Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG

Share: X Facebook
khrisna-edit-1784686333-89d0384c24

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala: n Kepala BGN, Prabowo Tawarkan Posisi Ketua Dewan Pengawas Pondokkebaikan.com – Pemerintahan Indonesia kembali

Nanik S Deyang Mundur dari Jabatan Kepala BGN, Prabowo Tawarkan Posisi Ketua Dewan Pengawas

Pondokkebaikan.com – Pemerintahan Indonesia kembali mencatatkan perkembangan penting terkait kepemimpinan di lembaga strategis nasional. Nanik S Deyang Mundur dari posisi sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada hari Rabu, 22 Juli 2026. Pengunduran diri ini diambil dengan alasan utama untuk memprioritaskan proses pengobatan penyakit jantung yang sedang diidapnya di luar negeri. Keputusan tersebut telah mendapat persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Respons Presiden terhadap langkah Nanik cukup positif dan penuh apresiasi. Meskipun menyetujui pengunduran diri, Prabowo memiliki rencana strategis untuk tetap melibatkan Nanik dalam ekosistem BGN. Kepala negara berencana mengangkat Nanik menjadi ketua dewan pengawas yang akan segera dibentuk. Dengan demikian, pengalaman dan kontribusi Nanik bagi lembaga tersebut akan terus berjalan meskipun ia tidak lagi menjabat sebagai kepala.

Alasan Kesehatan dan Proses Pengunduran Diri

Pengumuman resmi mengenai langkah ini disampaikan melalui unggahan di akun Facebook pribadi Nanik. Dalam pesan tersebut, ia menjelaskan bahwa sebelum memulai perjalanan pengobatan, ia telah berpamitan terlebih dahulu kepada Presiden. Nanik menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf atas keputusannya untuk melepaskan jabatan yang diemban.

“Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya… Presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN,” tulis Nanik dalam unggahannya.

Menurut penjelasan Nanik, Presiden bahkan memiliki rencana untuk membentuk sebuah dewan pengawas khusus bagi BGN. Dalam struktur baru tersebut, Nanik akan dipercaya memimpin sebagai ketuanya. Ia menegaskan bahwa keputusannya untuk mundur bukan disebabkan oleh masalah internal atau konflik lainnya, melainkan murni untuk kepentingan kesehatan.

“Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya,” tulisnya menambahkan.

Nanik juga menjelaskan bahwa ia memilih untuk berobat ke luar negeri bukan karena ketidakpercayaan terhadap kemampuan dokter-dokter di Indonesia. Tujuannya adalah untuk mendapatkan second opinion atau pendapat kedua dari para ahli internasional mengenai kondisi jantungnya.

Kehadiran dalam Rapat dan Fondasi Reformasi BGN

Sebelum pengumuman pengunduran diri, beberapa hari sebelumnya Nanik tercatat tidak menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI. Rapat tersebut berlangsung pada hari Jumat, 17 Juli 2026. BGN saat itu mengirimkan surat resmi yang menyatakan bahwa Nanik berhalangan hadir karena kondisi kesehatannya. Sebagai gantinya, rapat dipimpin oleh Agustina Arumsari yang menjabat sebagai Wakil Kepala BGN dan bertindak sebagai Pelaksana Harian Kepala BGN.

Dalam unggahan yang sama, Nanik juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo. Fokus utamanya adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau yang dikenal dengan singkatan MBG. Ia juga menyebutkan bahwa selama masa jabatannya, ia telah meletakkan fondasi-fondasi penting untuk reformasi di BGN.

Di antara pencapaian tersebut adalah pergantian lima pejabat eselon I dan pembentukan sebelas tim reformasi. Tim-tim ini akan bertugas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerima manfaat, operasional Sistem Pangan dan Gizi (SPPG), serta pelaksanaan MBG di wilayah-wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Indikasi Pengganti dan Harapan ke Depan

Di bagian akhir unggahannya, Nanik memberikan indikasi mengenai sosok yang akan menggantikannya. Ia menyebut bahwa pengganti tersebut merupakan sosok yang sangat dekat dengannya, bahkan menyebutnya sebagai “adik” yang bisa ia tegur jika terjadi penyimpangan.

“Insyallah pengganti saya adalah ‘adik saya’ di mana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yang menyimpang. Saya konsentrasi di kesehatan dulu ya,” tulisnya.

Sementara itu, terkait dengan pengelolaan program MBG ke depan, BGN juga mengajukan permintaan anggaran yang cukup signifikan. Lembaga tersebut meminta alokasi anggaran sebesar Rp 270 triliun untuk tahun 2027. Angka ini mencerminkan upaya pemerintah untuk membenahi tata kelola program makan bergizi gratis agar lebih efektif dan efisien. Dengan adanya dewan pengawas baru yang dipimpin Nanik, diharapkan pengawasan terhadap program ini akan semakin ketat dan transparan.

Frequently Asked Questions

Apa itu Nanik S Deyang Mundur dari Kepala?

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.

Mengapa Nanik S Deyang Mundur dari Kepala penting?

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Bagaimana cara memakai panduan Nanik S Deyang Mundur dari Kepala ini?

Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *