Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak

Share: X Facebook
25125-kepala-badan-gizi-nasional-bgn-sudaryono

Pondokkebaikan.com – “`html Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara

Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara

Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menyampaikan respons tegas terkait berbagai kritik yang beredar di masyarakat. Pada hari Jumat, 31 Juli 2026, di Jakarta, ia menolak keras pernyataan bahwa program Makan Bergizi Gratis atau MBG dianggap telah menghabiskan dana negara secara berlebihan. Menurut Sudaryono, anggapan tersebut sama sekali tidak berdasar dan hanya muncul tanpa kajian mendalam.

Sudaryono mengungkapkan kekesalannya saat melihat berbagai komentar di media sosial. Banyak pihak yang menyalahkan program MBG atas berbagai masalah pembangunan yang masih terjadi di Indonesia. Ia merasa frustrasi karena seolah-olah program ini menjadi penyebab tunggal dari segala kekurangan yang ada di berbagai sektor.

“Saya gemes juga tuh lihat komentar di sosial media seolah-olah kan MBG ini ngabisin anggaran negara. Terus seolah-olah ini kurang, itu kurang, ini kurang, itu kurang,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.

Permasalahan Infrastruktur Sudah Ada Sejak Lama

Menurut penjelasan Sudaryono, berbagai kendala yang saat ini menjadi sorotan publik sebenarnya sudah berlangsung jauh sebelum program MBG dimulai. Keterbatasan pupuk, kerusakan pada jaringan irigasi, hingga kondisi sekolah yang rusak merupakan masalah klasik yang tidak bisa dikaitkan dengan program makan bergizi ini. Semua masalah tersebut sudah ada sejak pemerintahan sebelumnya.

Dalam sektor pertanian, Sudaryono memberikan contoh konkret mengenai alokasi pupuk. Ia menjelaskan bahwa keberadaan MBG tidak menyebabkan pengurangan jumlah pupuk yang didistribusikan ke petani. Justru, pemerintah saat ini memastikan ketersediaan pupuk tetap mencukupi dengan memberikan diskon harga untuk membantu petani.

“Ada yang nanya, apa hubungannya pupuk sama MBG? Kan orang menuduh bahwa MBG ngabisin anggaran. Dulu tidak ada MBG, artinya tidak ada anggaran yang kepakai untuk MBG, itu pupuknya kurang ya volumenya. Anda bisa cek itu. Dan bahkan sekarang sudah anggarannya dipakai MBG, kemudian pupuknya dicukupi, harganya diskon,” jelasnya.

Revitalisasi Infrastruktur dan Pendidikan Berjalan

Selain sektor pertanian, pembangunan infrastruktur irigasi juga tidak terganggu oleh program MBG. Sudaryono menyoroti bahwa kondisi irigasi yang rusak sudah menjadi masalah sebelum program ini dijalankan. Saat ini, pemerintah tengah melakukan revitalisasi besar-besaran dengan anggaran mencapai Rp12 hingga Rp14 triliun. Seluruh perbaikan tersebut ditargetkan selesai dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Kondisi serupa juga terjadi pada sektor pendidikan. Sudaryono menegaskan bahwa kerusakan sekolah bukanlah akibat dari program MBG. Masalah ini sudah ada sejak lama dan tidak bisa disalahkan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia mempertanyakan ke mana anggaran negara dialokasikan pada masa lalu ketika program MBG belum ada.

“Dulu nggak ada MBG, sekolah itu ada yang rusak, bolong, apa semua itu kan. Enggak karena terus kemudian Pak Prabowo jadi presiden, ada MBG terus sekolahnya mendadak jadi rusak,” ucapnya.

Menurut Sudaryono, pemerintah justru saat ini mulai melakukan perbaikan terhadap sekolah-sekolah yang rusak di tengah pelaksanaan program MBG. Hal ini membuktikan bahwa program makan bergizi tidak menghambat pembangunan infrastruktur pendidikan di seluruh Indonesia.

Kesejahteraan Guru Honorer Meningkat

Sudaryono juga membantah klaim bahwa program MBG menjadi penyebab rendahnya kesejahteraan guru honorer. Sebaliknya, pemerintah telah mengambil langkah nyata untuk meningkatkan penghasilan para guru melalui kebijakan kenaikan gaji. Saat ini, penghasilan guru honorer telah dipastikan mencapai Rp2 juta per bulan.

“Enggak kemudian karena MBG, guru honorer gajinya kecil. Bahkan oleh Pak Presiden kan sudah dipastikan sampai dengan Rp2 juta. Dulu kan nggak. Nah, sekarang ada MBG katanya dipotong untuk MBG, sekarang kita benahi semua,” tandasnya.

Sebagai tambahan informasi, Badan Gizi Nasional juga sedang menyelidiki dugaan adanya oknum yang menyebabkan dana sebesar Rp311,2 miliar nyasar ke rekening SPPG yang bermasalah. Investigasi ini dilakukan untuk memastikan transparansi penggunaan anggaran dalam program-program nasional.

Dengan demikian, Sudaryono meyakini bahwa program MBG justru berjalan sinergis dengan berbagai sektor pembangunan lainnya. Program makan bergizi tidak mengorbankan sektor lain, melainkan berjalan berdampingan dengan upaya perbaikan infrastruktur, pertanian, dan pendidikan di Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang MBG

Apakah MBG menyebabkan anggaran negara habis? Tidak. Sudaryono menjelaskan bahwa berbagai masalah seperti pupuk kurang dan sekolah rusak sudah ada sebelum MBG diluncurkan.

Berapa anggaran revitalisasi irigasi saat ini? Pemerintah mengalokasikan Rp12 hingga Rp14 triliun untuk revitalisasi irigasi yang ditargetkan selesai dalam lima tahun.

Bagaimana nasib guru honorer dengan adanya MBG? Gaji guru honorer justru meningkat menjadi Rp2 juta per bulan, bukan berkurang karena program MBG.

Apakah ada dana MBG yang nyasar? Ya, Badan Gizi Nasional menyelidiki dana Rp311,2 miliar yang nyasar ke rekening SPPG bermasalah.

“`

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *