Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro: Ditarik dan Dipukuli Massa Tak Dikenal

83941-korban-kericuhan-malioboro-dijenguk-oleh-wali-kota-yogyakarta-hasto-wardoyo

Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro

Pondokkebaikan.com – Kesaksian Korban Salah Sasaran di Kericuhan Malioboro disampaikan Iskandar, warga Pingit, Kota Yogyakarta, yang mengaku dikeroyok massa tak dikenal saat situasi di kawasan Malioboro memanas pada Rabu malam, 28 Oktober 2026.

Iskandar (25) mengatakan dirinya semula baru selesai bekerja dan berniat menghampiri rekannya yang bekerja di sekitar Mal Malioboro. Ia juga ingin melihat kondisi demonstrasi peringatan Sumpah Pemuda dari dekat, tetapi justru terjebak dalam bentrokan di depan Mal Malioboro atau di sisi Gedung DPRD DIY.

Saat tiba sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi di lokasi menurutnya telah kacau. Ia melihat sejumlah orang membawa benda tumpul serta terjadi lemparan material ke arah Jalan Malioboro.

"Saya datang ada chaos, terus mungkin dari enggak tahu itu apa, orang-orang yang enggak berseragam itu, kayak orang biasa, saya lari, saya ditangkap, awalnya baju saya ditarik," kata Iskandar saat menjalani perawatan di RS Bethesda Yogyakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

Iskandar Mengaku Dipukul Massa Tak Dikenal

Dalam kesaksian korban salah sasaran di kericuhan tersebut, Iskandar mengaku tidak mengetahui siapa orang yang menangkap dan memukulnya. Setelah bajunya ditarik, ia mengaku mendapat pukulan dari arah belakang sebelum dikeroyok banyak orang.

"Tiba-tiba dari belakang tuh langsung dipukul. Enggak tahu itu benda pakai apa, enggak tahu. Sampai sini kepala sobek. Terus langsung itu dipukulin orang banyak saya," ujarnya.

Ia menyebut suasana saat itu sangat kacau. Selain lemparan batu, Iskandar melihat adanya kembang api dan sejumlah orang membawa tongkat. Dalam keadaan panik, ia mengaku berusaha lari, tetapi kemudian tertangkap massa.

"Memang chaos banget. Ya lemparan batu, terus kalau api enggak. Kembang api ada, terus ya itu, pada bawa tongkat, terus ya itu kecandak," kenangnya.

Akibat pengeroyokan itu, Iskandar mengalami luka robek di kepala serta sesak napas. Petugas kemudian mengevakuasinya melalui Jalan Perwakilan untuk memperoleh pertolongan medis di rumah sakit.

Ketika ditemui, kondisi Iskandar dilaporkan mulai membaik. Meski demikian, ia masih merasakan pusing saat berdiri dan mengeluhkan sesak di bagian dada. Ia menyatakan tetap sadar selama kejadian dan tidak sampai pingsan.

116 Korban Luka Terdampak Kericuhan Malioboro

Kesaksian korban salah sasaran di kericuhan Malioboro itu menjadi bagian dari dampak insiden yang menyebabkan puluhan orang terluka. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyatakan terdapat 116 korban luka berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Kota Yogyakarta.

Jumlah tersebut mencakup warga sipil dan anggota kepolisian, baik korban yang menjalani rawat inap maupun yang tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit. Para korban ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RS Bethesda, RS Panti Rapih, RS Bhayangkara, dan RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

"Memang jumlahnya baik yang tidak mondok maupun mondok itu 116 orang," kata Hasto.

Dari jumlah tersebut, 13 orang dipastikan menjalani rawat inap karena luka yang dialami dinilai cukup serius. Hasto menyebut tiga pasien rawat inap di RS Bhayangkara merupakan anggota kepolisian. Sementara di RS Bethesda, terdapat enam anggota dan satu warga sipil yang menjalani perawatan inap.

Direktur RS Bethesda sebelumnya menyampaikan bahwa para korban mengalami beragam cedera, mulai dari luka robek, lebam, hingga fraktur tulang. Kondisi itu menunjukkan dampak kericuhan yang terjadi setelah demonstrasi peringatan Sumpah Pemuda di kawasan Malioboro.

FAQ Kericuhan Malioboro

Siapa korban salah sasaran dalam kericuhan Malioboro?

Iskandar, warga Pingit, Kota Yogyakarta, mengaku menjadi korban salah sasaran saat berada di sekitar Mal Malioboro pada Rabu malam, 28 Oktober 2026.

Di mana Iskandar mendapatkan perawatan?

Iskandar dievakuasi melalui Jalan Perwakilan dan menjalani perawatan di RS Bethesda Yogyakarta.

Berapa jumlah korban luka akibat kericuhan?

Pemkot Yogyakarta mencatat 116 korban luka, termasuk warga sipil dan anggota kepolisian. Sebanyak 13 orang di antaranya menjalani rawat inap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *