisa mengikuti jadwal yang padat, tapi percayalah nanti satu bulan, dua bulan yang akan datang, anak-anakku akan bisa mengikuti proses pembelajaran di sekolah rakyat. Ini bukan tahun pertama, sudah ada kakak-kakakmu yang lebih dulu,” jelasnya.

Para siswa yang duduk tertib setelah menikmati makan malam menyimak setiap kata-kata dengan saksama. Gus Ipul kemudian mengajak mereka untuk mengamati fasilitas yang tersedia, khususnya gedung permanen yang sedang dalam tahap pembangunan. Meskipun belum seluruhnya selesai, gedung tersebut sudah dapat dirasakan keindahannya oleh para siswa. Kehadiran Gus Ipul dalam pertemuan ini menunjukkan perhatian serius terhadap pendidikan anak-anak kurang mampu di Jakarta.

Siswa Baru Berbagi Pengalaman

Setelah memberikan motivasi, Gus Ipul membuka kesempatan bagi para siswa untuk menyampaikan kesan mereka. Calysta, seorang siswi berusia 12 tahun, menceritakan perasaannya secara jujur. Ia mengungkapkan bahwa pada awalnya ia menangis dan sangat kangen kepada orang tua. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai terbiasa dengan kehidupan di sekolah. Pernyataannya tersebut disambut dengan tepuk tangan hangat dari teman-temannya.

Selain Calysta, Jessi juga berbagi cerita yang menyentuh hati. Jessi merupakan siswa yang sempat putus asa karena tidak dapat melanjutkan pendidikannya. Dengan ayah yang bekerja sebagai ojek online dan ibu yang merupakan ibu rumah tangga, kesempatan belajar terasa begitu berharga. Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi jawaban atas doanya untuk memiliki masa depan yang lebih baik. Jessi merasa bersyukur karena mendapatkan kesempatan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Sebelum masuk ke sini saya berdoa apakah saya masih punya masa depan yang layak untuk ke depannya atau saya berhenti sampai di titik ini saja. Tapi ketika saya berdoa kemudian ditemukan jawabannya dengan Sekolah Rakyat ini,” ucap Jessi.

Jessi juga mengakui bahwa awalnya ia merasa khawatir karena menjadi minoritas dengan keyakinan yang berbeda dari teman-temannya. Namun, ia merasa sangat disambut dengan baik sejak hari pertama. Para teman-temannya menunjukkan keramahan yang luar biasa meskipun terdapat perbedaan keyakinan di antara mereka. Hal ini membuktikan bahwa Sekolah Rakyat benar-benar menjadi tempat yang inklusif bagi semua siswa.

Setiap Siswa Memiliki Nilai yang Sama

Gus Ipul menekankan bahwa setiap siswa Sekolah Rakyat memiliki nilai yang sama dan tidak boleh dibedakan satu sama lain. Ia meyakini bahwa setiap manusia adalah ciptaan Tuhan yang memiliki bakat dan kelebihan masing-masing. Oleh karena itu, ia mengajak para siswa untuk tidak pernah merasa kecil hati atau rendah diri. Dengan bimbingan para guru yang kompeten serta dukungan wali asuh dan wali asrama, setiap siswa diyakini mampu meraih prestasi gemilang. Kisah angkatan pertama yang dulunya kurang percaya diri namun kini menorehkan prestasi menjadi bukti nyata bahwa semangat dan bimbingan yang tepat dapat mengubah hidup seseorang. Gus Ipul berharap pertemuan ini dapat menjadi awal yang baik bagi perjalanan pendidikan para siswa baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *