Kaops: Dua anggota KKB Batalyon Yamue ditangkap di Dekai Yahukimo

Kaops: Dua Anggota KKB Batalyon Yamue Ditangkap di Dekai Yahukimo

Kaops – Di Jayapura, Senin (1/5), Kaops Damai Cartenz Irjen Pol Faizal Rahmadani memberikan keterangan mengenai penangkapan dua anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKB) Batalyon Yamue, Kodap XVI Yahukimo. Penangkapan ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo. Dua orang yang ditangkap adalah YH (25) dan MS alias BS (23), yang berada di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Penangkapan di Dekai dan Latar Belakang

Dekai, sebuah kawasan yang terletak di Kabupaten Yahukimo, merupakan salah satu titik strategis dalam operasi penangkapan anggota KKB. Sejak awal tahun 2025, pihak keamanan intensif melakukan pencarian terhadap kelompok separatis yang aktif di wilayah tersebut. Kaops Damai Cartenz menyebutkan, aksi-aksi KKB di Dekai telah mengganggu ketenangan masyarakat dan memicu kekhawatiran akan konflik lebih besar. Tim gabungan berhasil mengungkap keberadaan dua anggota yang terlibat dalam beberapa aksi serangan.

“Saat ini pemeriksaan yang dilakukan penyidik masih terus dilakukan untuk mengungkap keterlibatan mereka dalam sejumlah aksi,” kata Faizal Rahmadani.

Penangkapan ini dilakukan pada Jumat (1/5) lalu, seiring dengan kegiatan operasional Satgas Damai Cartenz yang terus berjalan. Menurut sumber informasi, YH dan MS alias BS ditangkap setelah melakukan kegiatan di area Dekai. YH, yang berusia 25 tahun, dihadapkan pada penyidik mengaku tidak secara aktif menjadi anggota KKB, tetapi pernah membantu mempercepat logistik untuk salah satu anggota kelompok berinisial AH. MS, yang berusia 23 tahun, mengakui telah bergabung dengan KKB sejak akhir tahun 2024 dan terlibat langsung dalam aktivitas kelompok.

Lihat Juga :   Topics Covered: AHY: Konsolidasi jadi fondasi utama bangun kekuatan partai

Keterlibatan dalam Aksi Serangan

MS dilaporkan terlibat dalam aksi pembunuhan terhadap seorang pendulang berinisial SH pada 7 April 2025. Kejadian ini terjadi di wilayah Yahukimo, yang sebelumnya menjadi target serangan oleh KKB. Pemimpin operasi, Irjen Pol Faizal Rahmadani, menjelaskan bahwa MS memiliki peran aktif dalam berbagai aksi kelompok tersebut. Dalam penyidikan, ditemukan bukti kuat bahwa MS terlibat dalam kegiatan kekerasan yang melibatkan beberapa anggota KKB.

Sementara itu, YH dianggap sebagai anggota yang lebih peran sekunder. Ia mengaku hanya membantu dalam menyalurkan bahan logistik ke anggota kelompok. Meski demikian, YH tetap menjadi saksi penting dalam penyelidikan kasus yang sedang diusut. Menurut Faizal, YH tidak terlibat langsung dalam aksi serangan, namun secara tidak langsung mendukung kegiatan KKB melalui perannya sebagai pengantarnya.

“Penyidik sudah menetapkan MS alias BS sebagai tersangka dengan yang disangka Pasal 459 KUHP Jo Pasal 20 Huruf C KUHP subsidair Pasal 458 KUHP Jo Pasal 20 Huruf C KUHP,” lanjut Faizal Rahmadani.

Pasal 459 KUHP mengatur tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, sementara Pasal 458 KUHP terkait dengan penganiayaan yang tidak mengakibatkan kematian. Dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, MS menjadi tersangka utama dalam kasus pembunuhan SH. Penangkapan ini dianggap sebagai keberhasilan besar dalam upaya mengamankan wilayah Yahukimo yang sering menjadi sasaran serangan oleh KKB.

Perkembangan Penyidikan dan Harapan Masyarakat

Penyidikan terhadap dua anggota KKB ini masih berlangsung intensif. Faizal Rahmadani menegaskan bahwa pihak kepolisian dan Satgas Damai Cartenz terus mengumpulkan bukti untuk memperkuat kasus yang dituduhkan kepada MS. Selain itu, YH juga diperiksa untuk melengkapi informasi mengenai kegiatan KKB di Dekai. Faizal berharap dengan penangkapan ini, masyarakat Yahukimo dapat merasa lebih aman dan percaya pada upaya pemerintah dalam menekan kegiatan separatis.

Lihat Juga :   New Policy: Ditjen Bina Pemdes percepat penegasan batas desa di Sulawesi

Wilayah Yahukimo, yang berbatasan langsung dengan Papua Barat, sering menjadi wilayah perang antara pihak keamanan dan KKB. Penangkapan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengendalikan aktivitas kelompok separatis di sana. Faizal Rahmadani menekankan bahwa operasi Damai Cartenz akan terus berjalan hingga semua anggota KKB yang terlibat dalam kekerasan ditangkap.

Dalam pernyataannya, Kaops Damai Cartenz menyebutkan bahwa penangkapan dua anggota tersebut merupakan bagian dari strategi penegakan hukum yang lebih luas. “Ini menunjukkan komitmen kita untuk melindungi keamanan rakyat dan menegakkan hukum secara tegas,” kata Faizal. KKB Batalyon Yamue, yang sebelumnya dianggap sebagai kelompok yang paling aktif di wilayah Yahukimo, kini mengalami penurunan anggota setelah penangkapan ini.

Sebagai informasi tambahan, operasi Damai Cartenz dirancang untuk membasmi ancaman teror yang terus mengintai wilayah Papua. Dengan menetapkan dua tersangka, pihak penyidik berharap dapat menemukan jaringan lebih luas yang terkait dengan aksi-aksi KKB. Penangkapan ini juga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk tetap berpartisipasi dalam keamanan wilayah mereka.

Kawasan Dekai, yang sebelumnya sempat mengalami peningkatan aktivitas KKB, kini dinyatakan dalam kondisi yang lebih stabil. Faizal Rahmadani menyatakan bahwa tim gabungan akan terus memantau situasi di sana untuk mencegah aksi serangan yang lebih besar. Dengan adanya dua anggota yang ditangkap, eksistensi KKB di wilayah Yahukimo diprediksi akan semakin menurun, terutama karena kehilangan beberapa anggota aktif yang terlibat dalam perencanaan aksi.

Langkah Selanjutnya dalam Penanganan Kasus

Menurut Faizal Rahmadani, kasus MS alias BS akan diproses lebih lanjut melalui persidangan. Pasal 459 KUHP Jo Pasal 20 Huruf C KUHP subsidair Pasal 458 KUHP Jo Pasal 20 Huruf C KUHP memiliki ancaman hukuman yang cukup berat, yaitu hukuman mati atau penjara seumur hidup. Ini menunjukkan seriusnya pihak penyidik dalam menghukum anggota KKB yang terlibat langsung dalam aksi pembunuhan.

Lihat Juga :   Yang Dibahas: Seskab: Presiden bawa oleh-oleh kemitraan strategis dari Rusia-Prancis

YH, meski tidak dianggap sebagai tersangka utama, akan tetap menjadi saksi dalam kasus ini. Penyidik mengharapkan keterangan YH dapat membantu mengungkap lebih jauh peran anggota KKB lainnya di wilayah Dekai. Faizal Rahmadani juga menyebutkan bahwa ada kemungkinan anggota KKB lainnya akan ditangkap dalam waktu dekat, terutama yang terlibat dalam aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil.

Sebagai bagian dari operasi Damai Cartenz, penangkapan dua anggota KKB ini disambut positif oleh masyarakat Yahukimo. Warga setempat berharap kejadian serupa tidak terulang dan kawasan mereka dapat kembali tenang. Faizal Rahmadani menegaskan bahwa pihak keamanan akan terus berupaya mengungkap segala tindakan KKB, termasuk yang terkait dengan pembunuhan SH pada April lalu.

Dengan semakin banyaknya anggota KKB