Niat Selamatkan Surat Berharga: Nenek Tewas di Pulogadung
Pondokkebaikan.com – Pagi ini, berita duka datang dari kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. Sebuah tragedi kebakaran yang menewaskan tiga anggota keluarga dalam satu rumah semi permanen telah terjadi pada Minggu dini hari, 12 Juli 2026. Yang paling menyedihkan adalah niat selamatkan surat berharga yang dilakukan sang nenek, justru menjadi penyebab ia tidak bisa keluar dari rumah yang dilalap api bersama anak dan cucunya.
Kebakaran ini terjadi di Jalan Palad, Kelurahan Pulogadung, Jakarta Timur. Api membakar pemukiman warga dengan cepat, mengakibatkan tiga korban jiwa sekaligus. Selain itu, satu anggota keluarga lainnya mengalami luka bakar serius dan kini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Persahabatan Pulogadung.
Detik-detik Api Menerjang Rumah Keluarga
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, bangunan semi permanen yang ditempati keluarga tersebut hangus terbakar total. Penyebab utamanya diperkirakan berasal dari korsleting listrik pada steker kulkas. Namun, tim investigasi masih melakukan pendalaman untuk memastikan faktor pemicu pastinya.
Korban-korban yang meninggal dunia merupakan warga asli kelurahan setempat. Mereka terdiri dari seorang nenek berusia 67 tahun, anaknya yang berusia 40 tahun, serta cucunya yang baru berusia 10 tahun. Ketiga korban tersebut sedang dalam keadaan tertidur lelap sekitar pukul 02.30 WIB saat api mulai membesar.
“Nah motor itu mungkin meledak, terus di situ bangunannya kayu, ya udah ambruk, nyala, merembet ke bangunan di kanan dan kiri,” ujar Ardi D.N, Ketua RW.03 Kelurahan Pulogadung, kepada Suara.com di lokasi kejadian, Senin (13/7/2026).
Bangunan yang menjadi tempat tinggal ketiga korban tersebut berfungsi ganda sebagai toko sembako dan hunian. Struktur bangunannya terbuat dari bahan semi permanen dengan kendaraan roda dua yang disimpan di dalamnya. Ketika api mulai membesar, ketiga korban sebenarnya sempat berhasil keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri.
Namun, sang nenek kemudian memutuskan untuk masuk kembali ke dalam rumah dengan tujuan menyelamatkan surat-surat berharga yang tertinggal di dalam. Setelah itu, anak dan cucunya pun ikut masuk lagi ke dalam rumah untuk mencoba menyelamatkan sang nenek. Sayangnya, usaha mereka tidak berhasil dan ketiganya terjebak di dalam rumah yang sedang dilalap api hingga akhirnya wafat.
“Iya, karena info yang melihat di lokasi itu, nenek kembali ke dalam, enggak keluar-keluar. Akhirnya anak dan cucunya mau menyelamatkan neneknya,” katanya.
Ardi menambahkan bahwa api menjalar lebih besar ke bangunan-bangunan di sebelah kiri dan kanan. Bangunan sebelah kiri merupakan sebuah warung nasi, sedangkan bangunan di bagian kanan adalah toko agen sembako, namun yang terbakar hanya di area lantai dua saja.
Menurut keterangan Ardi, saat kebakaran terjadi, orang tua dari anak yang berusia 10 tahun tersebut sudah mengungsi ke area belakang rumah. Mereka selamat karena sudah dipindahkan ke tempat yang lebih aman sebelum api meluas.
“(Orangtuanya) ada di lokasi. Selamat, karena udah diungsiin ke belakang, dia enggak melihat kalau anaknya masuk ke dalam,” ucapnya.
Menurut keterangannya, satu korban yang tengah dirawat di rumah sakit juga sempat masuk ke dalam rumah saat kondisi masih terbakar untuk menyelamatkan anggota keluarganya. Tragisnya, niat selamatkan surat berharga sang nenek justru berujung pada kehilangan nyawanya bersama anak dan cucunya dalam peristiwa kebakaran maut di Pulogadung tersebut.
Kini, keluarga yang kehilangan tiga anggota tercinta sedang berduka. Mereka berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua orang untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran di rumah masing-masing, terutama saat malam hari saat semua anggota keluarga sedang tertidur.



