Topics Covered: Mahasiswa Trisakti Bubar Usai Audiensi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan

Share: X Facebook
62282-mahasiswa-trisakti-bubar-usai-audiensi-dpr-janji-tindak-lanjuti-tuntutan-1

Mahasiswa Trisakti Bubar Usai Audiensi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan

Pemrotesan Mahasiswa Trisakti di Gedung DPR RI

Topics Covered – Pada Jumat (19/6/2026), mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi unjuk kekuatan di depan Gedung DPR RI sebagai bentuk penekanan terhadap beberapa isu penting yang dianggap menjadi sorotan masyarakat. Aksi ini berlangsung dalam suasana yang tenang, dengan peserta aksi berkumpul secara terorganisir di pelataran gedung legislatif. Sebelum membubarkan diri, perwakilan mahasiswa melakukan pertemuan langsung dengan para pimpinan DPR RI, termasuk Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan anggota DPR Habiburokhman.

Kontak Tertutup dengan Pimpinan DPR

Aksi mahasiswa yang berlangsung di Jumat tersebut berakhir dengan adanya audiensi antara para pengunjuk rasa dan pimpinan DPR. Menurut pengamatan Suara.com, massa aksi meninggalkan lokasi sekitar pukul 19.50 WIB. Sebelumnya, para mahasiswa telah menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pihak legislatif. Tuntutan-tuntutan ini dianggap relevan mengingat isu ekonomi nasional dan penggunaan anggaran pemerintah menjadi sorotan utama selama beberapa bulan terakhir.

Konten Tuntutan Mahasiswa

Tuntutan pertama yang disampaikan mahasiswa terkait dengan pemulihan kondisi ekonomi nasional. Mereka menyoroti perlambatan pertumbuhan ekonomi yang terjadi akibat kebijakan pemerintah yang dianggap kurang efektif. “Kami menekankan kebutuhan pemulihan ekonomi karena kita melihat dampak nyata dari krisis yang sedang terjadi,” kata Muhammad Putra, Wakil Presiden Mahasiswa Trisakti, dalam wawancara dengan Suara.com. Tuntutan kedua mengarah pada penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai tidak tepat sasaran. Para mahasiswa menuding pemerintah mengucurkan dana ke program-program yang tidak memiliki dampak signifikan terhadap kebutuhan rakyat. “Dana APBN seharusnya dialokasikan untuk prioritas masyarakat, seperti kebutuhan dasar,” tambah Putra, menjelaskan bahwa penggunaan anggaran yang tidak efisien membuat kebijakan ekonomi terasa terlewat dari kebutuhan nyata. Tuntutan ketiga mencakup evaluasi terhadap para pejabat pemerintah yang dianggap tidak kompeten. Mahasiswa menilai bahwa sejumlah kebijakan yang diambil oleh pemerintah tidak didukung oleh data yang solid dan keputusan yang jelas. “Kita menuntut transparansi dalam pemerintahan karena ada kesan adanya keputusan yang diambil tanpa pertimbangan matang,” ucap Putra.

Interaksi Pimpinan DPR dengan Mahasiswa

Selama audiensi, para pimpinan DPR RI menyampaikan hasil negosiasi yang telah mereka capai dengan mahasiswa. Dasco Ahmad, dalam kesempatan itu, mengambil langkah khusus untuk menyapa para peserta aksi. Ia naik ke atas mobil komando dan membuka sambutan dengan kalimat yang berisi semangat. “Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia,” ucap Dasco, yang menjadi penanda awal dari diskusi antara pihak DPR dan mahasiswa. Perwakilan DPR juga menjanjikan akan melakukan tindak lanjut terhadap tuntutan yang disampaikan. “Kami akan melibatkan berbagai lembaga untuk mengevaluasi kebijakan yang menjadi fokus tuntutan mahasiswa,” kata salah satu anggota DPR, Habiburokhman, saat berbicara di depan kumpulan massa. Dalam pertemuan tersebut, selain menyampaikan janji, para pimpinan DPR juga berusaha menyerap masukan dari mahasiswa.

Konteks Tuntutan Ekonomi

Salah satu isu yang menjadi perhatian utama dalam aksi ini adalah kenaikan harga bahan pokok yang terjadi belakangan ini. Putra menjelaskan bahwa mahasiswa menyebutkan contoh nyata kenaikan harga beras dan komoditas lainnya, yang menurut mereka dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah. “Kami menilai kenaikan harga bahan pokok mencerminkan ketidakstabilan ekonomi yang tidak terkontrol,” katanya. Ia menambahkan bahwa selain harga bahan pokok, kenaikan harga bahan bakar Pertamax nonsubsidi juga menjadi sorotan. Mahasiswa khawatir dengan kenaikan ini, masyarakat akan beralih ke Pertalite, yang lebih mahal, dan berpotensi menyebabkan kelangkaan bahan bakar bersubsidi. “Kami menuntut evaluasi terhadap kebijakan bahan bakar karena ini berdampak langsung pada kebutuhan sehari-hari warga,” ucap Putra.

Langkah Kondusif Saat Pembubaran

Setelah audiensi selesai, massa aksi secara tenang meninggalkan lokasi. Proses pembubaran berlangsung tanpa adanya gesekan antar-peserta aksi dan aparat keamanan. “Semua pihak terlihat memahami kebutuhan mahasiswa, sehingga perpindahan massa terjadi dengan aman,” kata seorang pengamati kegiatan sosial, yang menunggu dari lokasi aksi. Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa juga meminta DPR RI untuk menjadi mediator dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi. Mereka berharap kebijakan pemerintah yang berdampak negatif pada kehidupan masyarakat dapat diperbaiki melalui dialog yang terus berlangsung. “Kami ingin DPR menjadi wadah untuk menyelesaikan isu-isu yang selama ini tidak teratasi,” kata Putra.

Pengaruh Kebijakan Pemerintah

Putra menyoroti bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya memengaruhi harga bahan pokok, tetapi juga memiliki dampak pada kehidupan sehari-hari warga. “Kami melakukan survei ke beberapa wilayah dan menemukan bahwa harga bahan pokok meningkat drastis dalam dua bulan terakhir,” katanya. Dalam konteks tuntutan ketiga, Putra juga mengingatkan bahwa kebijakan pemerintah harus lebih transparan. “Kami menuntut penilaian terhadap pejabat yang tidak menjalankan tugasnya secara maksimal,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa tuntutan ini diharapkan mampu menjadi pengingat bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerjanya.

Peran DPR dalam Isu Ekonomi

Selain janji tindak lanjut, para pimpinan DPR juga menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Dasco Ahmad, dalam sambutannya, menekankan bahwa pihak legislatif akan terus mendengarkan aspirasi mahasiswa. “Kami berkomitmen untuk menjawab tuntutan dengan solusi yang mendasar,” katanya. Ia menjelaskan bahwa hasil negosiasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara DPR dan masyarakat. “Kami percaya dengan dialog terbuka, banyak masalah bisa segera diatasi,” ujar Dasco.

Respon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *