Meeting Results: Wamensos Jelaskan Tahapan Program Sekolah Rakyat
Pondokkebaikan.com – Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa percepatan program Sekolah Rakyat harus tetap mengikuti aturan yang berlaku. Dalam pertemuan tersebut, ia mengajak seluruh pemerintah daerah untuk meningkatkan sinergi dengan otoritas pusat. Langkah ini bertujuan agar program pendidikan bagi masyarakat kurang mampu dapat berjalan optimal. Meeting Results kali ini menjadi momen penting bagi koordinasi nasional dalam pengentasan kemiskinan.
Kunjungan audiensi berlangsung di Kantor Kementerian Sosial pada hari Kamis, tanggal 9 Juli 2026. Dalam pertemuan tersebut, hadir perwakilan dari tiga wilayah berbeda. Mereka adalah Pemerintah Kota Subulussalam, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, serta Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu. Masing-masing daerah membawa laporan progres pembangunan dan tantangan yang dihadapi. Meeting Results ini juga membahas berbagai isu strategis terkait pendidikan dan kesejahteraan sosial.
Menjaga Mekanisme Tetap Berjalan Sempurna
Menurut Wamensos, percepatan pembangunan sekolah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk membuka akses pendidikan. Fokus utamanya adalah memberikan kesempatan belajar kepada anak-anak yang berasal dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem. Meskipun percepatan menjadi kunci, semua tahapan pembangunan dan pengelolaan harus tetap mengikuti mekanisme yang sudah ditetapkan. Meeting Results menunjukkan bahwa kecepatan tidak boleh mengorbankan akuntabilitas.
“Presiden memang menginginkan proses yang cepat, mengingat masih ada sekitar 4 juta anak yang belum bersekolah. Namun, urut-urutan tahapannya harus sesuai dengan mekanisme Kemensos agar penganggaran dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” jelas Wamensos.
Pernyataan ini menunjukkan keseimbangan antara kecepatan dan akuntabilitas. Pemerintah tidak ingin terburu-buru hingga mengabaikan prosedur yang ada. Setiap tahap harus melalui proses verifikasi yang ketat. Meeting Results kali ini juga menghasilkan komitmen baru dari berbagai pihak untuk bekerja lebih sinergis.
Administrasi Lahan Menjadi Prioritas di Aceh Singkil
Salah satu poin penting yang ditekankan adalah penyelesaian administrasi lahan. Hal ini sangat krusial untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Khususnya untuk Kabupaten Aceh Singkil, dokumen sertifikat tanah menjadi syarat mutlak. Tanpa sertifikat yang lengkap, proses pembangunan sekolah tidak dapat dilanjutkan. Meeting Results mencatat bahwa isu ini menjadi hambatan utama di beberapa wilayah.
“Untuk urusan lahan, sertifikat harus dibawa. Apabila tidak membawa sertifikat, maka urusan sekolah tidak bisa diproses lebih lanjut. Minggu ini saya meminta bukti konkret. Saya berharap Singkil memiliki Sekolah Rakyat permanen. Jika memungkinkan, targetnya adalah tahun ini,” tegas Wamensos. Jawaban Bupati Singkil, Safriadi Oyon, disertai anggukan penuh kesiapan.
Kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan dokumen legal menjadi indikator keberhasilan program. Hal ini menunjukkan komitmen serius dari seluruh pihak yang terlibat. Meeting Results juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran pembangunan.
Progres Pembangunan di Subulussalam dan Indragiri Hulu
Sementara itu, Wali Kota Subulussalam, Rasyid, melaporkan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya sudah memasuki tahap akhir. Progres saat ini mencapai angka 74 persen. Dengan percepatan yang dilakukan, target penyelesaian diharapkan tercapai pada tanggal 14 Juli mendatang. Berbagai unsur dilibatkan secara bergantian untuk mengejar waktu. Meeting Results mencatat bahwa Subulussalam berada di jalur yang tepat untuk menyelesaikan proyek tepat waktu.
Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hulu, Rika Varia Nora, menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi. Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan Anak Berhadapan Hukum (ABH) masih terkendala oleh keterbatasan sarana dan prasarana. Selain itu, pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas operator di setiap desa serta verifikasi lapangan secara rutin.
“Indragiri Hulu menargetkan pembaruan data mencapai 50 persen penduduk pada bulan September dan 100 persen pada Desember 2026,” ungkap Rika.
Rika juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemensos dalam pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT). Suku Talang Mamak menjadi salah satu penerima manfaat utama. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan lebih dari 100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH untuk mengikuti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE). Program ini disinergikan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP). Meeting Results menyoroti pentingnya integrasi berbagai program sosial untuk dampak maksimal.
Ruang Kolaborasi yang Luas
Menanggapi berbagai usulan dari daerah, Wamensos Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa pemerintah pusat membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Tujuannya adalah mempercepat pengentasan kemiskinan secara nasional. Pemerintah pusat siap memberikan dukungan penuh selama program Kemensos tersedia. Meeting Results kali ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi pusat-daerah dapat menghasilkan kemajuan nyata. Kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan program nasional.
“Pokoknya saya senang kalau daerah semangat untuk pengentasan kemiskinan. Saya akan dukung selama Kemensos punya program. Itu memang perintah Presiden, jadi ke pemerintah pusat jangan malu-malu atau takut. Memang kita diminta berkolaborasi,” tutup Wamensos.
Meeting Results ini juga menghasilkan beberapa rekomendasi tindak lanjut yang akan dievaluasi dalam pertemuan berikutnya. Seluruh pihak sepakat bahwa komunikasi yang intensif akan mempercepat realisasi program. Dengan semangat kolaborasi, Indonesia diharapkan dapat mencapai target pembangunan sosial yang telah ditetapkan.



