Pondokkebaikan.com – Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional untuk acara Merdeka Run pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Acara lari sejauh delapan kilometer tersebut berlangsung pukul 04.00 hingga 08.00 WIB dengan titik awal di Jalan Medan Merdeka Utara.
Pemerintah menyediakan sebelas kantong parkir resmi serta mempercepat jam operasional MRT dan LRT untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan menyiapkan skema pengaturan lalu lintas besar-besaran untuk mendukung acara Merdeka Run 81 Tahun Indonesia pada Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan lari yang menempuh jarak delapan kilometer ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB dengan titik awal dan akhir di Jalan Medan Merdeka Utara.
Petugas akan memberlakukan penutupan jalan pada sejumlah ruas utama, mulai dari Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Majapahit , hingga Jalan Medan Merdeka Barat.
Pengaturan lalu lintas tersebut juga mencakup Jalan M.H. Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman pada segmen Bundaran HI sampai Dukuh Atas, serta Jalan Galunggung.
"Pengaturan lalu lintas yang dilakukan bersifat situasional," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, dalam keterangan resminya, Jumat (28/8/2026).
Bagi masyarakat dari arah Utara (Harmoni) yang ingin menuju ke Timur (Tugu Tani), dapat melintasi Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Lapangan Banteng, hingga Jalan Medan Merdeka Timur.
Pengendara dari arah Harmoni yang hendak menuju ke Selatan (Blok M) dialihkan melalui Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Cideng Timur, hingga tembus ke Jalan Jenderal Sudirman.
Lalu lintas dari arah Selatan (Blok M) menuju Utara dapat melewati Jalan K.H. Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, kemudian berlanjut ke Jalan Balikpapan dan Jalan Suryopranoto.
Warga dari kawasan Grand Indonesia yang ingin menuju Utara diarahkan melalui Jalan Kebon Kacang Raya, Jalan H.M. Saleh Ishak, hingga masuk ke jalur Jalan Cideng Barat.
Sengketa SD Islam Pembangunan, Yayasan: Itu Bukan Tanah Milik Negara!
Bagi arus kendaraan dari arah Timur (Tugu Tani) menuju Utara, tersedia rute melalui Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Perwira, Jalan Katedral, menuju Jalan Ir. H. Juanda.
Masyarakat dari arah Menteng atau Manggarai yang ingin menuju Barat dapat menggunakan rute Jalan Imam Bonjol atau Jalan Galunggung menuju Jalan Prof. Dr. Satrio.
Sementara itu, lalu lintas dari arah Barat (Tanah Abang) menuju Utara dialihkan melewati Jalan Jati Baru Raya dan Jalan Abdul Muis untuk mencapai Jalan Majapahit.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga telah menyediakan sebelas kantong parkir resmi guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi kegiatan.
Lokasi parkir tersebut meliputi Pelataran Parkir IRTI Monas (350 mobil dan 600 motor), Stasiun Gambir (315 mobil dan 630 motor), serta Kantor Kementerian Pariwisata (300 mobil dan 200 motor).
Tersedia pula area parkir di Galeri Nasional (35 mobil dan 50 motor), Lemhannas RI (250 mobil dan 300 motor), dan Gedung Telkom STO (25 mobil dan 50 motor).
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi?
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi matter?
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.



