Special Plan: Kasus Korupsi MBG Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat usai Penyidik Telusuri Ponsel Sony Sonjaya

Share: X Facebook
13716-sony-sonjaya

Special Plan: Kasus Korupsi MBG Meluas, 41 Nama Diduga Terlibat

Special Plan – Kasus dugaan korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyita perhatian publik setelah penyidik menemukan bukti baru melalui ponsel Sony Sonjaya. Dalam penyelidikan yang terus berlanjut, jumlah nama yang diduga terlibat dalam skandal ini meningkat menjadi 41 orang, melampaui angka awal sebanyak 26 nama. Keterlibatan politisi dan tokoh publik menjadi sorotan utama, setelah hasil pemeriksaan perangkat seluler menjadi katalis utama dalam mengungkap jaringan korupsi yang lebih luas.

Pemecahan Kunci dalam Penyelidikan

Kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengungkap bahwa data dari ponsel tersangka menjadi dasar untuk mengidentifikasi nama-nama tambahan. Dalam perangkat seluler tersebut, penyidik menemukan bukti-bukti yang mengindikasikan adanya penyalahgunaan dana MBG. Krisna menyebutkan, selain nama-nama yang telah dikonfirmasi, penyidik juga mengungkap usulan tambahan untuk memperluas jaringan pelaku korupsi, termasuk para politisi yang dianggap memiliki pengaruh signifikan dalam pengambilan keputusan.

“Data yang ditemukan di ponsel Sony Sonjaya menjadi pembuka untuk menemukan keterlibatan nama-nama baru, khususnya dari kalangan politisi,” jelas Krisna di Gedung Bundar, Kamis (18/6/2026). “Keterlibatan ini menunjukkan bahwa korupsi tidak hanya terbatas pada satu institusi, tetapi melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi kebijakan dan yayasan pendukung program.”

Detail Dana MBG yang Disalahgunakan

Kasus korupsi MBG dugaan menyebabkan kerugian besar, terutama dari pengalokasian dana yang tidak sesuai tujuan. Menurut penyidik, dana program ini digunakan untuk menyalurkan bantuan kepada yayasan yang memiliki hubungan langsung dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Beberapa contoh penggelembungan harga yang terungkap meliputi 21.801 unit motor listrik senilai Rp1,03 triliun, 32.000 pasang sepatu, 31.994 unit tablet, serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci. Dugaan penyimpangan ini memperlihatkan adanya praktik tidak transparan dalam pengadaan barang penunjang.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan lima tersangka dalam kasus korupsi MBG periode 2025–2026, termasuk Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, Asep Yusuf Somantri (AYS), dan Andri Mulyono. Kini, perluasan penyidikan membawa lebih banyak nama ke dalam lingkaran investigasi. Krisna Murti menegaskan bahwa keterlibatan politisi dalam pengelolaan dana MBG menjadi fokus utama, terutama dalam memastikan akuntabilitas dan transparansi program.

“Kami menemukan bahwa dana MBG tidak hanya dialokasikan untuk makanan, tetapi juga digunakan untuk menyalurkan bantuan ke yayasan yang terkait langsung dengan pejabat BGN,” tambah Krisna. “Ini membuktikan bahwa kecurangan bisa terjadi di tingkat operasional dan kebijakan, sehingga perlu investigasi yang lebih mendalam.”

Perluasan kasus korupsi MBG ini menunjukkan bahwa penyidik tidak hanya mengejar individu, tetapi juga menjelajahi hubungan antar institusi. Sejumlah yayasan yang menerima dana diduga memberikan keuntungan kepada pejabat BGN dengan cara yang tidak jelas. Terlebih, Nanik S Deyang, mantan Wakil Kepala BGN, kini dilantik sebagai Kepala BGN, yang memperkuat dugaan bahwa korupsi terjadi dalam lingkaran kekuasaan yang lebih luas.

Masyarakat mengharapkan penegakan hukum yang tegas, terutama setelah jumlah tersangka terus bertambah. Mahasiswa dan kelompok advokasi juga meminta kejelasan lebih lanjut mengenai dugaan korupsi ini, dengan harapan pemerintah dapat memberikan respons cepat. Dengan penemuan bukti baru melalui ponsel Sony Sonjaya, kasus MBG berpotensi menjadi salah satu penyelidikan yang paling mengguncang dalam sejarah investigasi korupsi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *