Bahas Nyali Bung Karno dan Megawati, Hasto Soroti Kepemimpinan
Pondokkebaikan.com – Bahas Nyali Bung Karno dan Megawati menjadi pokok motivasi politik yang disampaikan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, kepada puluhan anak muda. Kegiatan Muda-Mudi tersebut berlangsung di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Rabu (21/10/2026) petang.
Dalam pertemuan itu, Hasto mengajak generasi muda memahami bahwa kepemimpinan tidak cukup dibangun melalui keberanian tampil atau ketegasan dalam berbicara. Seorang pemimpin, menurut dia, perlu memiliki dasar pemikiran yang kuat, keberpihakan kepada rakyat, serta kesediaan menghadapi ketidakadilan.
Ia menempatkan Bung Karno dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri sebagai contoh kepemimpinan yang berangkat dari gagasan besar dan pengalaman bersama rakyat. Nilai tersebut dinilai penting untuk dipelajari anak muda yang ingin terlibat dalam kehidupan sosial maupun politik.
Kepemimpinan Intelektual untuk Rakyat
Hasto menegaskan bahwa pemimpin sejati harus membangun kepemimpinan intelektual atau intellectual leadership. Gagasan itu, katanya, tidak boleh berhenti sebagai wacana, melainkan harus diterjemahkan menjadi kebijakan strategis yang mampu menjawab persoalan masyarakat.
“Mengapa Bung Karno dan Ibu Megawati bisa menjadi pemimpin? Syarat menjadi pemimpin itu, Anda harus membangun intellectual leadership dan membumikannya dalam kebijakan strategis yang menjawab persoalan rakyat,” ujar Hasto.
Menurut Hasto, kepemimpinan semacam itu dapat menggelorakan harapan. Ia mengingatkan agar kekuasaan tidak digunakan untuk menindas rakyat Marhaen atau kelompok masyarakat kecil. Bagi dia, keberanian pemimpin diuji melalui sikapnya ketika berhadapan dengan persoalan rakyat, bukan hanya ketika menghadapi pihak yang lebih lemah.
Bahas Nyali Bung Karno dan Megawati juga menjadi cara Hasto menyoroti praktik kepemimpinan yang dinilainya keliru. Ia mengkritik sikap tegas yang hanya ditunjukkan kepada rakyat kecil, namun berubah tunduk ketika berhadapan dengan kekuatan yang lebih besar.
Keberanian Melawan Kolonialisme dan Otoritarianisme
Hasto memaparkan bahwa Bung Karno dikenal sebagai pemimpin yang berani menentang kolonialisme Belanda. Perjuangan tersebut disertai agenda dekolonialisasi yang, menurut Hasto, mengguncangkan kemapanan negara-negara Barat. Keberanian itu tidak semata-mata ditunjukkan dalam perlawanan politik, tetapi juga melalui gagasan tentang kemerdekaan dan martabat bangsa.
“Yang dilawan oleh Bung Karno itu apa? Adalah apa yang dirasakan rakyat, ketidakadilan, kebodohan akibat sistem, penindasan, dan penyalahgunaan hukum. Itu yang dilawan. Meskipun lawannya adalah pemerintah kolonial Belanda,” kata Hasto.
Ia menjelaskan bahwa perjuangan Bung Karno sejak usia muda memberi pelajaran bahwa perubahan membutuhkan keberanian untuk menghadapi tatanan kekuasaan yang menindas. Dalam pandangan Hasto, ide-ide besar bagi rakyat dan bangsa harus disertai nyali untuk melawan ketidakadilan, sekalipun pihak yang dihadapi memiliki kekuatan lebih besar.
Sementara itu, Megawati Soekarnoputri disebut Hasto sebagai sosok yang mendengarkan suara rakyat tertindas pada masa Orde Baru. Ia menilai Megawati mengambil posisi perlawanan ketika ruang bersuara, berserikat, dan kehidupan partai politik berada dalam tekanan.
Menurut Hasto, Megawati memperjuangkan gagasan bahwa kekuasaan presiden tidak bersifat tanpa batas. Ia menyebut pentingnya pemilu yang jujur dan adil, serta kedaulatan rakyat untuk ikut menentukan nasibnya. Sikap tersebut, kata dia, mencerminkan perjuangan atas hak-hak demokrasi masyarakat.
Pelajaran bagi Generasi Muda
Bahas Nyali Bung Karno dan Megawati di hadapan peserta muda tidak dimaksudkan hanya sebagai cerita sejarah. Hasto menekankan bahwa nilai keberanian, keberpihakan, dan pemikiran kritis tetap relevan bagi anak muda yang menghadapi persoalan ketidakadilan pada masa kini.
Ia mendorong peserta untuk tidak memisahkan pengetahuan dari kepedulian sosial. Pemimpin yang baik perlu memahami masalah nyata yang dihadapi rakyat, mulai dari ketimpangan, keterbatasan akses, hingga penyalahgunaan kekuasaan. Dari pemahaman itu, lahir kebijakan dan tindakan yang berpihak kepada kepentingan bersama.
FAQ: Makna Kepemimpinan yang Disampaikan Hasto
Apa inti pesan Hasto kepada anak muda? Hasto mengajak anak muda membangun kepemimpinan intelektual yang berpihak kepada rakyat dan berani menghadapi ketidakadilan.
Mengapa Bung Karno dijadikan teladan? Menurut Hasto, Bung Karno melawan kolonialisme Belanda, ketidakadilan, kebodohan akibat sistem, penindasan, dan penyalahgunaan hukum.
Apa yang disoroti dari perjuangan Megawati? Hasto menilai Megawati memperjuangkan hak demokrasi rakyat pada masa Orde Baru, termasuk pemilu yang jujur dan adil serta kedaulatan rakyat.



