Key Strategy: Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027

Share: X Facebook
khrisna-edit-1784043754-f246183242

Key Strategy: 30 Siswa Sekolah Rakyat Mojokerto ke Kediri

Key Strategy – Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah secara resmi mengirimkan tiga puluh siswa baru yang terdaftar di program Sekolah Rakyat untuk jenjang SMP kelas VII. Pengiriman ini dilakukan guna mendukung proses pembelajaran selama tahun ajaran 2026/2027. Para peserta didik tersebut akan menempuh pendidikan dengan sistem berasrama terlebih dahulu di institusi pendidikan yang berlokasi di Kota Kediri. Keputusan ini diambil sementara waktu hingga konstruksi gedung permanen untuk Sekolah Rakyat di wilayah Mojokerto rampung sepenuhnya. Langkah ini merupakan Key Strategy yang dipilih untuk memastikan kelancaran pendidikan bagi siswa-siswa terpilih.

Upacara Pelepasan yang Khidmat

Kegiatan pelepasan para siswa diselenggarakan pada hari Senin pagi, tanggal 13 Juli 2026. Lokasi acara berada di Pendopo Graha Maja Tama yang terletak di Kabupaten Mojokerto. Suasana upacara berlangsung penuh khidmat dengan kehadiran para siswa serta keluarga pendamping yang mendampingi mereka selama proses pendidikan berlangsung. Bupati Mojokerto, Muhammad Al-Barra, yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Barra, hadir langsung memimpin prosesi tersebut.

Dalam sambutannya, Gus Barra menyampaikan motivasi kepada para peserta didik agar dapat memanfaatkan kesempatan belajar dengan optimal. Ia berharap para siswa dapat meraih masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan yang berkualitas. Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan, nama baik keluarga, sekolah, serta Kabupaten Mojokerto selama menempuh pendidikan di Kediri. Key Strategy ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan akses pendidikan terbaik.

“Selamat menempuh perjalanan, selamat belajar, jaga kesehatan, jaga nama baik keluarga, sekolah, dan Kabupaten Mojokerto. Raihlah prestasi setinggi-tingginya sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” ungkap Gus Barra.

Proses Seleksi dan Kuota Peserta Didik

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto, menjelaskan bahwa jumlah tiga puluh peserta didik merupakan kuota resmi yang ditetapkan oleh Kementerian Sosial. Seluruh siswa telah melalui proses seleksi yang ketat menggunakan aplikasi Setara. Sistem ini terintegrasi dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) sehingga memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan bantuan pendidikan. Key Strategy dalam seleksi ini memastikan bahwa bantuan pendidikan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan.

“Sesuai surat yang kami terima dari Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Mojokerto mendapat kuota sebanyak 30 peserta didik untuk jenjang SMP kelas VII,” jelas Try Raharjo.

Try Raharjo juga memastikan bahwa para siswa akan kembali melanjutkan pendidikan di Kabupaten Mojokerto setelah gedung Sekolah Rakyat selesai dibangun. Saat ini, pembangunan gedung permanen masih berada dalam tahap pengusulan sehingga siswa harus dititipkan di Kediri terlebih dahulu. Pendekatan ini merupakan Key Strategy jangka pendek yang efektif untuk mengatasi keterbatasan infrastruktur pendidikan.

Dukungan Transportasi dan Program Prioritas

Sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas Presiden Republik Indonesia melalui Sekolah Rakyat, Pemerintah Kabupaten Mojokerto memberikan fasilitas transportasi gratis bagi seluruh peserta didik. Dinas Perhubungan Kabupaten Mojokerto telah menyiapkan bus yang akan mengantarkan para siswa beserta satu orang anggota keluarga pendamping menuju Sekolah Rakyat Kota Kediri. Proses keberangkatan ini dirancang agar berlangsung dengan aman dan nyaman bagi semua pihak. Key Strategy transportasi ini mengurangi beban ekonomi keluarga siswa selama masa pendidikan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah menjalankan Pilot Project Sekolah Rakyat Rintisan 1A di SMP Negeri 15 Ngadek. Program percontohan ini merupakan bagian dari persiapan penyelenggaraan program Sekolah Rakyat secara lebih luas. Sekolah Rakyat sendiri menjunjung prinsip bahwa setiap siswa berharga, dan ESQ memberikan dukungan dalam pemetaan talenta siswa untuk memastikan pendidikan yang berkualitas. Implementasi Key Strategy ini telah menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

“Akhirnya, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, peserta didik baru Sekolah Rakyat Kabupaten Mojokerto tahun ajaran 2026/2027 menuju Sekolah Rakyat di Kota Kediri secara resmi saya berangkatkan,” tandas Gus Barra.

Para siswa yang berangkat kali ini akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Kediri untuk sementara waktu. Setelah gedung permanen di Mojokerto terbangun, siswa yang saat ini dititipkan di Kediri akan ditarik kembali untuk melanjutkan pendidikan di sekolah yang permanen di Kabupaten Mojokerto. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pendidikan terbaik bagi generasi muda melalui Key Strategy yang terencana dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *