Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman
Historic Moment – Kebakaran yang terjadi di sebuah rumah warga di Padukuhan Mriyan, Sleman, DIY, terus menjadi misteri hingga saat ini. Fenomena ini terjadi berulang kali, menyisakan tanda tanya besar bagi warga sekitar dan aparat penegak hukum. Dalam upaya mencari jawaban, pihak akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) kini turut ambil bagian dalam penyelidikan, dengan mengirimkan tim lintas disiplin untuk menganalisis penyebab api yang tidak diketahui secara pasti.
Tim Ahli: Menjelajahi Sumber Peristiwa
Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, menjelaskan bahwa tim ini terdiri dari tujuh orang yang berasal dari berbagai bidang studi. Antara lain, Departemen Teknik Mesin dan Industri, Departemen Teknik Nuklir dan Fisika, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, serta Departemen Geologi. Tujuan utama mereka adalah mengobservasi langsung kejadian di lokasi pada Sabtu (30/5/2026), sebagai langkah awal untuk memahami akar masalah yang belum terpecahkan.
Sebelumnya, tim Gegana dan instansi terkait telah melakukan penanganan, tetapi belum berhasil menemukan titik terang. “Setelah beberapa hari mencoba mengungkap penyebabnya, hasilnya belum memuaskan,” kata Alva saat dihubungi pada Jumat (29/5/2026). Ia menegaskan bahwa keterlibatan tim UGM bukan karena instruksi resmi dari pemerintah daerah, melainkan sebagai bentuk respons akademisi terhadap situasi yang membingungkan masyarakat.
“Observasinya nanti melihat sumbernya, terus tempat yang kebakaran, terus lingkungannya,” ujarnya.
Menurut Alva, tim akan memfokuskan perhatian pada beberapa aspek penting. Pertama, identifikasi titik awal kejadian api. Kedua, analisis area yang terbakar secara rinci. Ketiga, evaluasi kondisi lingkungan sekitar, termasuk faktor geografis dan kimiawi yang mungkin berperan. “Kami ingin mendapatkan data yang objektif agar bisa memberikan penjelasan yang lebih luas,” tambahnya.
Kebakaran Berulang: Memicu Perhatian Ilmiah
Rumah yang menjadi lokasi kebakaran berada di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman. Fenomena ini terjadi lebih dari satu kali, sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa ada hal tidak biasa yang menyebabkan api muncul secara spontan. Meski masyarakat setempat sudah menyampaikan laporan ke dukun, penyebabnya masih menjadi teka-teki.
Dalam perjalanan penyelidikan, Alva menyebut bahwa tim UGM menilai fenomena ini perlu dikaji dari berbagai perspektif keilmuan. “Kebakaran seperti ini sebelumnya juga terjadi di beberapa wilayah lain, dan hasilnya beragam. Ada yang disebabkan oleh gas metana, gas biogas, hingga kebocoran instalasi tertentu,” jelasnya.
“Ya, gas metana, ada juga gas biogas. Macam-macam. Ada yang dari SPBU, ada yang dari sumber lain. Kami ingin memastikan apakah ini ada kaitannya dengan faktor alam atau teknologi,” tandas Alva.
Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena api misterius tidak hanya ditemukan di Sleman. Di daerah lain, seperti Wonosobo atau Malang, ada laporan serupa yang menyebabkan masyarakat menganggap ada kekuatan tak terduga yang terlibat. Namun, Alva menekankan bahwa penyebab di Sleman mungkin berbeda, sehingga perlu penelitian khusus.
Kebakaran yang terjadi berulang kali di Padukuhan Mriyan X menimbulkan kekhawatiran. Pemilik rumah mengungkapkan bahwa api muncul tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, seperti percikan kabel listrik atau bocor minyak. “Saya sudah sejak awal memberitahu dukun, tetapi mereka belum bisa menjelaskan,” katanya.
Perspektif Ilmiah: Menyelidiki Fenomena yang Tak Terduga
Keterlibatan tim ahli dari UGM dianggap sebagai upaya untuk menggali informasi yang lebih dalam. Selain mengamati lingkungan fisik, tim juga akan memperhatikan aspek kimiawi dan teknis. “Kami ingin memastikan apakah ada kelebihan tekanan gas tertentu atau faktor alam seperti geothermal yang memicu peristiwa ini,” ungkap Alva.
Menurutnya, kebakaran bisa terjadi karena berbagai alasan. Mulai dari penyebab alami hingga manusia. “Pada dasarnya, kita harus membandingkan fenomena yang terjadi di Sleman dengan kasus serupa di daerah lain untuk melihat pola yang mungkin sama,” tambahnya.
Alva menegaskan bahwa timnya belum menemukan jawaban pasti sebelum melakukan observasi langsung. “Karena itu ada problem di masyarakat, ada yang bingung. Lah, ini kami membawa teman-teman yang punya ilmu itu soalnya bisa memberikan pencerah, gitu tujuannya,” tuturnya.
Langkah Awal: Observasi Sebagai Titik Pemulihan
Observasi hari Sabtu (30/5/2026) akan menjadi dasar untuk penyelidikan lebih lanjut. “Ini adalah langkah awal, kemudian kita akan mengumpulkan data untuk analisis lebih rinci,” jelas Alva.
Menurutnya, masyarakat sekitar perlu diberikan penjelasan yang jelas agar tidak terus-menerus mempercayai mitos atau fakta yang belum terbukti. “Kami ingin memberikan informasi yang bisa membedakan antara fenomena alami dan kejadian aneh yang mungkin bersifat transenden,” kata Alva.
Dengan adanya tim ahli, Alva yakin penyebab kebakaran misterius bisa terungkap. “Selama ini, kejadian seperti ini sering dianggap sebagai kekuatan supernatural, tetapi sebenarnya ada penjelasan ilmiah yang bisa ditemukan,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat masih menunggu hasil dari observasi. Mereka berharap kejadian ini bisa menjadi bahan pembelajaran untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. “Kalau bisa ditemukan penyebabnya, kami berharap warga bisa lebih tenang dan tidak takut,” pungkas Alva.



