Prabowo Resmikan PLTS 100 GWp di Bali: Libur Maulid Bukan Alasan Berhenti Bekerja
Pondokkebaikan.com – Di tengah suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 25 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto memilih untuk tidak mengambil jeda dari agenda kenegaraannya. Alih-alih beristirahat, ia justru hadir di lokasi proyek strategis nasional di Jembrana, Bali, untuk meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp). Keputusan ini sekaligus menjadi pernyataan tegas bahwa momentum keagamaan tidak akan menghentikan laju pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah.
Proyek Energi Terbesar dalam Sejarah Kelistrikan Indonesia
PLTS 100 GWp yang berlokasi di Jembrana merupakan salah satu proyek energi terbesar yang pernah direncanakan di tanah air. Dengan kapasitas setara lebih dari seratus pembangkit listrik skala menengah, instalasi ini ditargetkan rampung pada tahun 2029. Tujuan utamanya dua: memperkuat ketahanan energi nasional serta menekan biaya produksi listrik agar lebih efisien bagi konsumen akhir.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mempercepat transisi menuju sumber energi terbarukan. Selama beberapa dekade, bauran energi Indonesia masih didominasi oleh pembangkit berbahan bakar fosil. Kehadiran PLTS berskala masif diharapkan mampu mengurangi ketergantungan tersebut sekaligus menurunkan jejak karbon sektor kelistrikan. Bagi masyarakat Bali dan kawasan sekitarnya, proyek ini juga membawa implikasi ekonomi berupa penciptaan lapangan kerja selama fase konstruksi dan operasional.
Salam Maulid dan Pesan Kerja Nyata
Sebelum memasuki agenda teknis pembangunan, Prabowo terlebih dahulu menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam di dunia yang memperingati kelahiran Rasulullah SAW.
“Karena ini adalah Maulid Nabi, kelahiran Rasulullah kita, saya ucapkan selamat kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia, juga di mana pun saudara berada,” kata Prabowo.
Setelah salam keagamaan tersebut, ia langsung beralih ke pesan yang menjadi inti kehadirannya di lokasi proyek. Bagi Prabowo, peringatan Maulid tidak cukup hanya dimaknai melalui ritual doa semata. Ia menekankan bahwa pengabdian kepada bangsa juga terwujud melalui kerja produktif yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Di hari besar ini kita tetap bekerja karena kita juga menyadari bahwa kewajiban kita sebagai insan yang bertakwa, selain berdoa, selain kita selalu menjunjung tinggi junjungan kita dan agama kita, kita juga harus berkarya,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan posisi pemerintah bahwa dimensi spiritual dan dimensi pembangunan berjalan beriringan, bukan saling meniadakan. Dalam kerangka tersebut, produktivitas negara pada hari-hari besar keagamaan dipandang sebagai bentuk ibadah sosial yang sah.
Kabinet Merah Putih dan Mitos “Tanggal Merah”
Prabowo kemudian melontarkan komentar yang menarik perhatian publik mengenai ritme kerja jajaran kabinetnya. Ia menyebut bahwa di lingkungan Kabinet Merah Putih, konsep hari libur nasional atau “tanggal merah” nyaris tidak berlaku.
“Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah, dan itu risiko, risiko pengabdian,” kata Prabowo.
Komentar ini menggarisbawahi ekspektasi tinggi yang ia tanamkan kepada para menteri dan pejabat setingkat kementerian. Menjadi bagian dari pemerintahan, menurutnya, menuntut kesiapan penuh untuk bekerja tanpa jeda demi kepentingan rakyat. Ia bahkan menambahkan catatan tegas bagi mereka yang merasa tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut.
“Yang tidak sanggup, boleh minggir. Banyak yang ingin menggantikan saudara,” ujar Prabowo.
Pernyataan itu dapat dibaca sebagai sinyal bahwa pemerintah akan menerapkan standar kinerja yang ketat di seluruh jajaran eksekutif, termasuk pada hari-hari yang secara konvensional dianggap sebagai waktu istirahat. Bagi aparatur negara, pesan tersebut mengimplikasikan bahwa agenda pembangunan tidak akan menunggu kalender libur.
Konteks Percepatan Sektor Energi
Agenda PLTS 100 GWp bukan berdiri sendiri. Ia merupakan bagian dari paket percepatan pembangunan sektor energi yang sedang digulirkan pemerintah. Target penyelesaian pada 2029 berarti seluruh tahapan — dari pengadaan panel fotovoltaik, pembangunan infrastruktur pendukung, hingga koneksi ke jaringan transmisi — harus diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga tahun. Kecepatan eksekusi semacam ini menuntut koordinasi lintas kementerian, ketersediaan lahan yang memadai, serta kesiapan regulasi yang mendukung investasi skala besar di sektor surya.
Bagi masyarakat luas, keberhasilan proyek ini akan berdampak langsung pada tarif listrik, keandalan pasokan energi di kawasan Bali dan sekitarnya, serta posisi Indonesia dalam peta energi terbarukan global. Sebaliknya, keterlambatan atau hambatan dalam eksekusi dapat memperpanjang ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menunda manfaat ekonomi yang dijanjikan.
Dengan demikian, kehadiran Prabowo di lokasi groundbreaking pada hari Maulid bukan sekadar simbolisme politik. Ia sekaligus menjadi penanda bahwa pemerintah menempatkan percepatan pembangunan energi sebagai prioritas yang tidak mengenal jeda, bahkan di hari-hari yang secara kultural dan keagamaan dimaknai sebagai waktu refleksi dan doa.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Libur Maulid Tetap Kerja Tak Ada Tanggal?
Libur Maulid Tetap Kerja Tak Ada Tanggal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Libur Maulid Tetap Kerja Tak Ada Tanggal matter?
Libur Maulid Tetap Kerja Tak Ada Tanggal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.



