PDIP Tuduh PSI Bajak Kader, Isyana Bagus Oka Beri Penjelasan
Tuduhan PDIP Soal Ekspansi PSI
Announced – Pada Selasa (16/6/2026), Deddy Yevri Sitorus, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), memberikan pernyataan terkait dugaan tindakan PSI dalam menarik anggota partai PDIP. Menurut Deddy, PSI sedang melakukan upaya besar untuk mempercepat ekspansi partainya dengan mengambil kader dari partai lain. Hal ini disampaikan di Jakarta, dalam wawancara dengan media, sebagai respons atas isu yang beredar di masyarakat. Deddy menyebutkan bahwa banyak kader PDIP di berbagai daerah dirasa terpengaruh oleh tawaran PSI. Ia menyoroti bagaimana partai yang dipimpin oleh Isyana Bagus Oka itu terus-menerus berusaha merekrut tokoh-tokoh dari PDIP, termasuk anggota legislatif, pemimpin daerah, dan pengurus partai. Tudingan ini disampaikan setelah adanya kabar bahwa Presiden keenam Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), diberitakan akan segera menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. Mengenai hubungan Jokowi dengan PSI, Deddy menjelaskan bahwa ini bukan kejadian baru. Menurutnya, publik sudah mengetahui peran Jokowi dalam kerja-kerja pihak belakang partai tersebut sejak lama. Ia menegaskan bahwa PDIP telah menyelesaikan urusan organisasi dengan Jokowi, termasuk pemecatan mantan presiden dari keanggotaan partai. “Jokowi sudah tidak lagi menjadi bagian PDIP, jadi jika ia ingin memakai jaket partai lain, itu urusan pribadinya,” tegas Deddy.
Isyana Bagus Oka Bantah Tuduhan Membajak Kader
Di sisi lain, Isyana Bagus Oka, Wakil Ketua Umum PSI, memberikan penjelasan terkait tuduhan PDIP. Menurutnya, fokus partainya saat ini justru berada pada penguatan struktur organisasi. “PSI sedang menyiapkan kelembagaan yang solid agar bisa memenuhi syarat verifikasi administrasi dan faktual,” ujar Isyana dalam jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat. Pernyataan ini diberikan sebagai respons atas desakan PDIP untuk menegaskan bahwa PSI sedang memperoleh kader secara aktif. Isyana menjelaskan bahwa tindakan tersebut sejatinya merupakan langkah wajib bagi partai yang ingin membangun kekuatan politik secara formal. “Kita tidak bisa mengabaikan aturan yang berlaku. Verifikasi adalah bagian penting dari proses menjadi partai nasional,” tambahnya. Selain itu, Isyana menegaskan bahwa PSI tidak terburu-buru dalam merekrut kader dari partai lain. “Kami lebih mementingkan kesiapan internal partai. Jika organisasi kami sudah kuat, maka kita bisa menghadapi semua tantangan politik,” kata mantan anggota DPR itu. Ia juga menyampaikan bahwa pengambilan kader hanya dilakukan jika ada kebutuhan nyata, bukan untuk kepentingan instan.
Jokowi dan Impak Kebijakan PSI
Sebelumnya, isu Jokowi yang disebut akan memakai jaket PSI menimbulkan perdebatan di lingkaran politik. Deddy Sitorus menyebutkan bahwa hal ini bisa menjadi ancaman bagi PDIP dalam menghadapi pemilihan umum mendatang. “Kehadiran Jokowi di PSI bisa memperkuat elektoral partai tersebut, terutama di wilayah yang pernah menjadi basis PDIP,” jelasnya. Isyana Bagus Oka, di sisi lain, menjelaskan bahwa keputusan Jokowi untuk bergabung dengan PSI adalah bagian dari kebijakan partainya. “Ini dilakukan demi memperkuat koordinasi dan memastikan langkah politik yang strategis,” tuturnya. Ia juga menekankan bahwa PSI tidak terburu-buru dalam mengambil langkah tersebut, tetapi sudah menyiapkan segala aspek secara matang. Menurut Isyana, verifikasi administrasi dan faktual menjadi parameter penting dalam menentukan kekuatan partai. “Kita harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan pemerintah, termasuk kejelasan struktur organisasi dan keanggotaan. Jika PSI sudah siap, maka ini bisa menjadi bagian dari strategi politik yang lebih luas,” ujarnya. Pernyataan Isyana juga disampaikan sebagai respons atas kekhawatiran PDIP terkait kehilangan kekuatan di berbagai daerah. Ia menjelaskan bahwa pembentukan struktur organisasi internal di seluruh tingkatan adalah prioritas utama PSI saat ini. “PSI tidak hanya fokus pada perekrutan kader, tetapi juga pada penyempurnaan sistem dan mekanisme internal agar lebih efektif,” kata Isyana.
Upaya Penguatan Internal PSI
Dalam wawancara dengan suara.com, Isyana menjelaskan bahwa proses verifikasi menjadi momen kritis bagi PSI. “Kita perlu memastikan bahwa semua keanggotaan dan struktur partai kami memiliki dasar yang jelas dan kuat,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa selama ini PSI tidak terlalu fokus pada perekrutan dari luar, tetapi lebih pada pembinaan keanggotaan dari dalam. Isyana juga menyebutkan bahwa partainya sedang menyiapkan berbagai aspek, seperti kepengurusan, sistem komunikasi, dan keterlibatan masyarakat. “Ini dilakukan agar PSI bisa menjadi partai yang tangguh dalam menghadapi kompetisi politik,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan dalam verifikasi akan menjadi dasar bagi perluasan suara dan dukungan masyarakat di masa depan. Deddy Sitorus, sementara itu, mengaku tetap memantau pergerakan PSI di berbagai daerah. Ia menyatakan bahwa meskipun sudah memecat Jokowi, PDIP tetap waspada terhadap langkah-langkah yang mungkin memengaruhi kekuatan partai. “PSI masih aktif di tingkat daerah, dan kami harus memastikan mereka tidak mengambil keuntungan dari hubungan Jokowi dengan partai tersebut,” ujarnya. Selain itu, Deddy menyoroti adanya tawaran material dari PSI kepada kader PDIP. “Ada indikasi bahwa PSI menawarkan bantuan keuangan atau fasilitas untuk mendorong anggota PDIP bergabung,” katanya. Ia menilai bahwa hal ini bisa menjadi strategi untuk mempercepat ekspansi partai, meskipun belum ada bukti langsung yang bisa ditunjukkan. Isyana Bagus Oka, di sisi lain, mengatakan bahwa tawaran material dari PSI tidak menutup kemungkinan, tetapi bukan bagian dari kebijakan utama. “PSI lebih fokus pada pembentukan struktur organisasi, dan tawaran material hanyalah bagian dari proses merekrut kader,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa setiap partai memiliki mekanisme tersendiri untuk menarik anggota, termasuk melalui bantuan finansial atau dukungan politik. Deddy juga menegaskan bahwa PDIP tidak akan menyerah dalam menghadapi tindakan ini. “Kami memiliki kekuatan organisasi yang stabil, dan akan terus membangun jaringan politik sendiri,” ujarnya. Ia berharap dengan penguatan internal, PDIP bisa memastikan keberhasilan dalam verifikasi dan kompetisi pemilu mendatang.
Kesiapan PSI dan Pandangan Internal
Dalam menjawab tuduhan PDIP, Isyana juga menekankan bahwa PSI sudah melakukan perencanaan yang matang. “Kami tidak hanya fokus pada ekspansi, tetapi juga pada keberlanjutan dan konsistensi kebijakan partai,” ujarnya. Ia menyebutkan bahwa verifikasi adalah bentuk kepercayaan pemerintah terhadap partai, dan PSI ingin memenuhi semua kriteria yang diperlukan. Menurut Isyana, keberadaan Jokowi di PSI bukanlah tanda kelemahan, tetapi bagian dari strategi untuk memperkuat koordinasi antar partai. “Ini adalah langkah yang wajar, karena kita semua perlu bekerja sama dalam menghadapi tantangan politik bersama,” katanya. Ia berharap hubungan antar partai bisa memperkuat stabilitas pemerintahan. Deddy Sitorus, meski skeptis, mengakui bahwa Jokowi memiliki pengaruh besar dalam dunia politik



