Topics Covered: ATxSummit 2026 Hadirkan Pemimpin Global di Singapura untuk Bahas Masa Depan AI di Asia
ATxSummit 2026: Perwakilan Global Mengupas Dampak Teknologi AI di Asia
Topics Covered – Singapura, (ANTARA/PRNewswire) – Pertemuan tahunan Asia Tech x Singapore (ATxSummit) yang digelar di Capella Singapore pada 20–21 Mei 2026, menjadi panggung utama bagi pemimpin dunia dan tokoh industri untuk menggali peran kecerdasan buatan (AI) dalam transformasi ekonomi dan masyarakat Asia. Dalam acara ini, lebih dari 4.000 peserta dari 50 negara berpartisipasi, menciptakan ruang diskusi yang menyatukan kebijakan, inovasi, serta wawasan akademis untuk membangun masa depan teknologi. Pemimpin global seperti ajang perekonomian dunia, pemain teknologi, dan pakar AI menjadi fokus utama dalam menjawab tantangan baru yang dihadapi industri dan kehidupan sosial.
Kompetisi dan Transformasi dalam Industri Teknologi
Akulah yang dikenal sebagai pendorong perubahan di sektor ekonomi digital semakin menjadi pusat perhatian. Dalam konteks ini, AI tidak hanya menjadi alat inovasi, tetapi juga mengubah struktur persaingan bisnis, layanan publik, serta dinamika masyarakat. ATxSummit, yang diselenggarakan oleh Infocomm Media Development Authority (IMDA), kembali menyajikan perspektif mendalam mengenai peran AI dalam mempercepat pertumbuhan digital Asia. Tema utama acara ini mencakup lima bidang kritis, mulai dari penerapan teknologi disruptif hingga strategi pemerintahan untuk mengatur penggunaannya secara efektif.
Kehadiran Tokoh Terkemuka dan Pengaruhnya
Dalam rangkaian diskusi, para pembicara terpilih membawa wawasan yang bervariasi dari sektor industri, pemerintahan, hingga akademik. Di antaranya, Ajay Banga, Presiden World Bank Group, yang dikenal sebagai pengambil kebijakan perekonomian global, Mathias Cormann, Sekretaris Jenderal OECD, serta para pakar AI seperti Yoshua Bengio dari University of Montreal, yang menjadi pelopor deep learning, dan Dawn Song dari University of California, Berkeley, ahli keamanan AI dan algoritma machine learning. Mereka turut berbagi pandangan mengenai bagaimana AI bisa diintegrasikan ke dalam infrastruktur ekonomi dan layanan publik, serta dampaknya terhadap perubahan sosial.
“Teknologi dan kolaborasi kini menjadi faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi digital. AI tidak lagi terbatas di laboratorium, melainkan telah menjadi bagian dari infrastruktur ekonomi. Bagi Asia, perkembangan ini menghadirkan peluang nyata,” ujar Kiren Kumar, Deputy Chief Executive IMDA.
Ajang ini juga melibatkan perwakilan dari perusahaan besar seperti Accenture, Google, Grab, HP Inc., Salesforce, SAP, serta institusi akademis seperti University of Tokyo dan Tsinghua University. Kehadiran mereka memperkaya perspektif lintas sektor, menciptakan diskusi yang lebih holistik mengenai masa depan teknologi. Para pemimpin global, termasuk William Dally (Chief Scientist, NVIDIA), David Zapolsky (Chief Global Affairs & Legal Officer, Amazon), Douglas Feagin (President, Ant International), Denise Dresser (Chief Revenue Officer, OpenAI), dan Jane Sun (CEO, Trip.com Group), akan mengupas langkah-langkah strategis untuk membangun perusahaan berbasis AI di tengah perubahan industri yang terus berlangsung.
Pengembangan Strategis dan Tantangan Nyata
Para pembicara akan fokus pada tiga aspek utama: kebijakan pemerintah yang mengatur AI, penerapan teknologi di berbagai industri, serta penelitian yang mendukung inovasi. Dalam konteks perkembangan pesat teknologi seperti agen AI, robotik cerdas, dan sistem machine learning, diskusi ini menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan, praktik industri, dan riset. Mereka menyebutkan bahwa AI tidak hanya mengubah cara bisnis berjalan, tetapi juga menghasilkan keunggulan kompetitif yang signifikan bagi perusahaan dan masyarakat.
Acara ini menjadi wadah untuk menjawab tantangan seperti ketimpangan digital, keamanan data, serta ketergantungan pada teknologi. Dengan partisipasi dari berbagai pelaku, ATxSummit berharap mendorong pengembangan AI yang bertanggung jawab, inklusif, dan memberikan dampak luas di Asia. Singapura, sebagai pusat jejaring Global-Asia, turut menjadi penyangga strategis dalam membangun ekosistem AI yang tangguh dan berkelanjutan.
Ruang Dialog Strategis Selama Enam Tahun Terakhir
Sejak enam tahun lalu, ATxSummit telah menjadi acara rutin yang menghadirkan ruang strategis bagi para pengambil kebijakan dan pelaku teknologi. Acara ini bertujuan untuk menjembatani isu teknologi, ekonomi, dan kehidupan sosial yang saling berkaitan. Dalam tahun ini, sesi utama akan dimulai dengan Gala Dinner pada 19 Mei di Gardens by the Bay, yang dihadiri oleh Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam. Pada 20 Mei, Josephine Teo, Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Singapura, serta Menteri Smart Nation dan Keamanan Siber akan memberikan sambutan resmi.
Rangkaian acara ini melibatkan lebih dari 25 sesi teknis, simposium, pameran industri, forum pemerintah, serta sesi jejaring bisnis. Salah satu agenda utama adalah Digital Frontier Forum (DFF), yang diselenggarakan bersama Founders Forum. Dalam DFF, lebih dari 100 pemimpin teknologi, investor, dan pejabat pemerintah akan bertemu untuk merumuskan strategi deep tech, AI, serta pertumbuhan digital di Asia. Selain itu, sesi pameran industri dan konferensi utama ATxSG akan menyajikan inovasi terkini yang diharapkan mendorong kolaborasi global.
Penekanan pada Keberlanjutan dan Inklusivitas
Kepentingan utama ATxSummit 2026 adalah menyoroti keberlanjutan penerapan AI, baik dalam skala besar maupun kecil. Para pembicara menekankan bahwa teknologi ini harus dikelola secara bertanggung jawab, memastikan bahwa manfaatnya dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Dengan adanya kemitraan antara pemerintah, industri, dan akademisi, Singapura berupaya menjadi model implementasi AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga menjunjung nilai-nilai sosial dan ekonomi yang inklusif.
Acara ini juga menjadi wadah bagi pembicara dari berbagai bidang, seperti William Dally yang menggali potensi AI dalam pengembangan komputasi kuantum, David Zapolsky yang membahas regulasi teknologi global, serta Denise Dresser yang fokus pada kebijakan komersialisasi AI. Pemimpin industri seperti Douglas Feagin dan Jane Sun turut menyampaikan wawasan tentang adaptasi perusahaan ke dalam ekosistem AI yang dinamis.
Di samping itu, sesi teknis akan menyajikan wawasan mendalam tentang penggunaan AI di bidang transportasi, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Dengan partisipasi dari berbagai pelaku, seperti Grab dan HP Inc., diskusi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan Asia. Singapura, dengan sumber daya teknologi dan kebijakan yang matang, menjadi tuan rumah yang ideal untuk menjembatani antara inovasi dan penerapan nyata.