Historic Moment: Komisi XIII DPR dorong peningkatan fasilitas LPP Jayapura
Komisi XIII DPR Dorong Peningkatan Fasilitas LPP Jayapura
Historic Moment –
Jayapura, Selasa – Dalam kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Jayapura yang berada di Kabupaten Keerom, Papua, anggota Komisi XIII DPR RI Tonny Tesar menegaskan pentingnya peningkatan infrastruktur di institusi pemasyarakatan tersebut. Ia menyoroti kebutuhan akan akses air bersih, yang menjadi faktor kritis dalam mendukung operasional lapas dan kenyamanan warga binaan. “Penambahan sumur bor diharapkan dapat memperkuat sistem layanan pemasyarakatan di wilayah ini,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jayapura.
Kemitraan Lintas Sektor untuk Peningkatan Kualitas
Kunjungan Tonny tidak hanya bertujuan untuk mengapresiasi upaya yang telah dilakukan, tetapi juga untuk membangun sinergi antar lembaga yang terlibat dalam penyelenggaraan pemasyarakatan. Ia menekankan bahwa kolaborasi dari berbagai sektor akan mempercepat proses transformasi institusi dan memastikan adanya peningkatan signifikan dalam pelayanan kepada para warga binaan. “Sinergi ini penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih manusiawi dan mendukung proses rehabilitasi,” tambahnya.
Kunjungan kerja ini sekaligus untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung peningkatan pelayanan pemasyarakatan,” kata Tonny dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Selasa.
Dalam kesempatan yang sama, Tonny juga memberikan sambutan khusus dalam rangka perayaan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62. Ia meminta seluruh jajaran pemasyarakatan di Papua untuk tetap profesional dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas. “Kami menginginkan bahwa fasilitas yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan antara warga binaan dan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Menurut Tonny, peningkatan fasilitas harus menjadi prioritas agar para warga binaan merasa didukung dalam proses perbaikan diri. Ia mengusulkan tambahan sarana olahraga yang bisa menjadi alat untuk memperkuat kesehatan fisik dan mengembangkan bakat individu. “Fasilitas seperti lapangan olahraga, perpustakaan, atau ruang kreativitas akan memberikan dampak positif pada proses pembinaan,” jelasnya.
Kebutuhan Air Bersih sebagai Pilar Utama
Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Papua, Bambang Hendra Setyawan, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Komisi XIII DPR RI. Ia menegaskan bahwa akses ke air bersih merupakan bagian integral dari kehidupan di lingkungan pemasyarakatan. “Ketersediaan air bersih tidak hanya memudahkan operasional lapas, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi warga binaan yang berada dalam proses rehabilitasi,” katanya.
“Pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan hal mendasar dalam mendukung operasional lapas serta pelayanan terhadap warga binaan,” katanya.
Bambang menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pembinaan menjadi fokus utama Ditjenpas Papua. Ia mengatakan bahwa lembaga pemasyarakatan berkomitmen untuk menyediakan lingkungan yang kondusif, sehingga para warga binaan dapat berkembang secara produktif sebelum kembali ke masyarakat. “Kami juga memastikan bahwa fasilitas baru akan diintegrasikan secara efektif dengan program-program pembinaan yang telah ada,” tambahnya.
Menurut Bambang, sumur bor yang diusulkan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengelolaan sumber daya air. Ia menyebutkan bahwa keberadaan air bersih akan membantu mengurangi ketergantungan pada sumber air terbatas, terutama di daerah yang memiliki kondisi geografis sulit. “Ini juga merupakan langkah untuk menjaga kesehatan warga binaan dan meminimalkan risiko penyakit akibat kekurangan air,” jelasnya.
Harapan untuk Pemasyarakatan yang Lebih Baik
Sebagai bagian dari upaya mendorong perbaikan, Tonny berharap bahwa lembaga pemasyarakatan dan Balai Pemasyarakatan di Papua dapat terus memperlihatkan komitmen untuk memprioritaskan nilai kemanusiaan. Ia menyoroti bahwa keadilan dan kesetaraan harus menjadi prinsip utama dalam setiap keputusan yang diambil. “Kami percaya bahwa dengan fasilitas yang memadai, warga binaan akan lebih mudah menyesuaikan diri dan siap untuk menjadi anggota masyarakat yang berkontribusi,” katanya.
Bambang Hendra Setyawan juga menambahkan bahwa kunjungan Tonny menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan antara DPR RI dan Ditjenpas. Ia menyatakan bahwa dukungan legislatif memainkan peran kritis dalam mengarahkan alokasi dana dan sumber daya untuk peningkatan infrastruktur. “Kerja sama ini membuka peluang untuk menghadirkan perubahan yang lebih cepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam pandangan Tonny, lingkungan pemasyarakatan harus menjadi tempat yang tidak hanya menghukum, tetapi juga memberikan kesempatan untuk berkembang. Ia menekankan bahwa pendekatan yang humanis akan membantu membangun karakter warga binaan yang lebih baik. “Kami berharap mereka bisa merasa dihargai dan bersemangat untuk berubah,” tambahnya.
Peningkatan fasilitas di LPP Jayapura juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya di wilayah Papua. Tonny menuturkan bahwa ketersediaan fasilitas yang lengkap akan mempercepat proses rehabilitasi dan meningkatkan kualitas hidup para warga binaan. “Dengan adanya sumur bor, kita bisa memastikan bahwa kebutuhan dasar warga binaan terpenuhi secara stabil,” katanya.
Bambang Hendra Setyawan berharap bahwa dukungan dari Komisi XIII DPR RI akan berlanjut dalam bentuk program-program tambahan. Ia menyebutkan bahwa ke depan, Ditjenpas Papua akan terus berupaya untuk meningkatkan fasilitas dan layanan. “Kami berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi warga binaan,” jelasnya.
Kunjungan kerja ini juga menjadi kesempatan bagi Tonny dan timnya untuk mempelajari langsung kondisi di lapas tersebut. Ia menuturkan bahwa kehadiran di lapangan akan memberikan gambaran jelas tentang kebutuhan yang ada. “Kami ingin memastikan bahwa setiap perbaikan yang diusulkan sesuai dengan prioritas yang diharapkan,” katanya.
Dengan adanya sumur bor, diharapkan kebutuhan air di LPP Jayapura akan terpenuhi secara optimal. Selain itu, fasilitas olahraga tambahan akan menjadi alat untuk memperkuat kesehatan dan mental warga binaan. “Kami percaya bahwa perbaikan infrastruktur akan memberikan dampak langsung pada proses pembinaan,” ujar Tonny.
Sebagai bagian dari peningkatan kualitas, Bambang juga menyebutkan bahwa pihaknya akan memperbaiki sistem administrasi dan pengelolaan sumber daya manusia di lembaga pemasyarakatan. “Kami fokus pada pengembangan kompetensi pegawai dan keberlanjutan program,” katanya.