Liga Sepak Bola Kampung, Ikhtiar Jaga Anak Muda Menteng dari Bahaya Narkoba

Share: X Facebook
khrisna-edit-1784383683-91c858ff40

Liga Sepak Bola Kampung Ikhtiar: Langkah Nyata Jaga Pemuda Menteng

Pondokkebaikan.com – Keterbatasan fasilitas olahraga bagi generasi muda di Jakarta kini mulai menemukan solusi melalui inisiatif komunitas lokal yang inovatif. Anyerica Futsal League hadir sebagai wujud nyata dari Liga Sepak Bola Kampung Ikhtiar yang bertujuan memberikan ruang bermain layak bagi anak-anak dan remaja di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Turnamen ini melibatkan total 48 tim yang akan berkompetisi untuk meresmikan lapangan permanen baru, tepat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini memiliki dua tujuan utama yang saling melengkapi. Pertama, menjauhkan pemuda dari pengaruh negatif yang sering kali datang dari kekosongan waktu dan kurangnya aktivitas positif. Kedua, menjadi sarana pembinaan bakat futsal usia dini yang terstruktur dan berkelanjutan. Anyerica Futsal League, yang digagas oleh Unit Karang Taruna (UKKT) RW 09 Menteng, turut mewarnai maraknya fenomena liga sepak bola swadaya warga di Jakarta belakangan ini sebagai bagian dari Liga Sepak Bola Kampung Ikhtiar.

Fenomena Liga Swadaya di Jakarta

Fenomena serupa sebelumnya lebih dulu viral lewat Liga Akamsi di Tambora, Jakarta Barat. Liga tersebut digagas oleh Firqi Hidayatulah atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kiwil bersama rekan-rekan sesama suporter Persija Jakarta. Sebelumnya, Kiwil telah sukses menggelar kompetisi serupa di kawasan tempat tinggalnya di Penjaringan, Jakarta Utara, menunjukkan bahwa gerakan Liga Sepak Bola Kampung Ikhtiar semakin meluas ke berbagai wilayah.

Tidak jauh berbeda, lokasi Liga Aspal yang digagas Karang Taruna RW 08 juga masih berada satu kawasan dengan Anyerica Futsal League. Keduanya sama-sama di Menteng, meski berbeda RW. Andicka Prasetia atau Odoy, Ketua Karang Taruna RW 08 Menteng, mengungkapkan bahwa Liga Aspal lahir dari keresahannya melihat anak-anak yang terpaksa bermain bola di tengah jalan kampung setiap hari. Ia juga turut terinspirasi dari gerakan serupa di media sosial yang sebelumnya berhasil menarik perhatian publik, yaitu Liga Akamsi.

Dari Tanah Merah Menuju Lapangan Permanen

Wakil UKKT RW 09 Menteng, Arpit, menuturkan bahwa Anyerica Futsal League juga berangkat dari persoalan yang sama, yakni ketiadaan lapangan futsal di wilayahnya. Ia menjelaskan kondisi yang ada saat ini berbeda dengan liga jalanan lainnya.

“Paling adanya Lapangan Borobudur, tapi itu untuk lapangan bola besar. Jadi untuk futsal memang belum ada,” ujarnya di lokasi.

Berbeda dengan Liga Akamsi dan Liga Aspal yang memanfaatkan badan jalan aspal sebagai arena tanding, Anyerica Futsal League kini memiliki lapangan permanen. Arpit menceritakan perjalanan lapangan tersebut dari masa ke masa.

“Sebelum dibangun secara permanen, lapangannya masih berupa tanah merah. Kami tetap bertanding di sini, tapi dengan gawang yang tiangnya dicor dari semen. Sebelumnya ini adalah urukan tanah yang banyak bekas puing bangunannya,” kata Arpit.

Sorotan Gubernur dan Sistem Pertandingan

Persoalan minimnya lapangan olahraga di permukiman padat Jakarta ini turut mendapat sorotan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Ia menyebut fenomena liga sepak bola jalanan seperti Liga Akamsi dan Liga Aspal muncul akibat keterbatasan fasilitas olahraga di tengah kepadatan penduduk Ibu Kota. Faktor lain yang turut memicu adalah mahalnya sewa lapangan futsal serta minimnya ruang terbuka hijau di kampung padat penduduk.

Gubernur Pramono mengaku turut mengikuti perkembangan Liga Aspal karena melihat kegembiraan anak-anak yang memanfaatkannya. Meski demikian, ia mengakui pembangunan fasilitas olahraga di Jakarta belum bisa dilakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat. Dalam konteks ini, keberadaan Anyerica Futsal League sebagai bagian dari Liga Sepak Bola Kampung Ikhtiar menjadi alternatif yang sangat dibutuhkan.

Di tengah keterbatasan itu, keberadaan lapangan permanen membuat Anyerica Futsal League memiliki modal lebih untuk berkembang lebih jauh dibanding liga jalanan sejenis. Arpit menjelaskan bahwa pertandingan berlangsung dengan sistem grup yang dilanjutkan babak gugur. Dari satu grup akan diambil dua tim terbaik, kemudian lanjut ke babak semifinal dan final.

Turnamen yang mempertandingkan 24 tim kategori U-13 dan 24 tim U-18 ini dijadwalkan usai menjelang peringatan 17 Agustus, bertepatan dengan momen peresmian lapangan. Kehadiran Anyerica Futsal League bukan sekadar kompetisi, melainkan investasi untuk masa depan pemuda Menteng yang lebih sehat dan produktif melalui semangat Liga Sepak Bola Kampung Ikhtiar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *