Special Plan: Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Share: X Facebook
94020-demo-buruh-tolak-tapera-demo-partai-buruh

Ferri Nuzarli Mundur, 1,3 Juta Anggota ORI Tinggalkan Partai Buruh dalam Special Plan

Special Plan – Dalam rangkaian peristiwa yang disebut sebagai Special Plan, Sekretaris Jenderal Partai Buruh Ferri Nuzarli mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat, 26 Juni 2026. Pengunduran diri ini diiringi oleh sekitar 1,3 juta anggota Organisasi Rakyat Indonesia (ORI), salah satu dari tiga organisasi utama pendiri partai tersebut. Keputusan massal ini menunjukkan perbedaan strategis antara ORI dan Partai Buruh yang semakin memperkuat di luar tata kelola internal.

Pengunduran Diri dalam Konteks Special Plan

Special Plan yang diusung oleh Ferri Nuzarli dan anggota ORI menjadi faktor utama dalam keputusan untuk meninggalkan Partai Buruh. Ferri menjelaskan bahwa perbedaan pandangan tentang arah perjuangan partai telah terjadi secara konsisten, hingga akhirnya memaksa pihaknya untuk mengambil tindakan. “Dengan Special Plan, kami berharap dapat mengembangkan visi partai secara lebih komprehensif,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta.

ORI, yang didirikan pada 2013 dan menjadi sayap politik Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani, memegang peran penting dalam pendirian Partai Buruh. Namun, dalam Special Plan yang diusung, ORI memilih untuk berpindah karena perbedaan kebijakan dalam pengelolaan isu sosial dan orientasi kekuatan politik.

Dampak Struktural dan Pemecahan Massa

Kebijakan pengunduran diri dalam Special Plan menciptakan perubahan signifikan dalam basis massa Partai Buruh. Ferri menegaskan bahwa jumlah anggota ORI, sekitar 1,3 juta orang, berkontribusi besar dalam kekuatan partai. “Kami merasa, dengan Special Plan, peran ORI sebagai salah satu penggerak utama tidak lagi sejalan dengan visi partai saat ini,” ujarnya.

Dampak ini terasa jelas di tingkat daerah, terutama di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Ferri menyatakan bahwa keputusan ini tidak hanya melibatkan pengurus, tetapi juga anggota biasa yang secara keseluruhan memilih untuk meninggalkan partai. “Seluruh lapisan anggota mengikuti Special Plan ini dengan kompak, sehingga terjadi pergerakan besar,” tambahnya.

Proses Formal dan Konsensus Anggota

Dalam Special Plan ini, seluruh pengurus ORI diberi instruksi untuk mengajukan surat pengunduran diri. Ferri menjelaskan bahwa proses ini dilakukan secara rapi dan berdasarkan evaluasi matang. “Kami sudah berdiskusi lama dengan Partai Buruh, tetapi akhirnya sepakat bahwa Special Plan adalah solusi terbaik,” ujarnya.

Keputusan tersebut menggambarkan konsensus internal ORI yang terbentuk sejak lama. Ferri menekankan bahwa pengunduran diri ini tidak dilakukan impulsif, tetapi sebagai langkah strategis untuk mencari jalur yang lebih sesuai dengan tujuan organisasi. “Dengan Special Plan, kami ingin tetap aktif dalam perjuangan sosial, meski dengan arah yang berbeda,” tutupnya.

Perbedaan Pandangan dan Konflik Internal

Konflik internal Partai Buruh yang memicu Special Plan terjadi karena berbagai perbedaan pendapat, termasuk kebijakan politik dan strategi pemasaran. Ferri mengibaratkan hubungan ORI dengan partai sebagai rumah tangga yang mengalami perbedaan karakteristik. “Masalah ini bukan hanya tentang kepengurusan, tetapi juga seputar orientasi partai ke masa depan,” katanya.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal mengetahui rencana pengunduran diri ORI sejak Kamis (25/6/2026) malam, tetapi keputusan akhir tetap diambil oleh anggota ORI. “Kami berdiskusi intens, tapi Special Plan menjadi pilihan yang paling sesuai dengan keinginan anggota,” tambah Ferri, menjelaskan bahwa relokasi pabrik Jepang ke Vietnam dan isu PHK buruh juga menjadi faktor penentu dalam keputusan ini.

Konsensus Daerah dan Pelaksanaan Special Plan

Anggota ORI yang meninggalkan Partai Buruh tersebar di berbagai provinsi seperti Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, dan Papua. Ferri menegaskan bahwa keputusan ini diambil secara harmonis, meski tetap berdasarkan konsensus yang kuat. “Dengan Special Plan, kami ingin tetap memiliki pengaruh dalam isu-isu sosial, tetapi secara independen,” ujarnya.

Pelaksanaan Special Plan ini menandai akhir dari hubungan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Ferri berharap keputusan ORI dapat membuka peluang baru dalam perjuangan buruh dan masyarakat. “Kami tidak ingin memecah belah, tetapi lebih ingin memperkuat dampak kita,” pungkasnya, menegaskan bahwa perpindahan ini adalah bagian dari upaya reformasi internal partai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *