Bela Prabowo soal ‘Londo Ireng’, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh

Share: X Facebook
26163-presiden-prabowo-subianto-setkabgoid

Bela Prabowo soal Londo Ireng: Hasan Nasbi Klarifikasi Kelompok Pembuat Gaduh

Pondokkebaikan.com – Hasan Nasbi, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, kembali menegaskan posisi pemerintah dalam Bela Prabowo soal Londo Ireng. Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa istilah tersebut tidak ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia, melainkan kepada segelintir kelompok yang kerap menjadi sumber keributan di tengah masyarakat.

Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Ia menekankan bahwa penggunaan kata “Londo Ireng” oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk penyebutan yang spesifik, bukan serangan terhadap semua pihak. Kelompok yang dimaksud dinilai lebih menyukai suasana gaduh dibandingkan ketenangan.

“Itu kan istilah aja untuk sebagian orang yang ya sepertinya kok lebih suka gaduh. Sepertinya kok lebih suka pesimis melihat kehidupan bangsa kita. Dan mereka kan eh ada yang berprofesi seolah-olah sama sama kita kan, gitu,” kata Hasan.

Akar Istilah Londo Ireng dalam Pidato Prabowo

Istilah “londo ireng” kembali menjadi perbincangan hangat setelah Presiden Prabowo Subianto menggunakannya dalam pidato peringatan Hari Lahir PKB. Acara yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada Kamis, 23 Juli 2026, ini menjadi momen penting bagi Presiden untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak anti terhadap kritik. Kritik adalah bagian dari demokrasi yang sehat. Namun, ia menilai ada pihak tertentu yang tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga berupaya menggiring opini publik bahwa Indonesia sedang dalam kondisi buruk. Kelompok inilah yang kemudian disebut sebagai bentuk baru dari “londo ireng”.

Secara historis, istilah ini merujuk pada orang Indonesia yang berpihak kepada Belanda dan bahkan melawan bangsanya sendiri. Prabowo menyebut berbagai profesi sebagai contoh, termasuk wartawan, jurnalis, pengamat, hingga lembaga swadaya masyarakat atau LSM.

Optimisme dan Kekompakan sebagai Kunci Kemajuan

Dalam konteks Bela Prabowo soal Londo Ireng, Hasan juga menjelaskan bahwa maksud utama Presiden adalah mengajak masyarakat untuk bersatu dan menjadi lebih optimistis. Hal ini penting untuk kemajuan Indonesia ke depan.

“Tidak memperbanyak kegaduhan, tapi justru memperbanyak kekompakan, ya. Kita harus memperbanyak optimisme, mengurangi pesimisme, memperbanyak kepercayaan diri terhadap bangsa kita, dan menghilangkan rasa-rasa pesimis lah sehingga kita bisa maju lebih cepat,” tutur Hasan.

Pernyataan Presiden Prabowo memicu respons luas dari berbagai kalangan. Beberapa pihak menyambut baik penjelasan tersebut, sementara yang lain masih memiliki pandangan berbeda. Hasan menambahkan bahwa penggunaan istilah “Londo Ireng” bukan berarti menyalahkan semua pihak, melainkan bentuk peringatan agar masyarakat tidak terlalu pesimis.

Di sisi lain, ada juga perhatian terhadap fenomena lain yang sedang ramai dibicarakan, yaitu video pagar besi di sebuah mal. Penasihat Presiden juga menyebutkan bahwa kita harus mendoakan bangsa kita agar tetap aman dan damai. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai isu sedang berjalan bersamaan dan perlu perhatian dari semua pihak.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pernyataan Presiden

Apa itu Londo Ireng? Londo Ireng adalah istilah yang merujuk pada orang Indonesia yang berpihak kepada Belanda pada masa penjajahan. Dalam konteks saat ini, istilah ini digunakan untuk menyebut kelompok yang dianggap tidak mendukung kemajuan bangsa.

Siapa saja yang termasuk kelompok Londo Ireng menurut Prabowo? Menurut Presiden Prabowo, kelompok yang dimaksud meliputi wartawan, jurnalis, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat atau LSM yang dinilai sering menciptakan kegaduhan.

Apakah pernyataan Prabowo menyalahkan semua pihak? Tidak. Prabowo hanya menyebut sebagian kelompok tertentu. Tujuannya adalah mengajak masyarakat untuk tidak terlalu pesimis dan terus membangun kepercayaan diri sebagai bangsa.

Kapan pidato Prabowo tentang Londo Ireng disampaikan? Pidato tersebut disampaikan pada Kamis, 23 Juli 2026, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, dalam rangka peringatan Hari Lahir PKB.

Dengan penjelasan dari Hasan Nasbi, diharapkan masyarakat dapat memahami maksud sebenarnya dari istilah “Londo Ireng” yang digunakan oleh Presiden Prabowo. Ini bukan tentang menyalahkan, melainkan tentang mengajak semua orang untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik dan optimistis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *