Murid Sekolah Rakyat Lampaui Target, Kemensos Ajukan Tambahan Anggaran hingga Rp8 Triliun
Program Pendidikan Sosial Meningkatkan Akses bagi Siswa SD, SMP, dan SMA
Latest Program – Kementerian Sosial RI, yang dipimpin oleh Menteri Sosial Gus Ipul, telah mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah peserta program Sekolah Rakyat. Dalam laporan terbaru, ia menyatakan bahwa capaian program ini telah melebihi rencana awal yang sebelumnya hanya menargetkan 32 ribu siswa. Tercatat, jumlah peserta yang terjangkau hingga saat ini mencapai lebih dari 48 ribu, menunjukkan keberhasilan dalam menyasar kebutuhan pendidikan dasar bagi masyarakat yang kurang mampu.
Sekolah Rakyat, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menjangkau pendidikan bagi anak-anak di luar sistem formal, berperan penting dalam memberikan layanan pendidikan secara gratis kepada siswa SD, SMP, dan SMA. Program ini diterapkan dengan harapan dapat mengurangi kesenjangan pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan yang tidak memiliki akses ke fasilitas sekolah biasa.
Dalam upaya memperluas cakupan program, Kementerian Sosial kini mengajukan permintaan tambahan dana sebesar Rp8 triliun untuk tahun 2027. Tujuan utamanya adalah mencapai target 100 ribu siswa yang akan menjangkau lebih banyak kalangan. Gus Ipul menjelaskan bahwa kebutuhan pendidikan untuk jenjang SMP dan SMA sudah terpenuhi lebih dari target, sementara Sekolah Dasar masih memerlukan penyesuaian anggaran agar kebutuhan pendidikan dasar bisa terpenuhi secara optimal.
Kebutuhan tambahan anggaran ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperluas akses pendidikan. Dengan anggaran yang lebih besar, program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menyediakan fasilitas yang lebih lengkap, seperti perlengkapan belajar, guru, dan infrastruktur pendukung. Gus Ipul menekankan bahwa keberhasilan peningkatan peserta program ini menjadi dasar untuk menambah alokasi dana, sehingga target 100 ribu siswa pada tahun depan dapat tercapai.
“Tahun ini alokasinya 32 ribu lebih siswa Sekolah Rakyat untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Tetapi sampai hari ini sudah lebih dari 48 ribu yang terjangkau,” kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Kementerian Sosial juga menjelaskan bahwa proyeksi jumlah peserta program akan terus meningkat. Saat ini, terdapat sekitar 45 ribu siswa yang terdaftar, namun ke depannya diharapkan dapat mencapai lebih dari 100 ribu siswa. Hal ini membutuhkan penguatan anggaran yang lebih besar untuk memastikan ketersediaan sumber daya, baik dalam bentuk b



