Key Discussion: Dasco Soal Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo: Bukan Lemahkan KSPI, Justru Tambah Keras ke Pemerintah

Share: X Facebook
13450-wakil-ketua-dpr-ri-sufmi-dasco-ahmad-2

Dasco Soal Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo: Bukan Lemahkan KSPI, Justru Tambah Keras ke Pemerintah

Key Discussion – Pengangkatan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh menjadi sorotan dalam dunia politik dan karyawan. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memberikan pernyataan yang menegaskan bahwa langkah ini justru akan memperkuat posisi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dalam upaya memperbaiki kondisi buruh di Tanah Air. Dalam sebuah kesempatan, Dasco menegaskan bahwa tidak ada kelemahan yang dirasakan oleh KSPI akibat kehadiran Said Iqbal di lingkaran pemerintahan.

Pengangkatan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus

Said Iqbal, yang sebelumnya memimpin KSPI, kini menjalankan peran baru sebagai anggota kabinet. Statusnya sebagai Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh membuatnya menjadi tokoh kunci dalam isu ketenagakerjaan. Sejak Selasa, 23 Juni 2026, Said Iqbal resmi menjabat dalam pemerintahan, memperkuat keterlibatannya dalam penguasaan kebijakan yang berdampak pada para pekerja. Dasco menilai, pengangkatan Said ke kabinet justru menjadi langkah strategis untuk menjamin kualitas masukan yang diberikan kepada pemerintah.

“Bergabungnya Said Iqbal ke dalam kabinet bukan berarti KSPI menjadi lemah, melainkan sebaliknya, keberadaannya justru semakin solid. KSPI akan memiliki peran yang lebih aktif dalam memberikan solusi serta kritik yang konstruktif kepada pemerintah,” ujar Dasco dalam pembukaan Rakernas KSPI di The Acacia Hotel, Jakarta.

Dasco juga menekankan bahwa peran Said Iqbal dalam pemerintahan tidak mengurangi kemampuan KSPI untuk menyuarakan aspirasi buruh. Justru, kehadiran Said di lingkaran pemerintahan diharapkan mendorong komunikasi yang lebih efektif antara organisasi buruh dan kebijakan nasional. Dengan latar belakang Said sebagai tokoh utama KSPI, ia dianggap mampu menjadi jembatan antara kepentingan para pekerja dan kebijakan pemerintah.

Proses Diskusi dan Kolaborasi dengan Menteri Ketenagakerjaan

Dasco mengungkapkan bahwa KSPI telah lama menjalin dialog dengan pihak pemerintah terkait isu ketenagakerjaan. Ia menyebut bahwa Said Iqbal dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli sering berdiskusi untuk mengatasi permasalahan yang belum tuntas. “Kami rutin menyampaikan pendapat baik dengan Said maupun dengan Menteri Yassierli untuk mencari solusi yang lebih baik bagi buruh,” jelas Dasco. Diskusi ini berlangsung secara terbuka dan terus-menerus, menjaga konsistensi dalam mengawasi kebijakan ketenagakerjaan.

Dasco juga menekankan bahwa KSPI tidak akan kehilangan kemampuan untuk mengambil langkah tegas jika diperlukan. “Masih ada kesempatan bagi buruh untuk berdemo, asal selalu dilakukan secara tertib dan berdasarkan rencana,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa KSPI tetap mempertahankan sikap kritisnya, meskipun Said Iqbal sekarang terlibat langsung dalam pemerintahan.

Harapan untuk Kesejahteraan Buruh yang Lebih Baik

Dengan Said Iqbal menjadi bagian dari pemerintahan, para pengurus KSPI berharap akan muncul inisiatif-inisiatif baru yang lebih menguntungkan para pekerja. Dalam rangka mengembangkan kesejahteraan buruh, KSPI bersikeras untuk memastikan bahwa kebijakan yang dihasilkan benar-benar mewakili kepentingan mereka. “Said Iqbal memiliki pengalaman luas dalam memimpin organisasi buruh, sehingga masukannya akan menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan di tingkat nasional,” tambah Dasco.

Sebagai Presiden KSPI, Said Iqbal dikenal sebagai sosok yang sangat aktif dalam menyuarakan hak-hak pekerja. Jadi, kehadirannya dalam pemerintahan dianggap sebagai langkah untuk memastikan suara buruh tetap didengar dalam setiap pembuatan kebijakan. Dasco menilai, hal ini akan membantu mempercepat realisasi program-program yang sebelumnya tertunda karena kesenjangan antara organisasi buruh dan pemerintah.

Kompak dalam Strategi dan Visi KSPI

Dasco menegaskan bahwa KSPI tetap menjaga kekompakan dalam menghadapi tantangan ke depan. “Dengan Said Iqbal dalam pemerintahan, kita memiliki kesempatan untuk mendorong perubahan yang lebih besar,” kata Dasco. Ia menambahkan bahwa kebijakan ketenagakerjaan yang diusung oleh pemerintah saat ini perlu terus diperbaiki, dan KSPI siap memberikan kontribusi maksimal. “KSPI akan tetap menjadi mitra yang kuat dalam memastikan kesejahteraan buruh dan pekerja Indonesia,” pungkas Dasco.

Dalam konteks ini, Said Iqbal diharapkan menjadi pilar penting yang mampu mewakili kepentingan KSPI secara lebih efektif. Keberadaannya dalam pemerintahan akan membantu mengurangi kesan bahwa organisasi buruh hanya memperkuat tuntutan tanpa mencari solusi bersama. Dasco menyebut, dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan, KSPI akan mampu berkontribusi pada penguatan sistem ketenagakerjaan nasional.

KSPI juga menegaskan bahwa penyampaian aspirasi buruh akan tetap dilakukan dengan cara yang terstruktur. “Demo masih bisa dilakukan, selama masyarakat buruh terorganisir dan tidak mengganggu kestabilan pemerintahan,” jelas Dasco. Hal ini menunjukkan bahwa KSPI tidak hanya menjadi pengamat tetapi juga aktor yang mampu beradaptasi dalam berbagai situasi. Dengan Said Iqbal yang memimpin dari dalam pemerintahan, harapan untuk solusi yang lebih cepat dan terukur terus ditekankan.

Pembicaraan dalam Rakernas KSPI menunjukkan bahwa organisasi ini tetap optimis dengan langkah yang diambil. Mereka yakin, peran Said Iqbal akan memberikan dampak positif yang lebih jauh, baik dalam membentuk kebijakan maupun dalam meningkatkan kualitas kritik dari segi ketenagakerjaan. Dengan kemampuan Said sebagai pengambil keputusan dan pembuat strategi, KSPI diharapkan bisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *