Meeting Results: Mahasiswa Trisakti Beri Peringatan Keras: Jangan Main-Main dengan Isu Perut Rakyat

Share: X Facebook
95038-mahasiswa-universitas-trisakti

Mahasiswa Trisakti Beri Peringatan Keras: Jangan Main-Main dengan Isu Perut Rakyat

Meeting Results – Pada Jumat, 19 Juni 2026, Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti melakukan pertemuan dengan para pimpinan DPR RI di Jakarta. Acara ini diadakan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, dalam rangka membahas keluhan masyarakat terkait krisis ekonomi yang terus menghantui kehidupan sehari-hari warga. Mahasiswa menyoroti kebutuhan mendasar masyarakat, seperti biaya hidup dan akses ke bahan pokok, sebagai isu kritis yang perlu segera ditangani oleh pemerintah.

Isu Harga Bahan Pokok dan Ketersediaan BBM Menjadi Sorotan

Para mahasiswa menuntut pemerintah mempercepat upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok dan menjamin distribusi BBM subsidi yang merata kepada masyarakat. Deni Ribowo, sebagai perwakilan mahasiswa, menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa diabaikan karena langsung memengaruhi daya beli rakyat. “Jika harga bahan pokok terus melambung dan BBM subsidi tidak tersedia, masyarakat akan kesulitan memenuhi kebutuhan harian,” kata Deni dalam pernyataannya setelah pertemuan.

Upaya DPR untuk Menindaklanjuti Tuntutan

Deni menyampaikan bahwa dalam pertemuan tertutup, perwakilan mahasiswa mengajukan sejumlah aspirasi, mayoritasnya fokus pada pihak eksekutif sebagai pengambil kebijakan. Meski beberapa poin telah dijawab, Deni mengingatkan bahwa bukti konkret dari komitmen pemerintah masih menunggu. “Kita harus melihat tindakan nyata, bukan hanya janji kosong. Jika pihak pemerintah gagal memenuhi kewajibannya, maka aksi kami akan terus berlanjut,” ujarnya.

“Persoalan BBM subsidi menjadi fokus utama karena berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Kelangkaan bahan bakar ini bisa memicu kenaikan harga pangan, yang berujung pada kesulitan ekonomi rakyat,” tambah Deni.

Perspektif DPR dan Tanggung Jawab Kebijakan

Deni menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, para pimpinan DPR RI berkomunikasi langsung dengan menteri terkait untuk memperjelas situasi. Ia menegaskan bahwa DPR berharap bisa menjadi “penyambung lidah” mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. “Kami yakin DPR akan menindaklanjuti tuntutan ini, tapi komitmen pemerintah tetap menjadi penentu keberhasilan,” lanjut Deni.

Isu “perut rakyat” yang diangkat Deni diibaratkan sebagai hal yang sangat sensitif. Ia memperingatkan bahwa jika pemerintah tidak serius mengatasi krisis ekonomi dasar, gejolak sosial bisa memuncak. “Kesulitan memperoleh kebutuhan pokok dan BBM subsidi tidak hanya merugikan individu, tapi juga menimbulkan ketidakpuasan kolektif yang bisa berujung pada protes lebih besar,” kata Deni.

Komunikasi dan Tindak Lanjut yang Diharapkan

Deni menekankan bahwa pertemuan ini menjadi momentum untuk memastikan komitmen pemerintah terhadap tiga tuntutan utama. Pertama, menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter yang tepat. Kedua, menjamin ketersediaan harga bahan pokok yang terjangkau. Ketiga, memastikan distribusi BBM subsidi kembali normal. “Kami mengharapkan bukti nyata dalam beberapa minggu ke depan agar masyarakat merasa nyaman dengan kebijakan pemerintah,” pungkas Deni.

“Isu yang bersinggungan langsung kepada masyarakat, seperti kelangkaan BBM subsidi, tidak bisa diremehkan. Jika pemerintah tidak segera memenuhi janji yang dijanjikan, maka gelombang perjuangan seperti ini akan terus muncul,” tegas Deni.

Pertemuan antara mahasiswa Trisakti dan DPR RI dianggap sebagai langkah awal untuk mendorong pemerintah mengambil kebijakan yang lebih cepat. Deni mengingatkan bahwa peran DPR sebagai wakil rakyat penting untuk menjembatani antara mahasiswa dan pemerintah. “Kami berharap DPR bisa menjadi pihak yang aktif mengawasi komitmen eksekutif, karena isu ini berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat,” katanya.

Konteks Isu Perut Rakyat

Deni menjelaskan bahwa isu “perut rakyat” mencakup berbagai aspek, termasuk biaya hidup, akses ke kebutuhan pokok, dan ketersediaan energi. Ia menyoroti bahwa kenaikan harga BBM subsidi bisa berdampak domino pada harga bahan pangan, yang secara langsung mengurangi kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan. “Karena itu, kita harus segera mengambil langkah untuk menyelesaikan ini,” ujarnya.

Sebagai perwakilan dari 30 ribu mahasiswa Trisakti, Deni menegaskan bahwa keputusan yang diambil dalam pertemuan ini akan direspons oleh seluruh elemen kampus. “Kami tidak ingin isu ini dianggap remeh karena bisa memicu ketidakpuasan yang lebih luas. Jika pemerintah tidak segera tindak lanjuti, maka mahasiswa akan terus mengawasi situasi ini hingga ada penyelesaian konkret,” tuturnya.

Kesiapan untuk Aksi Lanjutan

Mahasiswa Trisakti mengingatkan bahwa aksi mereka bukan hanya sekadar protes, tetapi juga upaya untuk menggeser prioritas pemerintah. Deni menekankan bahwa tuntutan ini merupakan langkah wajib untuk melindungi kesejahteraan rakyat. “Kami akan tetap aktif, karena isu perut rakyat adalah isu yang harus diatasi dengan serius. Jika tidak, maka masyarakat akan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujarnya.

Usai pertemuan, mahasiswa Trisakti kembali membubarakan diri. Deni menyampaikan bahwa pihak DPR berjanji akan menindaklanjuti tuntutan-tuntutan yang diajukan. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah masih harus menunjukkan keberhasilan dalam menyelesaikan masalah tersebut. “Kami menunggu kejelasan dari pemerintah dalam beberapa minggu ke depan, agar bisa menilai apakah ada perubahan yang signifikan atau tidak,” pungkas Deni.

Isu BBM subsidi dan harga bahan pokok menjadi sorotan utama karena dinilai sebagai bagian dari krisis ekonomi yang mengancam kehidupan rakyat. Deni menambahkan bahwa kelangkaan BBM bisa memicu peningkatan harga bahan pangan, yang berujung pada penurunan daya beli masyarakat. “Karena itu, kebijakan fiskal dan moneter harus dipertimbangkan secara cermat,” katanya. Pertemuan ini dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga kestabilan ekonomi dan memperkuat keterlibatan DPR dalam mengawasi kebijakan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *