Key Strategy: 1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

Share: X Facebook
10872-kemensos

1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil

Key Strategy – Dalam satu tahun terakhir, inisiatif pemerintah yang diberi nama Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya untuk mengatasi masalah anak-anak yang putus sekolah, belum bersekolah, atau tidak memperoleh pendidikan yang layak, terutama dari keluarga berpenghasilan rendah dan ekstrem. Program ini dirancang sebagai solusi terpadu yang tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga memperkuat kemandirian keluarga secara ekonomi dan sosial.

Sebagai program prioritas Presiden, Sekolah Rakyat mulai menunjukkan hasil signifikan meskipun masih dalam tahap awal. Hal ini terbukti dari perubahan yang terjadi di tengah masyarakat, khususnya terhadap anak-anak yang sebelumnya kesulitan membangun kepercayaan diri. Menurut Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program tersebut mampu mengubah kualitas hidup generasi muda.

Pernyataan Agus Jabo Priyono

“Memang tidak mudah pada awalnya, tapi alhamdulillah selama setahun ini, secara umum program dan pelaksanaan Sekolah Rakyat ini cukup berhasil. Terbukti misalnya, anak-anak yang sebelumnya merasa rendah hati kini lebih percaya diri. Mereka yang kondisi tubuhnya kurus pun mulai membaik,” ujar Agus Jabo Priyono dalam wawancara.

Agus Jabo menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya mengubah kondisi anak, tetapi juga memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar. Ia menjelaskan bahwa program ini berfokus pada pendidikan sekaligus keterlibatan aktif orang tua siswa untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung. “Yang tidak mampu, negara yang harus menyekolahkan. Ini konsep Sekolah Rakyat yang menekankan tanggung jawab sosial pemerintah,” tambahnya.

Dalam acara talkshow yang berlangsung di Studio 2 CNN Indonesia TV, Kamis (25/6/2026), Agus Jabo membahas manfaat Sekolah Rakyat sebagai bentuk pemutusan siklus kemiskinan. Acara bertema “1 Tahun Sekolah Rakyat Menyalakan Harapan dan Masa Depan Bangsa” ini juga dihadiri oleh tokoh lain, seperti Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf dan Konsultan Pendidikan Ina Liem.

Dukungan dari Furtasan Ali Yusuf

Furtasan Ali Yusuf, sebagai salah satu pengamat pendidikan, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis yang mendorong anak-anak dari latar belakang kurang mampu untuk memiliki peluang belajar yang lebih merata. “Program ini harus didukung sepenuhnya karena menjadi cara Presiden untuk membangun harapan di tengah masyarakat yang tidak memiliki mimpi,” jelas Furtasan.

Ia juga menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat perlu diintegrasikan dengan sistem pendidikan nasional agar bisa berkelanjutan. “Jika program ini bisa terwujud secara sistematis, maka akan membantu anak-anak dari keluarga miskin mencapai pendidikan yang berkualitas,” tambahnya.

Pendapat Ina Liem

“Konsep Sekolah Rakyat sangat relevan karena pendidikan diawali dari lingkungan rumah. Sayangnya, untuk keluarga miskin dan ekstrem, rumahnya sering kali tidak mendukung proses belajar,” ujar Ina Liem, konsultan pendidikan dan karier, dalam wawancara.

Ina menekankan bahwa pola pengasuhan anak-anak di Sekolah Rakyat memberikan ruang yang lebih luas untuk belajar dan berkembang. Ia menjelaskan bahwa sistem asrama menjadi salah satu metode yang efektif karena memungkinkan pendampingan lebih terstruktur. “Anak-anak yang ditemani orang tua di lingkungan yang nyaman akan lebih mampu fokus pada pendidikan,” katanya.

Program ini juga menekankan peran aktif masyarakat dalam membantu proses pendidikan. Dengan memberikan pelatihan dan dukungan finansial, orang tua bisa lebih mandiri dan mengurangi beban ekonomi keluarga. Hal ini sejalan dengan tujuan utama Sekolah Rakyat, yaitu memutus transmisi kemiskinan melalui pendidikan dan pemberdayaan.

Manfaat Sosial yang Teramati

Dalam kurun waktu satu tahun, beberapa indikator keberhasilan mulai terlihat. Anak-anak yang sebelumnya sulit memperoleh nutrisi dan perhatian cukup dari keluarga kini lebih sehat dan aktif. Selain itu, peningkatan kepercayaan diri di tengah anak-anak turut berdampak pada kinerja akademik dan sosial mereka. Agus Jabo mengatakan bahwa hal ini menunjukkan keterlibatan aktif seluruh pihak, termasuk komunitas lokal, dalam mendukung program ini.

Menurut data yang diberikan oleh Wamensos, program Sekolah Rakyat telah menjangkau ribuan anak dari berbagai daerah. Meskipun tantangan masih ada, seperti keterbatasan sumber daya dan kesadaran masyarakat, program ini terus berkembang. “Kami melihat peningkatan partisipasi dan kepuasan masyarakat. Ini menjadi motivasi untuk terus memperluas cakupan program,” ujarnya.

Komitmen Terhadap Pemutusan Kemiskinan

Di akhir wawancara, Agus Jabo kembali menegaskan bahwa Sekolah Rakyat adalah bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia. “Presiden tidak ingin kalau orang tuanya miskin, anaknya ikut miskin. Sekolah Rakyat menjadi jawaban untuk memutus rantai kemiskinan secara langsung,” pungkasnya.

Kebijakan ini juga diharapkan bisa menjadi model bagi daerah lain yang ingin meniru. Furtasan menambahkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa pendidikan harus menjadi prioritas nasional. “Program ini bisa menjadi inspirasi untuk memperkuat sistem pendidikan di tingkat desa dan kecamatan,” katanya.

Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat dinilai sebagai inisiatif yang konsisten dengan visi pembangunan inklusif. Dengan kombinasi antara pendidikan, pemberdayaan, dan perhatian terhadap kondisi keluarga, program ini diharapkan bisa memberikan dampak jangka panjang. Kepuasan dari masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak menunjukkan bahwa langkah ini bisa berjalan baik, asalkan terus dijaga dan diperluas secara bertahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *