Maut dari Masa Lalu – 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

Share: X Facebook
50947-rumah-warga-rusak-akibat-ledakan-bom-bekas-pd-ii-di-biak-papua

Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II

Maut dari Masa Lalu – Sebuah ledakan mortir yang merupakan sisa Perang Dunia II terjadi di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Senin, 1 Juni 2026. Peristiwa tersebut menimbulkan dampak besar, mengakibatkan kerusakan di sekitar area dan mengancam keselamatan masyarakat setempat.

Tim Evakuasi dan Sterilisasi Lokasi

Polda Papua memulai upaya evakuasi serta sterilisasi lokasi dengan bantuan Tim Penjinak Bom (Jibom). Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan pendataan terhadap kerusakan bangunan dan jumlah warga yang terpaksa mengungsi. Upaya ini bertujuan memastikan bahwa tidak ada bahan peledak lain yang berpotensi membahayakan.

Korban dan Proses Pencarian

Dalam peristiwa tersebut, lima individu kehilangan nyawa, tiga orang lain masih dalam pencarian, dan sembilan belas warga mengalami luka ringan. Polda Papua terus memperluas upaya pencarian korban, dengan tim gabungan yang fokus pada area Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas peristiwa ini. Saat ini fokus utama kami adalah proses evakuasi, pencarian korban yang belum ditemukan, serta memastikan masyarakat di sekitar lokasi tetap aman,” kata Cahyo Sukarnito, Kabid Humas Polda Papua, dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/6/2026).

Menurut saksi yang hadir, ledakan terjadi secara mendadak dan menghasilkan suara keras yang terdengar dari jarak yang cukup jauh. Suara ledakan tersebut mengejutkan warga sekitar, menyebabkan kepanikan yang berdampak pada kerusakan properti dan korban jiwa.

Kerusakan Bangunan dan Evakuasi

Dari hasil pendataan sementara, terdapat 12 bangunan yang mengalami kerusakan. Diantaranya, 3 bangunan mengalami kerusakan ringan, termasuk 2 unit rumah dan 1 gereja, serta 9 bangunan mengalami kerusakan parah. Dari jumlah tersebut, 4 rumah hancur total dan 5 bangunan lainnya mengalami kerusakan berat.

Akibat peristiwa ini, 55 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, yang terdiri dari 3 balita dan 52 orang dewasa. Upaya evakuasi terus berlangsung untuk memastikan semua warga yang terkena dampak dapat dijemput dan dibawa ke lokasi penampungan yang lebih stabil.

Upaya Penyelidikan dan Peringatan

Kombes Pol Cahyo Sukarnito menyatakan bahwa tim penyelidik dari Polda Papua dan instansi terkait sedang mengeksplorasi penyebab pasti ledakan tersebut. “Kami tidak ingin mengambil risiko. Tim Jibom akan melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh karena masih dimungkinkan terdapat benda-benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Cahyo juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap benda-benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa perang. “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Biak Numfor dan daerah lainnya yang memiliki sejarah peninggalan Perang Dunia II, apabila menemukan benda yang dicurigai berbahaya agar tidak disentuh, dipindahkan, atau dibongkar,” tambahnya.

Peran Tim Jibom dalam Penanganan Lokasi

Dalam rangka menjamin keselamatan, Polda Papua mengerahkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh. Tim ini bertugas memastikan tidak ada bahan peledak yang tersisa dan berpotensi memicu ledakan berulang. Upaya sterilisasi terus berlangsung sejak kejadian terjadi hingga kondisi lokasi stabil.

Hasto: Kekhawatiran terhadap Kesejahteraan Masyarakat

Di tengah kejadian tersebut, Hasto menyampaikan pernyataan yang memicu refleksi terhadap kondisi masyarakat di Papua dan Aceh. Ia menyoroti bahwa meskipun kaya akan sumber daya alam, rakyat di daerah-daerah tersebut belum sepenuhnya merasakan manfaatnya. “Jangan sampai Papua dan Aceh menjadi contoh dari wilayah yang memiliki potensi besar tetapi belum mampu menciptakan kesejahteraan yang merata,” tegas Hasto.

Korban Meninggal dan Proses Identifikasi

Sebanyak lima warga yang meninggal telah dievakuasi ke RSUD Biak untuk dilakukan proses identifikasi. Pihak rumah sakit sedang melakukan upaya memastikan identitas korban dengan bantuan tim medis dan teknis. Selama proses ini, seluruh jenazah korban telah diterima dan diberi perawatan lanjutan.

Perubahan Struktur Pemikiran tentang Ledakan

Insiden ledakan yang terjadi mengingatkan kembali masyarakat tentang pentingnya kehati-hatian terhadap sisa-sisa perang. Cahyo menekankan bahwa ledakan ini adalah konsekuensi dari penggunaan bahan peledak yang tidak terawasi. “Ledakan ini menjadi bukti bahwa sisa perang masih bisa menjadi ancaman, terutama jika tidak diperhatikan secara rutin,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian ini, peningkatan kesadaran akan potensi bahaya dari benda-benda perang yang masih tersisa menjadi penting. Tim Jibom diberikan tugas tambahan untuk melakukan pendataan lebih lanjut dan mengecek daerah sekitar guna memastikan tidak ada risiko lain yang bisa menimbulkan dampak serupa.

Pendek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *