Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Share: X Facebook
20235-kemensos

Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Kulon Progo Berjalan Lancar

Pondokkebaikan.com – Rabu (1/7/2026), Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono melakukan inspeksi ke lapangan terkait proyek pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa progres konstruksi telah mencapai 91 persen, dengan target selesai akhir Juli 2026. Proses penyelesaian ini dinilai berjalan sesuai rencana, meski masih ada beberapa detail yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Pernyataan Wamensos tentang Tahap Akhir Pembangunan

“Pada hari ini, kita mengecek kesiapan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kulon Progo. Pembangunan gedungnya, insyaallah, rampung pada pertengahan Juli. Saat ini progresnya mencapai 91 persen,” jelas Agus Jabo.

Menurut penjelasan Wamensos, inspeksi tersebut bertujuan memastikan keselarasan antara rencana dan realisasi fisik bangunan. Ia menekankan bahwa kemajuan yang terjadi saat ini mencerminkan upaya yang konsisten dari pihak terkait untuk menyelesaikan proyek sesuai tenggat waktu yang ditetapkan. Dalam keterangan tambahan, Agus Jabo menyebutkan bahwa pembangunan ini tidak hanya fokus pada struktur fisik, tetapi juga pada kesiapan fasilitas pendukung yang lengkap.

Fasilitas Sekolah Rakyat Kulon Progo

Selama inspeksi, Agus Jabo meninjau ruang kelas yang akan digunakan oleh siswa jenjang Sekolah Dasar (SD). Dalam ruangan tersebut, meja dan kursi belajar sudah ditempatkan secara teratur, menunjukkan bahwa persiapan untuk penggunaan segera telah dimulai. Selain ruang kelas, pihak terkait juga memastikan fasilitas lain seperti perpustakaan, gedung asrama, rumah ibadah, lapangan basket, dan area upacara sudah dalam tahap akhir penyelesaian.

Agus Jabo menambahkan bahwa pembersihan gedung akan dilakukan secara intensif sebelum siswa mulai mengisi ruangan. Proses ini bertujuan menghilangkan dampak dari alat berat yang digunakan selama konstruksi, sehingga suasana sekolah terasa lebih nyaman saat MPLS dimulai. “Kesiapan lokasi sudah mencapai tingkat yang memadai, dengan lingkungan yang bersih dan siap digunakan,” tutur dia.

Proyek Keterlibatan Pihak Pemantau

Inspeksi kali ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono. Kehadiran Danrem menunjukkan komitmen TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur pendidikan. Selain itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulon Progo Ernawati juga turut serta mengawasi pelaksanaan proyek.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menjadi salah satu instansi utama yang menggerakkan pembangunan. Dengan melibatkan sekitar 1.134 pekerja, proyek ini diharapkan rampung tepat waktu. TNI, sebagai salah satu pihak yang terlibat, diberikan tugas khusus untuk memastikan kualitas pekerjaan selama proses konstruksi berlangsung.

Penggunaan Sekolah Rakyat Setelah Rampung

Sejumlah warga setempat mengungkapkan antusiasme besar terhadap pembangunan ini. Mereka menyebutkan bahwa Sekolah Rakyat Kulon Progo akan menjadi pusat pendidikan yang mengakomodasi kebutuhan anak-anak dari berbagai tingkatan usia. “Kami harap fasilitas yang lengkap bisa memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi seluruh siswa,” kata salah satu warga setempat.

Sebagai informasi tambahan, proyek ini menampung sebanyak 314 murid yang terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Jumlah ini memperlihatkan pentingnya Sekolah Rakyat sebagai institusi pendidikan inklusif yang melayani kebutuhan rakyat di wilayah Kulon Progo. Pemulihan MPLS akan dimulai pada 14 Juli 2026, dengan program yang dirancang untuk membantu para siswa mengenal lingkungan belajar secara lebih mendalam.

Peran Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial

BBPPKS Yogyakarta, yang merupakan bagian dari Kementerian Sosial, juga turut berperan dalam pengawasan proyek. Kepala BBPPKS Yogyakarta Haruman Hendarsah menyampaikan bahwa institusi ini terus memberikan dukungan teknis dan logistik untuk memastikan progres yang optimal. “Kami bekerja sama erat dengan tim teknis Kementerian PU untuk memastikan setiap aspek pembangunan terpenuhi,” katanya.

Proyek ini juga menarik perhatian sejumlah universitas dan lembaga pendidikan lainnya. Salah satu contohnya adalah Komdigi dan Universitas Brawijaya, yang berencana memperkenalkan sistem kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Sistem AI ini diharapkan dapat membantu pengelolaan sehari-hari sekolah serta meningkatkan efisiensi dalam penyelenggaraan MPLS.

Konteks Proyek dan Manfaat untuk Masyarakat

Sekolah Rakyat Kulon Progo dibangun di atas lahan seluas 7,1 hektare, dengan lokasi berada di Kelurahan Gulurejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Area ini dipilih karena memiliki akses yang mudah serta strategis dalam mengakomodasi kebutuhan pendidikan di sekitarnya. Pembangunan gedung permanen ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada bangunan sementara, sehingga memberikan stabilitas jangka panjang bagi siswa dan tenaga pendidik.

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul, Agus Ristanto, serta Kepala SRMA 20 Sleman, Reti Sudarsih, juga turut hadir dalam peninjauan. Keduanya menegaskan bahwa fasilitas baru akan menjadi penggerak utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah masing-masing. “Sekolah ini akan menjadi salah satu institusi pendidikan yang menjadi contoh untuk wilayah lainnya,” ujar Reti Sudarsih.

Target Penuh dan Harapan Masyarakat

Dalam konteks jangka panjang, Sekolah Rakyat permanen diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kulon Progo. Proyek ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengoptimalkan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terpencil. Kepala Dinas Sosial Provinsi DIY, Suparmin, menyatakan bahwa fasilitas seperti asrama dan rumah ibadah akan memperkaya pengalaman belajar para siswa, terut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *