Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat

Share: X Facebook
khrisna-edit-1784326218-0e80b7746b

Prabowo Tegas: Tidak Ada Toleransi bagi Pencuri Uang Rakyat

Digaji Rakyat tapi Maling Birokrat dan BUMN nakal kini siap-siap menghadapi tindakan tegas dari pemerintah. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kuat bahwa ia tidak akan memberikan ruang bagi siapa pun yang melakukan pencurian terhadap uang negara. Pernyataan tegas ini diungkapkan dalam rangka acara Panen Raya yang diselenggarakan di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Jumat tanggal 17 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, kepala negara menekankan pentingnya integritas bagi seluruh aparatur yang bertugas melayani masyarakat.

Menurut Presiden, setiap pihak yang mengemban amanah dari rakyat dan menerima gaji dari anggaran negara wajib menjaga kepercayaan tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan merugikan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan penggelapan atau pencurian dana publik, akan mendapat penanganan serius tanpa terkecuali. Hal ini berlaku bagi seluruh elemen yang bekerja di berbagai sektor pemerintahan maupun perusahaan milik negara. Setiap pelanggaran akan ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pesan Tegas untuk Birokrasi dan BUMN

“Kita tidak mau toleransi kepada mereka yang dipercaya rakyat, yang digaji oleh rakyat, tapi melaksanakan kebijakan-kebijakan dan tindakan-tindakan yang merugikan rakyat,” kata Prabowo dalam Panen Raya di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Presiden juga memastikan bahwa langkah-langkah penegakan aturan akan segera diambil terhadap setiap pelaku yang berani melakukan pelanggaran. Ia menyatakan bahwa sebagai pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat, ia tidak akan ragu untuk bertindak tegas. Tindakan tersebut tidak akan memandang status atau jabatan seseorang, melainkan berfokus pada perbuatan yang dilakukan. Ini menunjukkan komitmen nyata untuk membersihkan birokrasi dari praktik-praktik yang merugikan publik.

Di sisi lain, Prabowo juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu. Ia menekankan pentingnya kekompakan di antara birokrasi, badan usaha milik negara, serta pemerintah daerah. Semua unsur yang dipilih atau diangkat oleh rakyat harus bekerja sama demi kepentingan bersama. Hal ini terutama penting bagi mereka yang menerima gaji dari uang pajak masyarakat. Sinergi yang kuat akan memastikan program pemerintah berjalan lebih efektif.

“Apalagi mencuri uang rakyat! Kita tidak toleransi! Saya tidak toleransi! Sebagai presiden yang dipercaya rakyat, saya tidak akan ragu-ragu!” kata Prabowo.

Pernyataan Presiden ini datang di tengah harapan masyarakat agar aparatur negara dapat bekerja lebih transparan dan akuntabel. Ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan dan tindakan yang diambil harus mencerminkan nilai-nilai keadilan dan kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat tidak akan sia-sia. Masyarakat mengharapkan perubahan nyata dari para pejabat yang selama ini digaji oleh mereka.

Lebih lanjut, Presiden mengajak seluruh unsur pemerintahan untuk tidak hanya bekerja secara individual, tetapi juga membangun sinergi yang kuat. Kekompakan ini diperlukan untuk memastikan bahwa setiap program dan kebijakan dapat berjalan efektif. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan internal agar setiap penyimpangan dapat segera terdeteksi dan ditindaklanjuti. Pengawasan yang ketat akan mencegah praktik-praktik korupsi di masa mendatang.

“Tapi kita sadar sekarang bahwa kita harus kompak, kita harus bersatu semua unsur, terutama mereka yang dipilih rakyat, terutama mereka yang digaji oleh rakyat, terutama mereka di dalam pemerintahan, dalam birokrasi, dalam BUMN-BUMN,” kata Prabowo.

Dengan demikian, pesan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto cukup jelas. Ia tidak akan memberikan toleransi bagi siapa pun yang mencuri uang rakyat, baik dalam bentuk maupun skala apapun. Semua pihak yang mengemban amanah harus bekerja dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Reformasi birokrasi dan BUMN menjadi prioritas utama untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara digunakan dengan benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *