Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru
Facing Challenges – Lima hari berjalannya operasi pembersihan, sekitar 120 personel gabungan berhasil mengangkat 55,7 ton limbah yang menyumbat aliran Kali Gendong, Penjaringan, Jakarta Utara. Kegiatan ini dilakukan secara bertahap oleh UPS Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta bersama PPSU Kelurahan Penjaringan, dengan melibatkan total 120 petugas di lapangan. Pembersihan ini diharapkan mampu mengatasi masalah banjir dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan yang terjadi akibat tumpukan sampah di permukiman warga.
Permasalahan yang Diatasi
Tumpukan sampah di Kali Gendong, Muara Baru, sebelumnya menjadi sorotan publik karena menghalangi aliran air secara total. Kondisi ini memicu ketakutan akan potensi banjir di sekitar bantaran kali, terutama pada musim hujan. Selain itu, sampah yang menumpuk juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan kebersihan lingkungan bagi warga setempat. Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah cepat untuk membersihkan daerah rawan ini, dengan penekanan pada pencegahan kerusakan lebih lanjut.
Langkah Kepemprovinsian dalam Penegakan Aturan
Dalam rangka menegakkan peraturan yang berlaku, Pemprov DKI Jakarta menerapkan sanksi denda maksimal Rp500.000 bagi warga yang membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut. Aturan ini diatur dalam Perda DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2013 Pasal 130 tentang Pengelolaan Sampah. Dengan penerapan sanksi ini, pemerintah berharap mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitarnya.
Untuk menambah kesadaran warga, pihak pemerintah juga memasang spanduk peringatan di sekitar Kali Gendong. Spanduk tersebut menyatakan larangan membuang sampah sembarangan dan ancaman denda yang berlaku. Selain itu, petugas melakukan sosialisasi langsung kepada warga di sekitar wilayah yang terdampak, menjelaskan dampak negatif dari pembuangan sampah ke badan air.
Proses Pembersihan dan Alat yang Digunakan
Pada hari terakhir kegiatan, Kamis (25/6/2026), 100 personel UPS Badan Air Jakarta Utara dan 20 personel PPSU Kelurahan Penjaringan bekerja bahu-membahu untuk mengangkat sisa-sisa sampah yang masih menumpuk di sepanjang kali. Petugas melakukan pembersihan sambil berada di dalam air, dengan menggunakan alat seperti sekop, jaring, dan keranjang biru untuk mengangkat berbagai jenis sampah, seperti plastik, kayu, serta sisa-sisa bangunan.
Sampah yang diangkat mencakup berbagai jenis material, termasuk bahan organik, plastik, logam, dan limbah rumah tangga lainnya. Pembersihan ini tidak hanya fokus pada peningkatan kebersihan air, tetapi juga pada pembersihan terpusat di daerah permukiman warga yang terdampak. Tim kerja dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing bertugas di sektor tertentu untuk memastikan proses pembersihan berjalan efektif.
Peran Masyarakat dalam Pemeliharaan Lingkungan
Setelah lima hari pengerjaan, seluruh tumpukan sampah yang menyumbat aliran kali berhasil diangkat dan ditangani tuntas. Kondisi ini menunjukkan hasil nyata dari upaya kolaborasi antarinstansi dan partisipasi masyarakat. Selama proses pembersihan, warga sekitar juga turut serta memberikan bantuan, baik secara langsung maupun dengan menyalurkan dukungan melalui media sosial.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antarinstansi dan semangat gotong royong mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan,” tulis UPS Badan Air dalam keterangan resminya di media sosial, Kamis.
Kondisi Kali Gendong yang sebelumnya viral di media sosial karena badan airnya terisi sampah hingga menutup aliran, kini mulai kembali bersih. Kehadiran pemerintah dan pihak terkait membuktikan bahwa masalah lingkungan tidak bisa diselesaikan hanya dengan tindakan individu, tetapi memerlukan peran kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
Kondisi Awal dan Proses Penanganan
Tumpukan sampah di Kali Gendong, Muara Baru, terjadi karena aktivitas membuang limbah sembarangan oleh warga sekitar. Limbah ini menumpuk di badan sungai yang berada di tengah permukiman, sehingga mengganggu kehidupan masyarakat dan ekosistem air. Dengan pembersihan yang intensif, tim berhasil membuang sampah dari berbagai titik kritis, termasuk area yang sulit dijangkau.
Pelaksanaan operasi ini dimulai beberapa hari sebelumnya, dengan fokus pada pembersihan secara bertahap. Setiap hari, petugas mengevaluasi progres kerja dan menyesuaikan strategi untuk menghadapi tantangan seperti aliran air yang deras dan kondisi sedimen yang berat. Kondisi sebelumnya memang memperlihatkan kompleksitas tugas, karena sampah yang terakumulasi mencapai tingkat yang mengancam aliran air.
Perspektif Masa Depan dan Kesadaran Lingkungan
Sekarang, giliran warga sekitar Kali Gendong yang diminta berkomitmen untuk ikut menjaga wilayah mereka agar peristiwa serupa tidak terulang. Selama pembersihan, keberadaan warga yang aktif di sekitar area kerja menjadi sorotan, karena mereka turut serta mengumpulkan sampah dan memberikan informasi mengenai titik-titik rawan.
“Menjaga Kali Gendong tetap bersih setelah penanganan selesai merupakan tanggung jawab kita bersama,” lanjut pernyataan tersebut.
Pemprov DKI Jakarta menegaskan bahwa kebersihan sungai bukan hanya hasil kerja petugas, tetapi juga kepedulian seluruh warga Jakarta. “Sungai yang bersih bukan hanya hasil kerja petugas, tetapi juga hasil kepedulian seluruh warga Jakarta,” demikian penegasan UPS Badan Air dalam unggahan resmi akun Instagram mereka.
Dengan lima hari pembersihan yang intens, Kali Gendong kini kembali terlihat jernih dan lancar. Namun, pihak pemerintah mengingatkan bahwa perjuangan untuk menjaga kebersihan masih harus terus dilakukan. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan cara membuang sampah, agar tidak menimbulkan masalah serupa di masa depan. Selain itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan sungai sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan warga dalam mengatasi masalah lingkungan. Dengan adanya peringatan denda dan inisiatif pembersihan, harapan besar terletak pada perubahan perilaku masyarakat dalam membuang sampah secara bijak.



