Kepuasan Publik Pemerintahan Prabowo-Gibran Bertahan 55,3 Persen
Pondokkebaikan.com – Evaluasi 2 Tahun Prabowo Gibran Tingkat kepuasan publik menunjukkan angka yang relatif tidak berubah. Survei nasional Poltracking Indonesia pada Oktober 2026 mencatat 55,3 persen responden puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Angka tersebut merupakan gabungan responden yang menyatakan sangat puas dan cukup puas. Di sisi lain, 40,9 persen responden mengaku kurang puas atau sangat tidak puas terhadap kinerja pemerintah.
“Sebanyak (55.3%) publik mengatakan puas (gabungan sangat puas dan cukup puas) terhadap kinerja pemerintah, sedangkan (40.9%) mengatakan tidak puas (gabungan kurang puas dan sangat tidak puas). Tingkat kepuasan publik ini relatif stagnan dari Agustus sampai dengan Oktober 2026,” ujar Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda dalam paparan survei Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Selasa (20/10/2026).
Ekonomi Belum Stabil Jadi Keluhan Utama
Dalam survei tersebut, kondisi ekonomi menjadi alasan paling dominan bagi responden yang tidak puas terhadap pemerintah. Sebanyak 18,9 persen dari kelompok ini menilai ekonomi masih belum stabil.
Harga kebutuhan pokok yang mahal menempati urutan berikutnya dengan 15,4 persen. Sementara itu, 14,3 persen responden yang tidak puas menyoroti bantuan pemerintah yang dinilai belum tepat sasaran.
Temuan ini memperlihatkan bahwa penilaian masyarakat sangat terkait dengan persoalan sehari-hari. Stabilitas ekonomi, harga barang kebutuhan, dan ketepatan penyaluran bantuan menjadi faktor yang langsung dirasakan rumah tangga.
“Di antara publik puas terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dua alasan puas paling dominan karena Bantuan pemerintah tepat sasaran (16.5%) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (15.0%). Sedangkan di antara yang mengatakan tidak puas terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, alasan paling dominan karena Ekonomi yang belum stabil (18.9%), diikuti harga kebutuhan pokok mahal (15.4%), dan Bantuan tidak tepat sasaran (14.3%),” jelas Hanta.
Bantuan Tepat Sasaran dan MBG Dorong Kepuasan
Bagi responden yang puas, bantuan pemerintah yang dianggap tepat sasaran menjadi alasan paling banyak disebut, yakni 16,5 persen. Program Makan Bergizi Gratis atau MBG menyusul sebagai faktor penilaian positif dengan 15 persen.
Perbedaan alasan antara kelompok puas dan tidak puas menunjukkan pentingnya pelaksanaan kebijakan hingga tingkat penerima manfaat. Program yang dianggap menjawab kebutuhan masyarakat dapat memperkuat penilaian positif, sedangkan persoalan ekonomi dan distribusi bantuan masih menjadi sumber kritik.
Dalam konteks 2 Tahun Prabowo Gibran Tingkat evaluasi publik, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa kepuasan belum bergerak signifikan. Pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah untuk memastikan manfaat kebijakan semakin terasa secara merata.
Kepercayaan Publik Lebih Tinggi daripada Kepuasan
Meski kepuasan berada di angka 55,3 persen, tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan Prabowo-Gibran tercatat lebih tinggi. Sebanyak 64,8 persen responden menyatakan percaya, sedangkan 32,1 persen menyebut tidak percaya.
Hanta menilai selisih antara kepercayaan dan kepuasan menggambarkan masih adanya optimisme masyarakat. Namun, kepercayaan tersebut perlu diikuti hasil kebijakan yang lebih nyata, terutama pada aspek ekonomi yang dekat dengan kehidupan warga.
“Artinya, keyakinan masyarakat terhadap pemerintah masih lebih tinggi daripada evaluasi terhadap hasil kinerjanya. Tantangan pemerintah adalah bagaimana kepercayaan tersebut dapat diikuti oleh peningkatan kepuasan melalui hasil kebijakan yang semakin dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
FAQ Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Berapa tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah?
Poltracking Indonesia mencatat 55,3 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran pada Oktober 2026.
Apa alasan utama responden merasa tidak puas?
Alasan paling dominan adalah ekonomi yang belum stabil dengan 18,9 persen, disusul harga kebutuhan pokok mahal sebesar 15,4 persen dan bantuan yang belum tepat sasaran sebesar 14,3 persen.
Program apa yang paling banyak mendorong kepuasan publik?
Responden yang puas paling banyak menyebut bantuan pemerintah tepat sasaran, kemudian Program Makan Bergizi Gratis. Kedua faktor ini menjadi catatan positif dalam penilaian publik terhadap kinerja pemerintah.



