Meeting Results: Gus Ipul Saksikan Transformasi Siswa Sekolah Rakyat Lombok Barat
Pondokkebaikan.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan miskin ekstrem. Melalui inisiatif ini, setiap siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Acara Open House Sekolah Rakyat dilaksanakan pada Jumat, 10 Juli 2026 di Sentra Paramita Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kehadiran para calon siswa bersama orang tua mereka menjadi momen berharga dalam evaluasi program ini.
“Anak-anak yang sebelumnya mungkin mengubur mimpinya, kini mulai menunjukkan kepercayaan diri yang lebih tinggi dan optimisme dalam meraih cita-cita,” ungkap Gus Ipul dengan antusiasme tinggi.
Proses Seleksi dan Target Peserta
Meeting Results kali ini juga membahas mekanisme seleksi yang dilakukan oleh pemerintah. Berbeda dengan program pendidikan lainnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran terbuka. Sebaliknya, negara yang secara aktif menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini kurang terwakili dalam pembangunan. Program rintisan ini resmi diluncurkan pada Juli 2025 dan menyasar keluarga pada desil pertama serta kedua menurut Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Salah satu siswa yang menjadi sorotan adalah Novatul Alratia, siswi SRMP 18 Lombok Barat berusia 14 tahun. Awalnya, ia dikenal sebagai pribadi yang pemalu dan kurang percaya diri. Namun, setelah satu tahun menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat, Novatul berhasil meraih juara pertama pencak silat tingkat nasional. Prestasi ini membuktikan bahwa program pendidikan alternatif mampu mengasah potensi siswa secara maksimal.
“Padahal dulu Novatul ini pemalu, pendiam, dan jarang bicara. Sekarang sudah menjadi juara nasional,” kata Gus Ipul dengan penuh kebanggaan.
Meeting Results juga menyoroti transformasi yang dialami Haikal Abdul Majid, siswa SRMP 18 lainnya yang bercita-cita menjadi psikolog. Kehadirannya dalam dialog tersebut menunjukkan keberagaman minat para siswa Sekolah Rakyat. Ibunda Novatul turut berbagi pengalaman bahwa perkembangan putrinya jauh lebih baik setelah mengikuti program ini. Ia merasa Novatul kini lebih disiplin, rajin membantu pekerjaan rumah, dan memiliki kepercayaan diri yang meningkat.
Keluarga Novatul sempat mengalami kesulitan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19 terhadap usaha mereka. Kondisi tersebut membuat Novatul kehilangan kepercayaan diri saat masih bersekolah di tingkat dasar. Meeting Results menegaskan bahwa pendekatan pendidikan yang tepat sasaran mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Melalui pendataan yang akurat dan pendampingan intensif, negara berhasil menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini terabaikan. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dapat mengakses pendidikan berkualitas. Transformasi yang terjadi pada siswa-siswa seperti Novatul dan Haikal menjadi inspirasi bagi keluarga-keluarga lainnya di seluruh Indonesia.



