Key Discussion: Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Share: X Facebook
46479-ilustrasi-sampah-organik-dan-kompos-pixabaycom

Warga Meruya Selatan Kelola Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi

Key Discussion: Inisiatif Komunitas Kurangi Sampah dan Bangun Ekonomi Lokal

Key Discussion –

“Key Discussion: Inisiatif komunitas dalam mengelola sampah organik tidak hanya mengurangi volume limbah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga Meruya Selatan,”

menyatakan pelatihan yang diadakan oleh Universitas Mercu Buana di RPTRA Menara Meruya Selatan. Kegiatan ini menekankan kolaborasi antara warga, pengelola RPTRA, dan kader lingkungan untuk mengubah kebiasaan mengelola sampah menjadi praktik berkelanjutan. Dengan pendekatan sederhana, sisa sayuran dan makanan bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku bernilai ekonomi, menunjukkan bagaimana lingkungan hidup dan perekonomian bisa saling mendukung.

Kemitraan Antara Institusi dan Masyarakat: Momen Penting dalam Pengelolaan Sampah

Pelatihan yang menjadi bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini tidak hanya fokus pada teknik pengolahan, tetapi juga pada kebijakan pemerintah yang memfasilitasi partisipasi warga. Kemitraan antara Universitas Mercu Buana dan Pemerintah Kelurahan Meruya Selatan memberikan ruang untuk diskusi interaktif, serta menyajikan panduan praktis tentang pengelompokan sampah, penyimpanan, dan pemanfaatan dana komunitas. Dengan membangun sistem bank sampah sederhana, warga belajar mengelola limbah organik secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada layanan sampah tradisional.

Ekonomi Sirkular di Tengah Tantangan Perubahan Iklim

Perubahan iklim mendorong warga kota mencari solusi berkelanjutan, dan inisiatif pengelolaan sampah organik menjadi jawaban yang relevan. Selama pelatihan, peserta diajarkan cara membuat kompos dari sisa makanan, yang selain membantu lingkungan, juga bisa digunakan dalam pertanian perkotaan. Teknik ini mengubah sampah menjadi sumber daya ekonomi, sekaligus mengurangi volume limbah yang masuk ke TPA, menciptakan siklus ekonomi lokal yang lebih resilien.

Pelatihan di RPTRA Menara Meruya Selatan mengusung tema “Pengelolaan Sampah Organik Terpadu untuk Ekonomi Sirkular dan Kota Berkelanjutan”. Dengan memadukan edukasi lingkungan dan tata kelola keuangan sederhana, program ini memastikan keberlanjutan pengelolaan sampah. Peserta diberikan wawasan tentang regulasi lingkungan, prinsip ekonomi sirkular, serta dasar akuntansi lingkungan, menjadikan kegiatan ini sebagai upaya memperkuat kapasitas warga dalam mengelola sumber daya lokal.

Pelatihan Sederhana, Hasil yang Berkelanjutan

Kegiatan ini menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dalam membentuk kebiasaan berkelanjutan. Dengan metode yang mudah diterapkan di lingkungan permukiman padat, warga belajar mengubah sampah organik menjadi kompos ramah lingkungan. Teknik ini tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan tambahan, menunjukkan bahwa sampah bukan lagi penghalang, tetapi peluang ekonomi yang bisa dikembangkan bersama.

Universitas Mercu Buana memperkuat keberlanjutan program melalui pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Sesi workshop dan diskusi mendalam membantu peserta memahami konsep ekonomi sirkular, yang menjadikan sampah sebagai bagian dari siklus produksi dan konsumsi. Pemanfaatan ruang publik seperti RPTRA juga memperlihatkan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih inklusif.

Di akhir pelatihan, peserta dilatih untuk merancang strategi pemanfaatan sampah organik berbasis komunitas. Dengan memahami prinsip ekonomi sirkular dan teknik pengomposan, warga Meruya Selatan bisa mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Key Discussion dalam pelatihan ini membuktikan bahwa inisiatif kecil bisa menghasilkan perubahan besar, selama diterapkan secara konsisten dan didukung kebijakan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *