Kemensos Evakuasi Putra Sayuti Melik yang Hidup Sulit di Bekasi
Pondokkebaikan.com – Kementerian Sosial telah mengambil langkah konkret untuk membantu Heru Baskoro dan sang istri yang selama ini menjalani kehidupan penuh keterbatasan di Kota Bekasi. Kedua pasangan lansia tersebut dipindahkan ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur untuk memperoleh rehabilitasi menyeluruh serta berbagai bentuk bantuan yang mereka butuhkan. Langkah ini diambil setelah kisah hidup mereka yang terlunta-lunta menjadi sorotan luas di kalangan masyarakat.
Heru Baskoro, yang saat ini berusia 84 tahun, merupakan putra kandung dari Sayuti Melik. Sang ayah dikenal sebagai pengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia sekaligus Pahlawan Nasional. Sementara itu, sang istri bernama Treyzia Noviani dengan usia 65 tahun telah mendampingi suaminya dalam berbagai suka dan duka selama bertahun-tahun. Kini, keduanya telah berada di fasilitas milik pemerintah untuk mendapatkan perawatan yang layak.
Proses Evakuasi dan Pendampingan di STPL Bekasi
Selama masa tinggal sementara di STPL, seluruh kebutuhan dasar Heru dan Treyzia akan dipenuhi oleh Kemensos. Selain itu, kedua pasangan lansia tersebut juga akan mendapatkan pendampingan medis serta asesmen psikososial yang komprehensif. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan bantuan sesaat, melainkan juga akan menjadi jembatan untuk mencari solusi jangka panjang.
“Untuk sementara Pak Heru dan Ibu tinggal di sini, akan ada bantuan medis dan psikososial, sehingga Pak Heru jika butuh sesuatu bisa bilang ke staf di sini, di sini ada dokter juga,” kata Agus Jabo saat mengunjungi Heru di STPL Bekasi, Kamis (16/7/2026).
Menurut Agus Jabo, Kemensos akan melakukan diskusi intensif dengan berbagai kementerian terkait serta keluarga Heru untuk menentukan langkah terbaik ke depannya. Salah satu isu penting yang sedang ditangani adalah masalah dana pensiun yang selama ini menjadi sumber penghidupan pasangan tersebut. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri melalui KBRI untuk memastikan apakah uang pensiun masih dapat dicairkan.
Latar Belakang Kehidupan Heru Baskoro di Kanada
Sebelum mengalami kesulitan ekonomi, Heru Baskoro pernah menjalani kehidupan yang cukup mapan. Bersama istrinya, ia telah menetap di Kanada sejak tahun 1998 hingga 2024 dengan status sebagai permanent resident. Selama berada di tanah Kanada, Heru bekerja sebagai staf senior di sebuah perusahaan minyak multinasional. Kondisi ini memungkinkan mereka untuk hidup nyaman dan menabung untuk masa tua.
Namun, situasi berubah ketika Heru mengalami gangguan pada mata kanannya. Penurunan penglihatan ini memaksa pasangan tersebut untuk bolak-balik antara Indonesia dan Kanada demi menjalani pengobatan rutin. Proses pengobatan yang berulang kali ini secara signifikan menguras tabungan keluarga mereka. Setelah akhirnya memutuskan untuk menetap kembali di Indonesia, masalah baru muncul ketika dana pensiun yang selama ini menjadi tumpuan hidup mereka tidak lagi dapat dicairkan.
Kesulitan ekonomi yang semakin parah membuat Heru dan Treyzia harus menjual berbagai aset yang mereka miliki. Selain mengupayakan penyelesaian masalah pensiun melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI, Kemensos juga akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Tujuannya adalah untuk membantu penanganan medis Heru yang membutuhkan operasi kornea mata sebagai solusi jangka panjang untuk masalah penglihatannya.
Respons Cepat Pemerintah Melalui Tim Khusus
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Ipul menyatakan bahwa pihaknya langsung mengirimkan tim setelah menerima informasi mengenai kondisi Heru yang viral di media sosial. Tim tersebut segera membawa pasangan lansia tersebut ke sentra milik Kemensos di Bekasi untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Langsung kita kirim tim ke sana dan sekarang sudah kita bawa ke sentra milik Kemensos di Bekasi. Ya tentu akan direhabilitasi. Ada rehabilitasi medis, ada rehabilitasi yang lain yang mungkin dibutuhkan sesuai hasil asesmennya,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan bahwa Heru dan istrinya akan tinggal di STPL Bekasi untuk sementara waktu sambil menjalani pemeriksaan kesehatan dan asesmen lanjutan. Proses ini bertujuan untuk menentukan bentuk bantuan yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain memastikan pemenuhan kebutuhan dasar, Kemensos juga melakukan identifikasi kondisi kesehatan, penelusuran dokumen, verifikasi keluarga, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk menentukan intervensi sosial yang tepat.
Pemerintah berharap persoalan dana pensiun Heru dapat diselesaikan tanpa harus memaksakan pasangan tersebut untuk kembali ke Kanada. Hal ini mengingat kondisi kesehatan Heru yang saat ini membutuhkan penanganan medis secara intensif. Dengan berbagai langkah yang telah dan akan dilakukan, diharapkan Heru Baskoro dan istrinya dapat menjalani masa tua dengan lebih tenang dan layak di tanah air.



