Pengungsi di Indonesia Terjebak dalam Masa Tunggu Panjang, UNHCR Jelaskan Alasan di Balik Nasib Mereka
Pondokkebaikan.com – Menurut Lembaga Pengungsi PBB, UNHCR, para pengungsi yang berada di Indonesia menghadapi peluang yang sangat terbatas untuk berpindah ke negara lain. Kuota global yang dibatasi menjadi salah satu faktor utama yang menghambat proses penempatan kembali mereka, meskipun negara penerima memiliki kebijakan seleksi yang ketat dan ketat. Dalam situasi ini, pengungsi sering kali harus menunggu hingga bertahun-tahun tanpa kepastian kapan akan diberangkatkan.
Kuota Global dan Kebijakan Negara Penerima
Perwakilan UNHCR, Hendrik Therik, mengungkapkan bahwa hanya sebagian kecil pengungsi yang bisa mendapatkan kesempatan untuk dipindahkan ke negara tujuan akhir. “Dunia internasional hanya menempatkan kurang dari satu persen pengungsi dalam program resettlement, dan ini bergantung sepenuhnya pada kebijakan negara penerima,” jelasnya dalam wawancara di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Berdasarkan prinsip hukum internasional, negara-negara tujuan memiliki otoritas penuh untuk menentukan jumlah kuota serta kriteria penerimaan pengungsi. Hal ini berarti UNHCR tidak bisa mengatur sendiri keputusan penempatan kembali. Dalam praktiknya, negara-negara mengutamakan kelompok yang dianggap paling rentan, seperti anak-anak, lansia, atau orang yang mengalami gangguan kesehatan. Kebijakan ini dianggap sebagai upaya memprioritaskan kelompok yang paling membutuhkan perlindungan.
“Secara global, penempatan kembali pengungsi ke negara ketiga bukanlah hak mutlak. Ia hanya salah satu opsi solusi yang tersedia, dan keberhasilannya tergantung pada kebijakan setiap negara,” imbuh Hendrik.
Masa tunggu hingga tujuh tahun untuk memperoleh kepastian keberangkatan adalah realita yang dihadapi banyak pengungsi. Fenomena ini semakin diperparah oleh kondisi global yang berubah, termasuk penurunan alokasi bantuan kemanusiaan. Dengan begitu, kuota pemindahan pengungsi terus berkurang, menyebabkan antrean yang semakin panjang.
Pengungsi Tidak Bisa Bergantung Sepenuhnya pada Resettlement
Menurut Hendrik, pengungsi di Indonesia perlu menyesuaikan ekspektasi mereka dengan keadaan nyata. Banyak dari mereka berharap bisa segera diberangkatkan ke negara maju, tetapi faktanya, proses penempatan kembali membutuhkan waktu dan ketersediaan kuota yang terbatas. “Pengungsi sering kali menilai resettlement sebagai solusi utama, padahal ia hanya salah satu pilihan,” katanya.
Untuk mengatasi situasi ini, UNHCR menyarankan pengungsi mencari alternatif legal lain. Beberapa jalur yang bisa ditempuh meliputi pendidikan, pekerjaan, atau kerja sama dengan pihak swasta. Misalnya, beasiswa internasional menjadi cara yang bisa dilakukan para pengungsi untuk meningkatkan peluang mereka. Selain itu, pengungsi juga bisa memanfaatkan program sponsor swasta yang memungkinkan komunitas atau keluarga di negara tujuan menampung mereka.
Jalur tenaga kerja juga disebutkan sebagai opsi alternatif yang layak. Negara penerima sering kali memberikan peluang kerja bagi pengungsi yang memiliki keahlian khusus. Dengan demikian, pengungsi bisa memperkuat posisi ekonomi mereka di Indonesia sambil menunggu kepastian solusi jangka panjang.
Pengungsi Internasional Terjebak dalam Ruang Transit
Data terbaru dari UNHCR menunjukkan bahwa rata-rata pengungsi internasional menghabiskan tujuh tahun dalam keadaan ketidakpastian di Indonesia. Situasi ini terjadi karena negara-negara tujuan membutuhkan waktu untuk mengevaluasi dan menyetujui permohonan penempatan mereka. Di samping itu, ada sekitar 12.000 pengungsi yang terdaftar resmi di tanah air, dari mana 30 persen di antaranya telah tinggal lebih dari sepuluh tahun tanpa mendapatkan kepastian keberangkatan.
Nasib ini juga mengundang kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Amerika Serikat, yang mengecam tindakan Iran sebagai pemimpin sidang nuklir di badan PBB. Protes tersebut dilakukan karena Iran dianggap menghina perjanjian internasional yang telah ditandatangani. Namun, meskipun ada kritik, fokus utama UNHCR tetap pada situasi pengungsi di Indonesia.
UNHCR memberikan pesan bahwa pengungsi tidak boleh hanya bergantung pada resettlement. Mereka perlu memperluas wawasan dan mencari solusi yang lebih berkembang. “Keterampilan, pendidikan, serta kemampuan ekonomi yang kuat adalah kunci untuk tetap berdiri di tengah tantangan,” tegas Hendrik.
Beberapa langkah konkret yang direkomendasikan meliputi partisipasi dalam program pelatihan, mengakses layanan pendidikan, dan membangun jaringan di wilayah penampungan. Dengan beradaptasi secara aktif, pengungsi diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada proses penempatan kembali sementara menunggu kepastian dari negara-negara tujuan. Dalam jangka panjang, UNHCR berharap masyarakat internasional lebih memperhatikan kebutuhan para pengungsi yang terjebak di ruang transit selama puluhan tahun.
Keadaan ini menunjukkan tantangan besar dalam sistem pengungsian global. Meskipun UNHCR berupaya memberikan bantuan dan advokasi, kebijakan negara-negara penerima tetap menjadi faktor penentu utama. Karena itu, para pengungsi di Indonesia perlu memahami bahwa proses keberangkatan ke negara ketiga membutuhkan waktu dan kerja sama yang baik dari semua pihak.
Di sisi lain, UNHCR menekankan pentingnya kerja sama antarlembaga dan negara untuk mempercepat proses penempatan pengungsi. Kebijakan yang lebih fleksibel serta peningkatan alokasi bantuan internasional bisa menjadi penyelesaian jangka panjang bagi ribuan pengungsi yang saat ini tertahan. Dengan kesadaran dan persiapan yang matang, para pengungsi diharapkan dapat membangun masa depan yang lebih baik meskipun dalam situasi yang tidak menentu.
Sebagai bagian dari solusi, UNHCR mengingatkan bahwa penguasaan kemampuan baru dan adaptasi terhadap kondisi lokal adalah langkah penting. Ini tidak hanya membantu pengungsi menikmati kehidupan yang lebih mandiri, tetapi juga memperkuat posisi mereka dalam menunggu kepastian keberangkatan ke negara tujuan. Dengan demikian, pengungsi di Indonesia harus bersiap menghadapi tantangan jangka panjang dan memanfaatkan peluang yang ada secara optimal.



