Teror Bom di SD Srengseng – Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas

Share: X Facebook
khrisna-edit-1784043910-a74cab5f84

Desakan Penegakan Hukum Tuntas Pasca Ancaman Bom di Sekolah Dasar Jakarta

Teror Bom di SD Srengseng – Insiden ancaman bom yang menimpa SD Negeri Srengseng Sawah 15 pada hari Selasa, tanggal 14 Juli 2026, telah memicu respons cepat dari kalangan legislatif. My Esti Wijayati, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, secara tegas mengecam tindakan tersebut. Ia menyatakan bahwa kejadian ini bukan sekadar gangguan kecil, melainkan sebuah pelanggaran serius yang mengancam kenyamanan dunia pendidikan.

Sebagai anggota dewan yang membidangi urusan pendidikan, Esti menekankan pentingnya aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh. Tujuannya adalah memastikan bahwa pelaku dapat diidentifikasi dan dibawa ke pengadilan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Ia juga menyoroti bahwa hak dasar anak-anak untuk belajar tanpa rasa takut harus segera dipulihkan.

Dampak Psikologis dan Peran Orang Tua

Selain aspek hukum, legislator tersebut juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi mental para siswa. Ia menilai bahwa kejadian teror semacam ini berpotensi menimbulkan trauma yang mendalam jika tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, sekolah diminta untuk segera menyediakan layanan pendampingan psikologis bagi anak-anak yang terdampak.

Esti juga mengajak para orang tua untuk bersikap tenang dan bijak dalam menghadapi situasi ini. Ia menjelaskan bahwa respons orang tua sangat berpengaruh terhadap persepsi anak-anak terhadap kejadian tersebut. Melalui

Saya kira orang yang melakukan ancaman ini kurang kerjaan dan itu cukup mengganggu. Pelaku harus dicari dan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku

, ia menegaskan bahwa pelaku harus segera ditemukan dan diberi sanksi yang setimpal.

Lebih lanjut, ia memberikan contoh bagaimana orang tua dapat menjelaskan situasi kepada anak-anak.

Orang tuanya secara psikologis harus mencoba memberikan pengertian. Misalnya, ‘Oh, itu ada bapak-bapak polisi memang mau menjaga sekolah.’ Jadi, tidak menimbulkan ketakutan atau trauma bagi anak-anak

. Penjelasan sederhana seperti ini dapat membantu mengurangi kecemasan yang dirasakan oleh siswa.

Penguatan Sistem Keamanan Sekolah

Di sisi lain, Esti juga mengingatkan pihak manajemen sekolah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk potensi ancaman. Ia menyatakan bahwa sekolah harus tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari rasa takut bagi seluruh warga sekolah. Penguatan sistem keamanan menjadi langkah krusial untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Menurutnya, kolaborasi yang solid antara aparat keamanan, pihak sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan. Sinergi ini akan memperkuat upaya pencegahan dan memastikan bahwa proses belajar-mengajar dapat berjalan kondusif kembali. Langkah-langkah cepat dan profesional menjadi kunci utama dalam menangani situasi ini secara komprehensif.

Secara keseluruhan, insiden di SD Negeri Srengseng Sawah 15 menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk tidak mengabaikan aspek keamanan dan kesejahteraan psikologis anak-anak. Dengan penanganan yang tepat, diharapkan dampak negatif dari kejadian ini dapat diminimalisir dan dunia pendidikan dapat kembali stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *