DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal
What Happened During – Kota Depok dan DKI Jakarta akhirnya menyelaraskan langkah dalam mengatasi masalah jalan rusak di bawah jembatan layang Universitas Indonesia (UI). Setelah sekian lama menjadi sorotan masyarakat, perbaikan infrastruktur ini diumumkan resmi pada Selasa, 9 Juni 2026, oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok. Kawasan yang selama ini dianggap sebagai titik kritis karena kondisi jalan yang tidak seragam, kini terlihat lebih baik setelah penanganan lintas wilayah.
Masalah jalan berlubang di area perbatasan tersebut sebelumnya viral di media sosial. Bagian satu ruas jalan menunjukkan permukaan aspal baru yang mulus, sementara bagian lainnya masih berlubang dan mengganggu perjalanan warga. Kondisi ini menciptakan kesan ‘beda nasib’ antara jalanan DKI Jakarta dan Kota Depok, yang akhirnya memicu reaksi cepat dari pemerintah daerah.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta sebelumnya telah menyelesaikan perbaikan di wilayahnya, hingga garis batas administratif. Hal ini membuat kawasan menjadi lebih baik di sisi Jakarta, namun masih ada bagian yang perlu diperbaiki di Depok. Tindakan koordinatif antara kedua pihak berhasil mengatasi masalah tersebut. Kota Depok menurunkan alat berat dan petugas untuk meratakan permukaan jalan yang selama ini menghambat kelancaran lalu lintas.
Reparasi jalan yang dilakukan mencakup panjang 30 meter dan lebar 6 meter. Proses ini bertujuan menghilangkan ketidakseimbangan antara dua wilayah yang terletak di satu jalur. Kepala Pusat Data Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan bahwa kerja sama ini berawal dari aduan warga mengenai jalan berlubang di daerah Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, tepatnya di titik perbatasan antara DKI Jakarta dan Kota Depok.
“Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok dalam penanganan aduan masyarakat tersebut. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” ujar Wenny dalam keterangan tertulis.
Koordinasi lintas wilayah menjadi kunci keberhasilan perbaikan. Sebelumnya, DKI Jakarta menyelesaikan tugasnya, sementara Kota Depok mengambil alih bagian yang belum teratasi. Proses ini membutuhkan persiapan ekstra, seperti survei ulang dan penyesuaian rencana. Pemkot Depok memastikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai kewenangan daerah, sehingga meminimalkan konflik administratif.
Kawasan perbatasan sering kali menjadi tantangan dalam pengelolaan infrastruktur. Wilayah yang berdekatan namun memiliki otoritas terpisah seringkali mengalami ketidakseragaman. Kasus jalan berlubang di bawah Flyover UI memperlihatkan bagaimana masalah ini bisa diatasi dengan kerja sama. Perbaikan yang dilakukan kini tidak hanya menghilangkan lubang, tetapi juga memperbaiki kesan umum masyarakat.
Proses Perbaikan yang Terstruktur
Sebelum memulai pekerjaan, tim dari Dinas PUPR Kota Depok melakukan peninjauan lapangan untuk menilai kondisi jalan. Hasilnya menunjukkan bahwa kerusakan terparah terjadi di bagian yang belum diperbaiki. Setelah koordinasi dengan DKI Jakarta, pihak Depok menentukan rencana perbaikan dengan melibatkan unit kerja teknis.
Pemeliharaan yang dilakukan mencakup penggalian tanah, pemasangan lapisan aspal, serta pemerataan permukaan. Proses ini memakan waktu beberapa hari, dengan pekerjaan dimulai pagi hari dan berakhir sore. Alat berat seperti truk pengangkut dan mesin pemadat menjadi bagian penting dalam mengubah kondisi jalan tersebut.
Warga sekitar mengapresiasi upaya yang dilakukan. Seorang warga, Andi Saputra, menyatakan bahwa jalan yang sebelumnya membuat kendaraan terjebak dan mengalami kerusakan, kini lebih baik. “Saya jadi lebih nyaman jalan ke kota. Jalan yang mulus mengurangi risiko kecelakaan dan membuat perjalanan lebih efisien,” katanya.
Sebagai respons atas keluhan masyarakat, Pemkot Depok menegaskan komitmennya untuk meningkatkan infrastruktur. Wakil Wali Kota Depok, Idris Abdul Razak, menambahkan bahwa proyek ini menunjukkan pentingnya sinergi antar daerah dalam menghadapi tantangan yang seringkali dianggap kompleks. “Kerja sama ini bisa menjadi contoh bagaimana masalah perbatasan bisa diatasi secara efektif,” ujarnya.
Kendala dan Peluang Keberhasilan
Sebelumnya, masalah jalan berlubang ini sempat memicu perdebatan antara kedua pihak. DKI Jakarta menganggap area perbatasan merupakan tanggung jawab Depok, sementara Depok menuntut dukungan dari DKI. Koordinasi yang terjebak dalam proses administratif akhirnya berhasil diakhiri dengan kesepakatan bersama.
Kolaborasi ini juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Masyarakat berharap, upaya serupa bisa diterapkan di kawasan perbatasan lainnya. Misalnya, daerah di sekitar Stasiun Kota Depok atau Jalan Raya Pintu Satu, yang juga sering mengalami masalah serupa.
Proses penyelesaian ini menunjukkan bahwa komunikasi yang baik antar institusi menjadi faktor utama dalam menyelesaikan masalah. Sejak awal, Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan Dinas PUPR Kota Depok telah menyusun rencana yang jelas. Mereka membagi tugas berdasarkan area tanggung jawab masing-masing, sehingga tidak ada tumpang tindih atau kerugian.
Perbaikan jalan di bawah Flyover UI menjadi preseden positif. Sebelumnya, kawasan perbatasan sering kali menjadi pemandangan yang membingungkan, dengan satu sisi jalan baik dan sisi lainnya rusak. Kini, kondisi ini berubah menjadi rata dan mulus, mencerminkan komitmen bersama dalam mengatasi masalah.
Kontribusi Sosial dan Ekonomi
Kerja sama antara DKI Jakarta dan Kota Depok juga memberikan dampak positif terhadap mobilitas warga. Jalan yang sebelumnya menyebabkan kecelakaan dan penundaan perjalanan kini lebih aman. Hal ini berdampak pada efisiensi transportasi dan pengurangan biaya perbaikan yang terus-menerus.
Dari segi ekonomi, perbaikan ini membantu memperbaiki citra kota Depok. Wilayah yang sebelumnya dianggap kurang berkembang kini menunjukkan upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur. Pemkot Depok juga berharap proyek serupa bisa dilakukan di wilayah lain, terutama yang sering terisolasi karena masalah administratif.
Siti Dinarwenny menegaskan bahwa penanganan ini adalah langkah konkret dalam menjaga kualitas jalan di kawasan perbatasan. “Kami melibatkan semua unit kerja untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan secara terpadu dan efektif,” imbuhnya.
Dengan resolusi ini, masyarakat bisa melihat perubahan yang nyata. Tidak ada lagi ‘beda nasib’ antara jalanan Jakarta dan Depok di bawah Flyover UI. Jalan yang sebelumnya memicu keluhan, kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang lebih nyaman. Proses koordinasi yang terstruktur memberikan contoh bagus bagaimana daerah berdekatan bisa bekerja sama untuk kepentingan bersama.



