Program Makan Bergizi Gratis Belum Capai Target, Realisasinya Baru 59 Persen

Share: X Facebook
khrisna-edit-1784327412-9a28bc54b6

Program Makan Bergizi Gratis Belum Tuntas, Realisasi 59 Persen

Tantangan Penyerapan Anggaran dan Manajemen SPPI

Pondokkebaikan.com – Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini merilis laporan resmi yang mengungkap bahwa Program Makan Bergizi Gratis Belum mencapai target yang diharapkan. Berdasarkan data terbaru, capaian kinerja program strategis ini hanya sebesar 59 persen dari total target yang telah ditetapkan. Angka ini mencerminkan adanya kesenjangan signifikan antara perencanaan awal dengan implementasi di lapangan. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi para pemangku kepentingan dalam mengevaluasi efektivitas program nasional tersebut.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, memberikan penjelasan mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya realisasi program. Menurutnya, masalah utama terletak pada penyerapan anggaran yang belum berjalan optimal. Selain itu, dukungan manajemen melalui Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) juga belum terealisasi secara maksimal. Kedua hal ini menjadi catatan penting yang perlu segera ditangani oleh pemerintah.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diselenggarakan bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta pada hari Jumat, Agustina memaparkan berbagai kendala secara rinci. Ia menyebutkan bahwa dari alokasi anggaran sebesar Rp18,7 triliun, realisasi yang tercapai baru mencapai Rp11 triliun lebih. Dengan kata lain, Program Makan Bergizi Gratis Belum memenuhi target kinerja yang telah direncanakan.

“Ada yang tidak tercapai dari sisi kinerja, alokasi anggaran Rp18,7 triliun itu realisasi anggarannya Rp11 triliun sekian. Capaian kami hanya 59 persen, artinya secara kinerja belum memenuhi target. Selain itu dari dukungan manajemen SPPI, anggaran dan realisasinya tidak 100 persen,” kata Agustina dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

Realisasi Belanja dan Tagihan Pihak Ketiga

Selain membahas realisasi program makan bergizi, Agustina juga memaparkan gambaran umum belanja Badan Gizi Nasional sepanjang tahun 2025. Total realisasi belanja mencapai Rp51,5 triliun dari pagu anggaran keseluruhan sebesar Rp85,2 triliun. Jika dihitung dalam persentase, angka ini setara dengan 60,49 persen dari pagu yang tersedia. Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anggaran telah digunakan, namun masih tersisa ruang untuk penyaluran lebih lanjut.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui program ini, masyarakat diharapkan mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang. Indikator-indikator yang digunakan dalam pengukuran kinerja program ini mencakup berbagai aspek, mulai dari distribusi makanan hingga monitoring kualitas nutrisi. Program Makan Bergizi Gratis Belum mencapai target karena beberapa faktor teknis dan manajerial.

Agustina juga mengungkap bahwa BGN masih memiliki potensi tagihan kepada pihak ketiga yang nilainya mencapai Rp743 miliar. Jumlah ini perlu segera diselesaikan agar tidak menghambat operasional program di masa mendatang. Penyelesaian tagihan tersebut menjadi prioritas bagi tim keuangan BGN dalam memastikan kelancaran program nasional. Tanpa penyelesaian yang tepat, Program Makan Bergizi Gratis Belum dapat berjalan optimal.

Dalam hal pengadaan aset, pembayaran untuk motor listrik telah dilunasi pada tahun 2026 melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA). Namun, aset-aset tersebut belum dapat dicatat sebagai aset peralatan dan mesin definitif. Hal ini disebabkan karena aset masih menjadi bagian dari proses penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung. Proses hukum ini tentu memerlukan waktu tambahan sebelum aset dapat dikategorikan secara resmi dalam laporan keuangan BGN.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa meskipun program makan bergizi telah berjalan dengan baik, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu diatasi. Pemerintah diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan program ini dapat mencapai target yang telah ditetapkan di masa depan. Dengan perbaikan sistem manajemen dan penyerapan anggaran, diharapkan capaian program dapat meningkat signifikan pada tahun-tahun berikutnya. Program Makan Bergizi Gratis Belum selesai, namun masih ada harapan untuk perbaikan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *