Massa Pendukung MBG Kecewa Berat, Pimpinan BGN Ogah Temui Pendemo

Share: X Facebook
khrisna-edit-1783546951-50cd30b09a

Special Plan: Massa Pendukung MBG Kecewa, BGN Ogah Temui Pendemo

Pondokkebaikan.com – Ribuan pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar demonstrasi di kawasan Jakarta Pusat pada hari Rabu, tanggal 8 Juli 2026. Aksi ini berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan dan dipenuhi oleh para mitra serta relawan yang merasa kecewa dengan penanganan program oleh Badan Gizi Nasional. Special Plan mencatat bahwa para pendemo menuntut adanya dialog terbuka dengan pimpinan lembaga terkait berbagai ketidakjelasan yang terjadi dalam operasional dapur-dapur program yang telah dibangun sebelumnya.

Suasana demonstrasi berubah menjadi kericuhan ketika massa berusaha keras untuk menemui para pejabat BGN. Hingga saat ini, pihak BGN masih menutup ruang komunikasi dengan para mitra yang telah berinvestasi dalam program tersebut. Kekecewaan mendalam terasa di kalangan massa setelah perwakilan mereka yang sebelumnya difasilitasi menggunakan mobil golf oleh aparat kepolisian untuk menuju Kantor BGN, kembali tanpa berhasil bertemu dengan pimpinan lembaga.

Perjalanan Massa Menuju Kantor BGN

Sebelumnya, para perwakilan massa memang telah dijanjikan kesempatan untuk bertemu langsung dengan pimpinan BGN guna menyampaikan berbagai aspirasi mereka. Namun, janji tersebut tidak terlaksana dengan baik. Merasa telah dikhianati, massa aksi kemudian memaksa diri mereka untuk bergerak kembali menuju Kantor BGN di tengah upaya pengadangan yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Aksi saling dorong antara massa dan aparat pun tak terhindarkan. Situasi semakin memanas ketika sejumlah peserta aksi melemparkan botol tempat air mineral ke arah polisi sebagai bentuk protes. Special Plan melaporkan bahwa salah satu orator dalam aksi tersebut menyatakan dengan tegas, “Karena tidak ditemui pimpinan, biarakan kami ke BGN,” yang mencerminkan kemarahan para pendemo.

“Karena ini semua informasi tertutup, kami tidak diberikan ruang untuk bisa berkomunikasi,” kata Ahmad Yazdi, Koordinator Presidium Relawan, Mitra, dan Simpatisan Dukung Keberlanjutan MBG.

Setelah melalui proses saling dorong selama beberapa saat, massa aksi akhirnya berhasil bergerak menuju Kantor BGN. Namun, sayangnya sesampainya di lokasi, massa tetap menghadapi sikap para petinggi BGN yang enggan menemui mereka. Hal ini semakin memperdalam kekecewaan yang dirasakan oleh para pendukung program.

Akar Masalah: Minimnya Komunikasi dan Moratorium SPPG

Ahmad Yazdi menjelaskan bahwa aksi hari ini sebenarnya dipicu oleh sikap pimpinan BGN yang menutup ruang dialog. Special Plan menyoroti bahwa para mitra sejatinya hanya ingin menyampaikan aspirasi terkait kelangsungan program MBG. Kekhawatiran mereka kian besar seiring dengan moratorium pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru yang tengah dilakukan oleh BGN.

Minimnya komunikasi dari BGN membuat para mitra kesulitan mendapatkan kejelasan mengenai nasib program tersebut. Yazdi menambahkan bahwa aksi juga didorong oleh sikap BGN yang tak kunjung memberi kejelasan kepada mitra yang telanjur membangun dapur namun belum juga bisa dioperasikan. Kondisi ini membuat banyak investor merasa kebingungan karena modal yang telah dikeluarkan tidak sedikit.

“Hari ini mitra yang sudah disakiti udah habis uang Rp2 miliar, Rp3 miliar. Teman-teman 3T juga menjerit. Mereka seperti di-prank oleh negara, mendapatkan surat SK untuk diperintahkan untuk mengerjakan dapur 3T. Nah, sementara mereka udah berbulan-bulan sekarang di sini tidak bisa beroperasi,” terang Yazdi.

Dampak Finansial dan Langkah Selanjutnya

Menurut Yazdi, mitra-mitra yang telah disakiti oleh situasi ini telah mengeluarkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit, mencapai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar. Special Plan mencatat bahwa para teman-teman 3T juga merasa sangat tertekan. Mereka merasa seperti dipermainkan oleh negara, karena mendapatkan surat SK yang memerintahkan mereka untuk mengerjakan dapur 3T, namun sementara itu mereka sudah berbulan-bulan tidak bisa beroperasi.

Bersama para mitra serta relawan lain, Yazdi menyatakan bahwa mereka akan terus menyuarakan kegelisahan mereka sampai para petinggi BGN mau bertemu untuk mendengar keluhan secara langsung. “Ini akan kami terus gelorakan sampai pintu-pintu kebijakan itu terbuka,” pungkasnya dengan penuh tekad.

Sementara itu, Special Plan melaporkan bahwa ribuan dapur MBG 3T yang telah mangkrak selama 8 bulan menjadi sorotan utama. Para pengelola klaim bahwa mereka telah rugi belasan triliun rupiah akibat ketidakjelasan ini. Situasi ini semakin memperburuk kepercayaan para mitra terhadap kemampuan BGN dalam mengelola program Makan Bergizi Gratis yang seharusnya menjadi solusi gizi bagi masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *