Announced: Benda Diduga Roket atau Rudal Ditemukan di Sungai Blitar
Pondokkebaikan.com – Announced – Kota Blitar kembali menjadi pusat perhatian setelah sebuah benda logam yang diduga merupakan roket atau rudal ditemukan di aliran Sungai Lahar. Kejadian ini terjadi pada hari Rabu, yang mendorong Kepolisian Resor Blitar Kota untuk segera mengerahkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Timur. Lokasi penemuan berada di Jalan Manggar, tepatnya di wilayah Kelurahan Sukorejo, yang kini menjadi area pengungsian sementara bagi para petugas keamanan.
Proses Evakuasi Benda Misterius
Proses evakuasi benda tersebut tidak berjalan mulus karena posisinya yang terjepit oleh bebatuan berukuran besar di dasar sungai. Warga setempat awalnya menemukan benda mencurigakan ini saat sedang melakukan aktivitas mencari ikan. Awalnya, mereka mengira benda yang diinjak tersebut hanyalah sebuah batu biasa. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih teliti menggunakan senter, terlihat jelas bahwa objek tersebut terbuat dari logam dengan bentuk lonjong dan dilengkapi empat sirip di salah satu ujungnya.
Menurut keterangan resmi dari Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKBP Samsul Anwar, koordinasi dengan Unit Jibom Brimob Polda Jatim yang bermarkas di Kediri dilakukan secara cepat setelah laporan diterima. “Karena benda tersebut diduga roket atau rudal, kami langsung berkoordinasi dengan Unit Jibom Brimob Polda Jatim yang berada di Kediri,” jelas AKBP Samsul saat ditemui di Blitar pada hari Rabu.
Benda sepanjang 18 sentimeter itu ditemukan dalam kondisi berkarat, menunjukkan bahwa objek tersebut mungkin telah lama berada di dasar sungai. Warga yang menemukannya tidak berani memindahkan benda tersebut karena khawatir akan terjadi ledakan. Mereka kemudian segera melaporkan temuan ini kepada ketua RT setempat. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian setelah dilakukan pengecekan bersama perangkat kelurahan dan Bhabinkamtibmas.
“Hingga saat ini benda tersebut belum bisa diamankan karena masih tertancap di dasar sungai. Tim masih berupaya melakukan pengangkatan,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, polisi telah memasang garis pembatas di sekitar lokasi penemuan. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area tersebut sampai proses evakuasi dan pemeriksaan selesai dilakukan. Hingga kini, tim gabungan masih terus berupaya mengangkat benda misterius tersebut dari dasar sungai yang dangkal.
Hubungan dengan Kerjasama Indonesia-India
Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa mereka belum dapat memastikan apakah benda tersebut benar-benar merupakan roket atau rudal. Selain itu, status keaktifan benda tersebut juga masih dalam tahap investigasi. “Belum bisa dipastikan apakah masih aktif atau tidak. Tim masih bekerja di lokasi. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” kata Samsul menambahkan.
Kejadian ini terjadi di tengah konteks hubungan internasional yang hangat antara Indonesia dan India. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi telah menandatangani 16 kesepakatan bilateral. Salah satu poin penting dalam kesepakatan tersebut adalah terkait sistem rudal Brahmos yang telah menjadi bagian dari pertahanan Indonesia. Meskipun tidak ada hubungan langsung antara temuan di Blitar dengan kesepakatan tersebut, hal ini menambah ketertarikan publik terhadap perkembangan teknologi pertahanan negara.
Proses evakuasi diperkirakan akan memakan waktu beberapa jam mengingat kondisi benda yang terjepit batu dan kedalaman sungai yang tidak terlalu dalam. Para petugas Jibom akan membawa benda tersebut ke markas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan peralatan khusus. Jika benda tersebut aktif, akan dilakukan prosedur pembongkaran dan penonaktifan secara aman.
Masyarakat sekitar diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Polres Blitar Kota berkomitmen untuk memberikan update secara berkala mengenai perkembangan evakuasi dan hasil pemeriksaan benda misterius tersebut. Proses ini juga menjadi bagian dari rutinitas keamanan yang dilakukan oleh tim Jibom dalam menangani potensi ancaman di wilayah perkotaan.



