New Policy: Menteri PU ungkap pembangunan Sekolah Rakyat tahap II rampung Juni

Menteri PU Ungkap Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Rampung Juni

Program Pendidikan Nasional Menuju Akses Lebih Luas

New Policy – Pembangunan 93 unit sekolah rakyat dalam fase kedua program nasional yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Proyek ini, yang juga dikenal sebagai Sekolah Rakyat, tengah dipercepat oleh pemerintah Indonesia, termasuk satu dari 10 sekolah yang dibangun di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Program ini bertujuan mengoptimalkan layanan pendidikan dasar bagi masyarakat umum, terutama di daerah terpencil dan kurang terlayani.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dalam wawancara Rabu (6/5) menjelaskan bahwa progres fisik pembangunan sekolah rakyat tahap II akan selesai sebelum akhir Juni 2026. “Sekolah Rakyat tahap II ini diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat sistem pendidikan nasional,” katanya. Menurut Menteri Dody, proyek ini dianggap sebagai prioritas penting dalam upaya mengejar keseimbangan pendidikan antar daerah.

“Kami telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk memastikan proyek ini dapat rampung tepat waktu,” ujar Menteri Dody dalam konferensi pers di Dharmasraya. Ia menambahkan, pengerjaan ini juga didukung oleh tim ahli dan mitra swasta guna mempercepat proses konstruksi.

Pembangunan Sekolah Rakyat tahap II memang menghadapi tantangan unik, terutama di wilayah dengan topografi rumit atau akses jalan yang kurang memadai. Namun, pihak pemerintah telah mengambil langkah strategis, seperti menyiapkan desain fleksibel dan menggunakan material lokal yang lebih ekonomis. Hal ini tidak hanya mengurangi biaya tetapi juga mempercepat pengiriman bahan baku ke lokasi.

Lihat Juga :   Ratusan kios PKL Pasar Kanjengan Semarang ludes dilahap si jago merah

Dari total 93 sekolah yang ditargetkan, Dharmasraya menjadi salah satu kabupaten yang dianggap paling berpotensi dalam mendorong akses pendidikan bagi anak-anak desa. Dody menyebut, penyelesaian proyek ini akan meningkatkan jumlah sekolah yang bisa digunakan oleh masyarakat setempat seiring tuntutan akan kualitas pendidikan yang lebih merata. “Sekolah Rakyat tahap II akan menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam meningkatkan pendidikan dasar,” jelasnya.

Program Sekolah Rakyat pertama telah membangun lebih dari 500 unit sekolah sejak dimulai pada 2021. Hasil tersebut membuktikan bahwa proyek ini bisa diimplementasikan secara luas dan efisien. Tahap II, yang diperkirakan dimulai akhir 2023, bertujuan menambah 93 sekolah lagi dengan fokus pada wilayah yang masih membutuhkan bantuan. Dody menegaskan bahwa pihaknya terus memantau progres di lapangan dan memastikan tidak ada hambatan serius yang mengganggu target.

Menteri Dody juga memaparkan bahwa Sekolah Rakyat tahap II akan memiliki keunggulan berupa fasilitas pendidikan yang lebih lengkap, seperti ruang belajar, kantin, dan area olahraga. “Kami ingin anak-anak di setiap desa bisa belajar dengan nyaman dan berkelanjutan,” tambahnya. Selain itu, pemerintah juga berencana menggandeng organisasi masyarakat untuk memberikan pelatihan kepada guru dan pengelola sekolah setempat, sehingga kualitas pendidikan bisa dipertahankan.

Di kabupaten Dharmasraya, sekolah rakyat tahap II yang sedang dibangun akan diresmikan dalam waktu dekat. Lokasi sekolah ini terletak di daerah yang cukup jauh dari pusat kota, sehingga berdampak positif pada kemudahan akses bagi masyarakat setempat. Dody menambahkan bahwa penyelesaian proyek ini juga akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi pembangunan di fase berikutnya.

Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi infrastruktur fisik tetapi juga sarana pengembangan sumber daya manusia. Dody menyebut, pemerintah menginginkan bahwa program ini menjadi benih perubahan dalam sistem pendidikan nasional. “Dengan adanya Sekolah Rakyat, kami berharap masyarakat bisa lebih mudah merasakan manfaat pendidikan berkualitas,” ujarnya.

Lihat Juga :   Hujan deras iringi gelaran Semarang Night Carnival 2026

Pembangunan fisik di 93 sekolah ini mengutamakan kecepatan dan kualitas, dengan anggaran yang telah ditetapkan sejak awal. Proses pengawasan ketat dilakukan oleh tim teknis untuk memastikan setiap unit sekolah memenuhi standar minimal. Dody juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat lokal agar proyek ini bisa berjalan lancar hingga akhir 2026.

Kementerian Pekerjaan Umum terus berupaya mempercepat progres pembangunan di 93 sekolah rakyat tahap II. Selain menciptakan akses pendidikan yang lebih merata, proyek ini juga diharapkan menjadi model bagi pembangunan sekolah di tingkat provinsi dan kabupaten lain. Dody menuturkan, target penyelesaian Juni 2026 merupakan batas waktu yang realistis, mengingat telah ada pengalaman sebelumnya dalam pembangunan fase pertama.

Dengan penyelesaian pembangunan tahap II, p